100 Pemuda dari Berbagai Daerah Kumpul di Pekanbaru, Ikuti Program Internasional Champions for Peace
Sesri June 25, 2026 01:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 100 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kota Pekanbaru untuk mengikuti program Champions for Peace Indonesia, sebuah inisiatif internasional yang bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.

Program yang berlangsung pada 24-28 Juni 2026 di Cititel Hotel Pekanbaru ini merupakan kolaborasi antara Kofi Annan Foundation dan KRIS for Peace, dengan Indonesian Youth Education and Social (IYES) Foundation sebagai mitra pelaksana di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program regional yang dijalankan di lima negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Yurnalis Basri. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti program yang berfokus pada perdamaian, kepemudaan, dan penguatan kapasitas generasi muda tersebut.

"Selamat datang di Negeri Lancang Kuning. Kami sangat senang bisa bersua dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia di Kota Pekanbaru untuk belajar dan berbagi ilmu selama beberapa hari ke depan," kata Yurnalis, Rabu (24/6/2026) malam.

Baca juga: Dispora Riau sebut Bulan Juli 2026 Bonus Peparnas 2024 Atlet NPCI Riau Dicairkan

Ia mengaku terkesan dengan antusiasme peserta dan kemeriahan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Apresiasi, acaranya luar biasa, meriah sekali," ujarnya.

Menurut Yurnalis, pemuda memiliki peran strategis sebagai perekat keberagaman bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, generasi muda harus tampil sebagai integrator yang mampu memperkuat persatuan dan menjaga ketahanan nasional.

"Anak-anak muda ini adalah kaum integrator. Ini adalah bagian dari ketahanan nasional. Mereka adalah change maker yang mampu merekatkan berbagai suku bangsa," katanya.

Ia menilai kehadiran peserta dari berbagai latar belakang daerah, budaya, dan agama dalam satu forum menjadi simbol kuat semangat kolaborasi di kalangan pemuda Indonesia.

"Kehadiran peserta ini menjadi semangat kolaborasi di kalangan muda Indonesia," tambahnya.

Yurnalis juga menyampaikan apresiasi kepada IYES Foundation yang dinilainya telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kepemudaan di Riau.

Menurutnya, organisasi tersebut tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan kepemudaan, tetapi juga aktif mendorong persatuan, perdamaian, pemberdayaan masyarakat, hingga kepedulian lingkungan dengan menempatkan pemuda sebagai agen perubahan.

"Pemuda adalah change maker. Karena itu kami terus memperkuat pembangunan, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing," ujarnya.

Ia menambahkan, program Champions for Peace memiliki relevansi yang kuat dengan agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Riau, khususnya dalam pengembangan kapasitas generasi muda serta penguatan kedekatan sosial antar suku, budaya, dan agama.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam program tersebut merupakan fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

"Persiapkan diri kalian sebaik mungkin menuju Indonesia Emas. Generasi muda harus bersiap mulai dari sekarang," pesannya.

Yurnalis juga mengingatkan peserta untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

"Hindari narkoba dan judi online. Anak muda harus produktif dan inovatif. Harus menjadi generasi yang memiliki jiwa entrepreneur sehingga mampu menciptakan lapangan kerja serta menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa," tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa pemuda memiliki peran besar sebagai pelopor perdamaian di tengah masyarakat.

"Pemuda punya peran dalam menjadi pelopor perdamaian," katanya.

Program ini dirancang untuk membangun ketangguhan pemuda melalui penguatan resiliensi, kesehatan mental, Psychological First Aid (PFA), kohesi sosial, perdamaian, serta kesadaran lingkungan.

Executive Director IYES Foundation, Cut Annisa Utami, mengatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam program ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan multidimensional yang berkembang saat ini.

"Selamat datang di Kota Pekanbaru. Champions for Peace Indonesia adalah ruang belajar dan ruang bertumbuh agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang," ujar Cut Annisa.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian materi di dalam kelas, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Program Champions for Peace hadir untuk memperkuat kapasitas pemuda agar lebih tangguh menghadapi tantangan sosial dan lingkungan. Melalui pendekatan yang berfokus pada resiliensi, kesehatan mental, kohesi sosial, dan perdamaian, kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing," ujarnya.

Menurut Cut Annisa, seluruh peserta nantinya akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang saling terhubung dan dirancang untuk membangun manusia serta masyarakat yang lebih damai di masa depan.

"Nanti seluruh peserta akan mengikuti serangkaian acara yang secara keseluruhan bertujuan membangun manusia dan masyarakat agar lebih damai ke depannya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan.

"Kami berharap ke depan seluruh peserta mengingat bahwa kalian pernah berada dalam ruang belajar yang mempertemukan banyak orang. Perdamaian dan perubahan akan lahir dari orang-orang yang peduli terhadap sesama dan lingkungannya," ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian materi di dalam kelas, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai inisiatif sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

"Kami ingin para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Karena itu, peserta akan didampingi untuk merancang solusi dan proyek sosial yang relevan dengan kebutuhan daerah mereka," tambahnya.

Sementara itu, Project Leader Champions for Peace Indonesia, Mulkiyah Muslimah, menegaskan bahwa perdamaian tidak lahir begitu saja, melainkan harus terus dirawat dan diperjuangkan melalui berbagai tindakan nyata.

"Perdamaian tidak tercipta secara otomatis, tetapi harus dirawat dan diperjuangkan melalui dialog, empati, dan tindakan nyata," katanya.

Menurutnya, tema perdamaian sangat relevan untuk terus dibicarakan, terutama bagi Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang sosial.

Baca juga: Tatap Popnas 2025, Dispora Riau Sudah Gelar Pelatda

"Perdamaian sangat relevan untuk dibicarakan, terlebih Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mulkiyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau, para sponsor, panitia pelaksana, serta 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang di seluruh Indonesia.

"Saya percaya setiap individu di ruangan ini memiliki potensi untuk menjadi champions bagi komunitasnya masing-masing yang akan membawa nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan kolaborasi di tengah masyarakat," katanya.

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti serangkaian workshop intensif yang membahas berbagai tema penting, mulai dari penguatan resiliensi, kesehatan mental, Psychological First Aid, harmoni dengan lingkungan (Harmony with Planet), harmoni dengan sesama (Harmony with People), hingga kohesi sosial.

Selain sesi pembelajaran, peserta juga akan terlibat dalam kampanye kesadaran publik (Public Awareness Campaign) melalui produksi konten edukatif berupa video, infografis, dan berbagai materi kreatif yang disebarluaskan melalui media sosial. Kampanye tersebut ditargetkan mampu menjangkau sedikitnya 200 ribu audiens di berbagai platform digital.

Tidak hanya itu, program ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperoleh dukungan pendanaan awal (seed grants) guna merealisasikan ide dan inisiatif sosial berbasis komunitas. Sebanyak tiga proyek terbaik akan dipilih untuk mendapatkan pendanaan dan pendampingan lebih lanjut sehingga dapat memberikan dampak nyata di bidang perdamaian, lingkungan, maupun kesiapsiagaan sosial.

Dalam dokumen program disebutkan, kegiatan ini menargetkan beberapa capaian utama, di antaranya seluruh peserta mengikuti workshop secara utuh, tersusunnya tujuh modul pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, terbentuknya tiga aksi perubahan sosial, ekonomi maupun lingkungan, serta tercapainya kampanye edukasi yang menjangkau ratusan ribu masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kick Off Meeting secara daring pada 13 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan workshop tatap muka di Pekanbaru. Para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai sesi diskusi, pelatihan, simulasi, hingga kegiatan lintas budaya (cultural night) yang mempertemukan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti cultural trip ke Kabupaten Siak yang diisi dengan kunjungan budaya, diskusi kelompok, serta forum refleksi untuk merumuskan berbagai gagasan dan rencana aksi yang dapat diterapkan setelah program berakhir.

Melalui program ini, penyelenggara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi, tetapi juga mampu menjadi pelopor perdamaian serta penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

"Pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang damai dan berkelanjutan. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang belajar dan kolaborasi yang mampu memperkuat kapasitas mereka sekaligus mendorong lahirnya solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat," kata Cut Annisa Utami.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.