TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING – Pembangunan gedung Astaka di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), terus menunjukkan kemajuan.
Hingga saat ini, progres pembangunan bangunan yang digadang-gadang menjadi ikon baru Teluk Kuantan tersebut telah mencapai 65 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, Ade Fahrer Arif, mengatakan pembangunan Astaka masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
"Kontrak kerja terhitung sejak 31 Maret hingga 27 Agustus 2026," ujar Ade Fahrer Arif, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, meski mengalami penghentian sementara karena penataan dan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Provinsi Riau, pihaknya tetap optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.
Saat ini, bangunan Astaka yang berada di pusat kawasan MTQ tersebut dimanfaatkan sementara sebagai astaka utama kegiatan MTQ tingkat Provinsi Riau yang akan digelar di Kuansing.
Ade menjelaskan, sejumlah pekerjaan konstruksi utama telah selesai dikerjakan.
Pembangunan akan kembali dilanjutkan setelah rangkaian MTQ berakhir.
"Pengecoran dekat lantai dua telah tuntas, tinggal atap, kubah dan finishing," katanya.
Ia menambahkan, tahapan pekerjaan berikutnya akan difokuskan pada pemasangan atap, kubah serta penyelesaian akhir bangunan agar dapat difungsikan secara optimal sesuai perencanaan.
Sementara itu, Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, berharap pembangunan Astaka dapat selesai lebih cepat sehingga sudah bisa dimanfaatkan saat pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus 2026.
"Kita berharap gedung Astaka ini sudah bisa digunakan saat Festival Pacu Jalur Nasional nanti," ujar Suhardiman.
Baca juga: Stok BBM di SPBU Kuansing Menipis, Pertamina Janji Pasokan Aman Selama MTQ dan Pacu Jalur
Menurut Bupati, keberadaan Astaka tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tribun utama saat penyelenggaraan Pacu Jalur, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai balai serbaguna untuk berbagai kegiatan pemerintahan maupun acara masyarakat.
Dengan desain bangunan dua lantai dan lokasi yang strategis di tepian Sungai Kuantan, Astaka diharapkan menjadi pusat aktivitas publik sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata Tepian Narosa.
Pembangunan Astaka tersebut menelan anggaran sekitar Rp4,1 miliar.
"Setelah rampung, bangunan itu diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Teluk Kuantan yang mempercantik wajah ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi," ujar Suhardiman Amby.
( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW )