TRIBUNNEWS.COM - Jepang dan Belanda dihadapkan dengan pilihan sulit saat berhasil melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keduanya berpotensi melawan tim papan atas adan unggulan berdasarkan peringkat akhir klasemen Grup F.
Di laga pamungkas Grup F, Belanda akan menghadapi Tunisia di Stadion Arrowhead, Kansas. Tim Oranje berada di atas kertas untuk memenangkan pertandingan pada Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB.
Sementara Jepang bakal meladeni Swedia di Sradion AT&T pada waktu bersamaan.
Belanda, Jepang, dan Swedia memperebutkan staus juara grup, runner-up, hingga mendapatkan satu tempat di peringkat 3 terbaik.
Tim asuhan Ronald Koeman saat ini berada di urutan teratas klasemen Grup F, diikuti oleh skuad Hajime Moriyasu, dan Graham Potter di urutan ketiga.
Jika melihat bagan babak 32 besar Piala Dunia 2026, juara Grup F akan melawan runner-up Grup C yang dihuni oleh semifinalis edisi sebelumnya, yakni Maroko.
Sebaliknya, runner-up Grup F akan menghadapi juara Grup C yakni Brasil.
Tim yang finis di peringkat ketiga jika memiliki peluang akan melawan Jerman (Grup E), Prancis/Norwegia (Grup I), Amerika Serikat (Grup D), Meksiko (Grup A), atau Swiss (Grup B).
Pelatih Kepala U-16 Pandawa Football Academy (PFA), Muhammad Khoirullah pernah berpendapat soal persaingan Grup F yang cukup sulit ini.
Menurutnya, Jepang punya peluang untuk melangkah lebih jauh dari babak fase grup, bahkan sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sejak debut pada tahun 2002.
"Mereka punya determinasi tinggi, pressing ketat, transisi yang sangat cepat, serta kedisiplinan yang sangat menonjol," kata Khoirullah kepada Tribunnews.
"Jadi bukan sekadar penghibur, Jepang sangat diperhitungkan. Saya kira mereka bisa sampai delapan besar," tambahnya.
Soal siapa yang akan menduduki masing-masing tempat di Grup C pada akhir klasemen baru akan diketahui besok pagi.
Menurut Opta, Jepang memiliki peluang memenangkan pertandingan atas Swedia sebesar 51,9?rbanding 22,2 persen, dan sisanya 25,9?rakhir imbang.
Ini akan menjadi pertemuan Piala Dunia pertama bagi Jepang dan Swedia meskipun keduanya pernah saling menghadapi di ajang yang berbeda.
Pertemuan pertama terjadi pada Olimpiade 1936 yang dikenal sebagai 'Keajaiban Berlin' ketika Jepang menang comeback 3-2 atas Swedia. Tim Samurai Biru tertinggal dua gol lebih dulu sebelum cetak tiga gol kemenangan.
Belakangan ini, kedua tim sudah banyak mengalami perubahan dan perkembangan, Jepang tidak boleh lagi dipandang sebelah mata karena mereka bukan tim kuda hitam.
Jerman dan Spanyol pernah jadi korban, Brasil dan Inggris adalah yang terbaru di laga persahabatan.
Jepang tidak terkalahkan dalam empat pertandingan melawan tim-tim Eropa sejak awal Piala Dunia 2022, dengan masing-masing meraih dua kali menang dan imbang.
Begitu juga dengan Swedia yang belum pernah kalah dari tim Asia di Piala Dunia, yakni 2 kemenangan dan sekali seri.
Kali terakhir Swedia menghadapi tim Asia berakhir dengan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada tahun 2018.
Tunisia tak ada lagi kewajiban untuk memenangkan pertandingan. Sekalipun menang status tidak akan mengubah mereka sebagai salah satu tim yang sudah dipastikan gagal ke babak 32 besar.
Apalagi jika melihat hasil pertandingan Belanda sebelumnya ketika menghajar Swedia dengan skor mencolok 5-1, tim Oranje jelas difavoritkan meraih kemenangan.
Analyst Opta memprediksi peluang Belanda menang atas Tunisia sebesar 83,0%, dan hanya 5,2% kepemilikan Tunisia.
Ini juga menjadi pertemuan pertama bagi kedua tim di ajang Piala Dunia, tetapi selama laga persahabatan Belanda belum pernah kalah dari Tunisia dalam tiga pertandingan.
Opta tidak menjelaskan seberapa jauh performa setiap negara di babak fase gugur, terutama di babak awal.
Jepang memiliki peluang tampil di babak perempat final sebesar 17%, berada diurutan ke-17 dari 20 kontestan.
Sementara Brasil berada di urutan kedelapan dengan peluang 29,5% di babak yang sama.
Dari 20 urutan tersebut, tidak ada nama Swedia itu artinya peluang tim asuhan Graham Potter tidak menjadi unggulan, terlepas dari kejutan yang bisa mereka hasilkan.
Prancis, Brasil, dan Jerman calon yang bisa mereka hadapi masih menjadi favorit di fase ini. Keberadaan mereka terletak dalam 10 besar.
Dengan berbagai kemungkinan yang masih terbuka, hasil laga pamungkas Grup F bukan hanya menentukan siapa yang lolos, tetapi juga menentukan seberapa berat jalan yang harus ditempuh menuju perempat final Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Sina)