Ramai Jamaah Haji Aceh Wakaf Al-Qur’an untuk Masjid Nabawi
mufti June 25, 2026 11:36 AM

Laporan Hasan Basri M Nur dari Madinah

Menjelang jadwal pulang kampung, ramai jamaah haji Aceh dari kloter 14 yang mewakafkan Al-Qur’an untuk Masjid Nabawi di Kota Madinah. Masjid Nabawi menempatkan Al-Qur’an di setiap tiang serta rak dalam masjid. Al-Qur’an yang diletakkan tersebut harus dari cetakan penerbit resmi Madinah.

"Khusus dari Kloter 14 terdapat seratusan jamaah haji asal Aceh yang mewakafkan Al-Qur’an untuk Masjid Nabawi, baik melalui koordinasi dengan ketua kloter maupun secara mandiri", kata H Muhammad Al-Kautsar, Ketua Rombongan 8 Kloter 14 kepada Serambi, Kamis (24/6/2026).

Alasan utama yang melatarbelakangi mereka untuk mewakafkan Al-Qur’an adalah karena di Masjid Nabawi setiap saat dipenuhi oleh jamaah shalat yang meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. "Tidak ada satu menit pun yang tanpa orang mengaji Masjid Nabawi ini. Makanya saya mewakafkan dua Al-Qur’an atas nama ayah dan ibu," ujar Kautsar yang dikenal sebagai Sekdes Beurawe ini.

Al-Qur’an yang diwakafkan untuk Masjid Nabawi harus cetakan dari penerbit resmi Madinah. Jika cetakannya berbeda atau bukan cetakan Madinah akan diseleksi lagi oleh pengurus masjid. Yang tidak lolos sortir akan dikirimkan ke masjid-masjid lain di luar Kota Madinah.

Menyadari hal itu, Muhammad Al-Kautsar, secara khusus memesan Al-Qur’an edisi Madinah saat berziarah ke Jabal Uhud. Di sana terdapat salah satu gerai yang menyediakan Al-Qur’an berbagai cetakan, termasuk Madinah asli.

Pemilik gerai menjelaskan berbagai perbedaan di antara Al-Qur’an cetakan dan penerbit Madinah luar Madinah. Bahkan pemilik gerai ikut mengajak pembeli untuk melakukan penewarangan isi dalam kertas.

Secara kasat mata orang awam tak akan tahu perbedaan Al-Qur’an cetakan Madinah dan lainnya. Namun setelah mengamati dan melakukan terawangan akan terlihat perbedaan yang nyata.

Semua Al-Qur’an yang disediakan di Masjid Nabawi adalah cetakan Madinah dalam dua ukuran yaitu sedang dan besar. Semua Al-Qur’an tertata rapi dalam rak atau di sekeliling tiang-tiang masjid. Al-Qur’an itu secara bergiliran diambil oleh jamaah masjid untuk dibaca sembari menanti waktu azan berkumandang.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.