TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah tim sudah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menuntaskan fase grup dengan hasil yang tidak memuaskan, per Kamis (25/6/2026) pagi WIB.
Total sementara sudah ada delapan tim angkat koper lebih cepat dari turnamen edisi kali ini, menandai berakhirnya perjalanan mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.
Tim-tim tersebut meliputi Republik Ceko, Qatar, Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, Uzbekistan, dan Panama.
Hasil buruk di fase grup membuat mereka gagal bersaing untuk tiket ke babak 32 besar, baik melalui jalur dua besar grup maupun peringkat ketiga terbaik.
Salah satu tim yang paling disorot adalah Qatar dari Grup B. Wakil Asia tersebut dipastikan tersingkir dari Grup B setelah kalah 1-3 dari Bosnia-Herzegovina pada laga terakhir fase grup.
Hasil tersebut membuat Qatar hanya mengoleksi satu poin dan harus puas finis sebagai juru kunci.
Lebih buruk lagi, mereka tercatat sementara sebagai salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak sejauh fase grup berlangsung, yakni 10 gol.
Kegagalan ini kembali memunculkan kritik terhadap performa Qatar di panggung dunia, mengingat mereka sempat mendapat sorotan besar dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu proyek sepak bola paling ambisius di Asia.
Kritik juga muncul terkait proses penunjukan dan jalur kualifikasi pada putaran keempat yang dianggap menguntungkan mereka di level regional, meski di putaran final Piala Dunia 2026 performa tim tidak mampu memenuhi ekspektasi.
Hasil tersebut mengulang catatan kelam Qatar pada edisi sebelumnya yang ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia.
Kegagalan Qatar tersebut sejalan dengan pernyataan Bayu Ajianto (Football Enthusiast) dan Richardo Liwang (Anggota Indo Barca) yang menilai Qatar tidak akan mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
“Buat Qatar susah lolos ke fase gugur,” kata Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
“Tapi kalau Qatar tidak masuk hitungan (tim lolos),” timpal Richardo Liwang.
Baca juga: Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Terbaru, Brasil Bikin Skotlandia Was-was
Dari Grup A, Republik Ceko juga harus pulang lebih awal meski membawa skuad bertabur pemain berpengalaman di Eropa.
Ceko mengawali turnamen dengan kekalahan dari Korea Selatan dan hanya bermain imbang melawan Afrika Selatan.
Harapan mereka untuk bangkit di laga terakhir pupus setelah kalah 0-3 dari Meksiko.
Hasil tersebut memastikan Ceko gagal melaju ke fase gugur, meski secara nilai pasar skuad mereka termasuk salah satu yang cukup tinggi, mencapai sekitar Rp3,2 triliun, dikutip dari data Transfermarkt.
Angka tersebut unggul telak dari Afrika Selatan yang finis di posisi kedua Grup A yang hanya memiliki nilai skuad Rp856 miliar.
Nama-nama seperti Patrik Schick, Tomas Soucek, hingga Ladislav Krejci tidak mampu membawa Ceko tampil konsisten sepanjang fase grup.
Namun, performa di lapangan justru tidak sesuai harapan.
Tersingkirnya beberapa tim ini menambah panjang daftar kejutan di Piala Dunia 2026.
Sejumlah tim yang diunggulkan justru gagal tampil konsisten, sementara beberapa negara dengan ekspektasi lebih rendah justru mampu bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.
Sebelumnya, Turki juga memiliki nasib serupa dengan Ceko.
Dihuni berbagai pemain bintang seperti Arda Guler, Hakan Calhanoglu, hingga Kenan Yıldız, Turki justru menelan dua kekalahan pada dua laga awal melawan Australia dan Paraguay, meski masih menyisakan satu pertandingan tersisa.
Situasi tersebut terjadi karena regulasi penentuan klasemen Piala Dunia 2026 yang mengutamakan rekor head-to-head apabila terdapat tim dengan jumlah poin yang sama.
Dengan masih berlangsungnya fase grup di beberapa laga lain, daftar tim tersingkir masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan. Turnamen edisi ini pun dipastikan semakin panas menuju babak 32 besar.
(Tribunnews.com/Ali)