TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Komitmen menjaga kesehatan lingkungan terus dilakukan Kodim 1201/Mempawah.
Sebagai langkah preventif mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Kodim 1201/Mempawah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan nyamuk di lingkungan Markas Kodim dan kompleks rumah dinas, Kamis 25 Juni 2026).
Baca juga: Respons Cepat Kapolsek Mempawah Hulu, Forkopimcam dan Warga Bersatu Berantas Sarang Nyamuk DBD
Kegiatan tersebut melibatkan petugas dari Puskesmas Mempawah Hilir yang melakukan pengasapan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab penyakit DBD.
Fogging dilakukan sebagai upaya menekan populasi nyamuk dewasa sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi personel TNI, keluarga besar Kodim, serta masyarakat yang tinggal di sekitar Makodim.
Komandan Kodim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan bersama, terutama dalam menghadapi ancaman penyakit yang kerap meningkat saat kondisi cuaca mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Baca juga: Waspada! Kasus Suspek DBD Mendominasi Layanan RSUD Soedarso Pontianak Sepanjang 2026
"Fogging ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran demam berdarah"
"Namun demikian, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk," ujarnya.
Menurut Ali Isnaini, fogging hanya menjadi salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran DBD.
Baca juga: Dinkes Kalbar Catat 970 Kasus DBD Sepanjang 2026, Empat Orang Meninggal
Keberhasilan pencegahan secara menyeluruh tetap membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Karena itu, selain melaksanakan pengasapan, Kodim 1201/Mempawah juga mengajak seluruh personel dan keluarga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
"Kami mengajak seluruh personel dan keluarga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan"
"Langkah sederhana seperti menjalankan gerakan 3M sangat efektif untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD," tambahnya.
Baca juga: Dinkes Sekadau Prioritaskan Pencegahan DBD, Fogging Tak Lagi Jadi Andalan Utama
Sinergi antara Kodim 1201/Mempawah dan Dinas Kesehatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari ancaman penyakit demam berdarah.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1201/Mempawah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan pemerintah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah DBD.
1. Menguras tempat penampungan air secara rutin
Bersihkan bak mandi, drum, ember, dan tempat penampungan air lainnya minimal seminggu sekali untuk memutus siklus hidup jentik nyamuk.
2. Menutup rapat wadah penyimpanan air
Pastikan tempat penampungan air selalu tertutup agar nyamuk Aedes aegypti tidak dapat bertelur di dalamnya.
3. Mengubur atau mendaur ulang barang bekas
Kaleng, botol, ban bekas, dan barang lainnya yang dapat menampung air hujan sebaiknya dibuang, didaur ulang, atau disimpan di tempat tertutup.
4. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah
Bersihkan selokan, halaman, dan area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk agar lingkungan tetap sehat dan bebas genangan air.
5. Menggunakan perlindungan dari gigitan nyamuk
Gunakan kelambu, obat anti nyamuk, kasa pada ventilasi, atau kenakan pakaian yang menutupi tubuh terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk DBD aktif menggigit.