Kenapa Pemadaman Listrik di Solo Raya Disebut Oglangan? Ternyata Ini Lho Sejarahnya
Hanang Yuwono June 25, 2026 11:28 AM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Bagi warga Solo Raya, Jawa Tengah istilah oglangan sudah sangat akrab di telinga.

Saat listrik padam, banyak warga yang spontan mengatakan, "Lagi oglangan."

Begitu pula ketika TribunSolo.com coba mengetik istilah oglangan di laman Facebook, pada Kamis (25/6/2026) pagi.

Istilah oglangan langsung muncul beberapa kali.

Baca juga: Ini 3 Perbedaan Angkringan di Solo dan Yogyakarta, Masing-masing Punya Ciri Khas

"Derah Mojolaban oglangan gak guys.. kira-kira jam berapa nyalanya?" tanya seorang netizen di grup INFO WONG MOJOLABAN.

Netizen tersebut mempertanyakan soal info pemadaman listik di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (24/6/2026).

Namun, bagi masyarakat di luar Solo Raya, istilah tersebut mungkin terdengar asing. Lantas, kenapa pemadaman listrik di Solo Raya disebut oglangan?

Ternyata, istilah ini memiliki akar bahasa Jawa dan telah digunakan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Berasal dari Kata "Oglag-Oglag"

Secara etimologis, oglangan diyakini berasal dari kata Jawa oglag-oglag yang berarti goyah, tidak stabil, atau terputus-putus.

Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan kondisi aliran listrik yang kerap tidak stabil, menyala dan padam secara bergantian atau yang dalam istilah sehari-hari dikenal sebagai byar-pet.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukoharjo Hari Ini Kamis 25 Juni 2026 : Cerah dan Berawan

Karena itulah, masyarakat Solo Raya menggunakan istilah oglangan untuk menggambarkan kondisi listrik yang mati atau sering mengalami gangguan.

Bermula dari Pemadaman Bergilir

Penggunaan istilah oglangan juga tidak lepas dari sejarah penyediaan listrik pada masa lalu.

Saat jaringan listrik mulai berkembang, kapasitas pasokan daya masih terbatas. Untuk mengatur distribusi listrik agar dapat dinikmati lebih banyak pelanggan, dilakukan sistem pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Kondisi listrik yang menyala, kemudian padam, lalu kembali menyala secara bergantian inilah yang kemudian dikenal masyarakat sebagai oglangan.

Dalam pemahaman warga, oglangan identik dengan pemadaman yang terjadi secara bergilir dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Kamis 25 Juni 2026 : Ada 15 Perjalanan Rute Stasiun Palur-Tugu

Masih Relevan hingga Sekarang

Meski sistem kelistrikan kini jauh lebih modern, istilah oglangan masih sering digunakan masyarakat Solo Raya.

Secara teknis, pemadaman listrik saat ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pada pembangkit listrik, kerusakan jaringan distribusi, cuaca ekstrem, hingga beban listrik yang tinggi.

Ketika terjadi gangguan listrik mendadak, warga Solo Raya tetap menyebutnya sebagai oglangan, meskipun penyebabnya tidak selalu karena pemadaman bergilir.

Menjadi Bagian dari Bahasa Sehari-hari

Lebih dari sekadar istilah teknis, oglangan telah menjadi bagian dari budaya tutur masyarakat Solo Raya.

Kata ini kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan keresahan warga saat aktivitas terganggu akibat listrik padam.

Mulai dari pekerjaan, kegiatan usaha, hingga aktivitas rumah tangga dapat terhambat ketika terjadi oglangan.

Karena itu, istilah tersebut tidak hanya menggambarkan kondisi listrik yang mati, tetapi juga pengalaman kolektif masyarakat Solo Raya yang pernah menghadapi pasokan listrik yang tidak stabil.

Ternyata Populer Juga di Uzbekistan

Menariknya, kata "oglangan" ternyata juga dikenal di negara lain, yakni Uzbekistan.

Namun, maknanya sama sekali berbeda dengan yang digunakan masyarakat Solo Raya.

Dalam bahasa Uzbekistan, oglangan merupakan sebutan untuk anak laki-laki.

Meski memiliki pelafalan yang mirip, penggunaan kata tersebut tidak memiliki kaitan dengan istilah oglangan yang dikenal masyarakat Solo Raya.

Hingga kini, oglangan tetap menjadi salah satu kosakata khas yang melekat dalam kehidupan sehari-hari warga Solo Raya dan menjadi penanda unik budaya lokal yang tidak banyak ditemukan di daerah lain.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.