KGPAA Paku Alam X Usulkan Seluruh Jemaah Haji Asal DIY Gunakan Paspor Elektronik, Ini Alasannya
Muhammad Fatoni June 25, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Paku Alam X, mengusulkan agar seluruh jemaah haji asal DIY menggunakan paspor elektronik atau e-paspor di masa mendatang.

Langkah strategis ini dinilai penting untuk mempercepat pelayanan imigrasi sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah, baik saat di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

Usulan tersebut disampaikan oleh KGPAA Paku Alam X saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Silvia Rosetti, di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Pertemuan ini digelar guna melaporkan perkembangan kepulangan jemaah haji melalui debarkasi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Saya berterima kasih karena DIY mendapat kesempatan menjadi pilot project (pelaksanaan embarkasi berbasis hotel). Namun ke depan, saya berharap semakin banyak inovasi dalam pelayanan haji di DIY, misalnya kalau bisa jamaah haji DIY bisa seragam pakai e-paspor,” ungkap Sri Paduka.

Penerapan paspor elektronik diyakini dapat memangkas waktu antrean pemeriksaan dokumen perjalanan secara signifikan, sehingga jemaah dapat lebih menghemat tenaga.

Oleh karena itu, KGPAA Paku Alam X mendorong agar instansi terkait di DIY berani mengambil langkah terobosan secara mandiri guna mewujudkan wacana tersebut.

“Karenanya saya meminta tolong untuk bisa menciptakan metodologi yang tujuannya memberikan kemudahan pelaksanaan. Saya kira, hal ini dapat dilakukan meski memang tidak ada instruksi dari pusat. Justru dari DIY bisa jadi pelopor, demi kemudahan petugas dan kenyamanan jemaah,” imbuh Sri Paduka.

Baca juga: Penjelasan Sekda DIY soal Alasan Cuti Sri Sultan HB X dan Penujukan Plh Gubernur

Selain kelengkapan dokumen perjalanan modern, Sri Paduka juga menyoroti pentingnya pembekalan literasi teknologi digital bagi para calon jemaah.

Ia mengusulkan agar materi pengenalan teknologi ini disisipkan pada kegiatan praberangkat, seperti informasi kewajiban penggunaan gelang terintegrasi QRIS dan kalung ID yang tidak boleh dilepas selama berada di Tanah Suci.

Fokus Pemulangan Jemaah

Sementara itu, Plt Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah DIY, Silvia Rosetti, memaparkan bahwa penyelenggaraan haji melalui embarkasi YIA saat ini tengah fokus pada fase pemulangan jemaah.

Kepulangan total 26 kelompok terbang (kloter) embarkasi YIA telah dimulai sejak 1 Juni 2026 dan dijadwalkan akan rampung sepenuhnya pada 30 Juni 2026.

“Sampai saat ini, jamaah haji DIY yang telah pulang ada 19 kloter dengan jumlah jamaah 6.811. Dan Alhamdulillah sampai saat ini semua proses kepulangan berjalan lancar. Dan kami berharap Sri Paduka bisa ikut menyambut kepulangan para jamaah kloter terakhir nantinya,” tutur Silvia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.