TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL– Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi umat melalui instrumen wakaf, BMT UMMAT sukses menyelenggarakan acara bertajuk "Spiritual Investment Gathering".
Kegiatan yang menjadi wadah strategis untuk meningkatkan literasi serta partisipasi masyarakat dalam pengembangan wakaf produktif yang berkelanjutan ini digelar di kantor BMT Ummat Wonosari, Kamis (25/6/2026).
Acara yang dihadiri oleh sekitar 130 anggota dan muzaki serta deposan BMT UMMAT ini berlangsung khidmat.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustad Herfan Said dan doa bersama yang dipimpin oleh Aam Sugasto.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan.
Tercatat sejumlah instansi penting hadir dalam forum ini, di antaranya perwakilan dari Bank Indonesia (BI) DIY, Bidang Zawa Kemenag DIY, Badan Wakaf Indonesia (BWI) DIY, KDEKS DIY, PUSEKRA UGM, serta BPD Syariah DIY.
Hadir pula perwakilan dari Dompet Dhuafa Yogyakarta, Kemenag Gunungkidul, BPD DIY Syariah Capem Wonosari, Pengurus Nadzir Anggota SAKAFA, BWI Gunungkidul, serta pengembang aplikasi Gandeng-Gendong Super Apps.
Dalam sambutannya, Manager BMT UMMAT Dwi Dewi Diastini menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan syariah, regulator, dan masyarakat dalam mengelola aset wakaf agar memberikan dampak ekonomi yang nyata.
" Melalui Spiritual Investment Gathering ini, BMT UMMAT memiliki target ambisius untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan model pengelolaan wakaf yang profesional," katanya.
Selain menghimpun komitmen wakaf dari para peserta, acara ini juga bertujuan untuk memperluas jejaring wakif baru serta mempererat kolaborasi antara Bank Indonesia, SAKAFA, dan para wakif.
"Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mentransformasi potensi wakaf menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya,"imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Bank Indonesia DIY Mahmudi menyampaikan apresiasi atas inisiatif BMT UMMAT dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Sementara materi utama acara ini disamakan oleh Arif Yulianto.
Dalam pemaparannya, Arif menyampaikan materi terkait dengan Literasi Wakaf Produktif.
Menurut Arif, wakaf produktif bukan sekadar infak, melainkan investasi jangka panjang yang dapat menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi masyarakat.
Baca juga: KGPAA Paku Alam X Usulkan Seluruh Jemaah Haji Asal DIY Gunakan Paspor Elektronik, Ini Alasannya
Pada kesempatan tersebut, BMT UMMAT memperkenalkan empat program wakaf produktif unggulan yang ditawarkan kepada para peserta gathering.
Di antaranya :
Sebagai bentuk komitmen digitalisasi pengelolaan wakaf, Ketua SAKAFA Zahron turut mempresentasikan Gandeng-Gendong Super Apps, sebuah platform yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan wakaf secara transparan dan akuntabel. (*)