Wawancara Eksklusif, Kadir Ungkap Detik-detik Menolong Dua Remaja Tersambar Petir di Karimun
Dewi Haryati June 25, 2026 11:41 PM

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dua remaja di Karimun tersambar petir saat berada di kawasan Pantai KIC (Karimun Investment Corporation) di Teluk Paku, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Rabu (24/6/2026) siang.

Peristiwa tragis yang terjadi saat cuaca buruk itu berakibat fatal. Satu remaja meninggal dunia, seorang lagi kritis dan masih dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah.

Kadir, petugas keamanan PT KIC Karimun, merupakan orang pertama yang memberikan pertolongan terhadap kedua remaja tersebut setelah dimintai tolong oleh rekan korban yang berada di lokasi kejadian.

Bagaimana detik-detik penyelamatan hingga korban dilarikan ke rumah sakit, simak wawancara eksklusif wartawan Tribunbatam.id bersama Kadir. 

TB : TRIBUNBATAM

K : Kadir

TB : Selamat sore Pak Kadir

K : Sore

TB : Pak boleh dijelaskan seperti apa detik-detik evakuasi anak tersambar petir kemarin? 

K : Begini, sekitar pukul 13.00 WIB, saya balik survei dari lapangan. Kebetulan saya mampir ke sini sekitar pukul 13.10 WIB. Pada waktu itu hujan gerimis, kemudian hujan deras dan terus ada petir dua kali. Petir pertama dan kedua. 

Saat hujan deras itu saya masih duduk di sini (Pos Sekuriti). Saya lihat ada tiga anak lewat berlari di situ. Menurut perkiraan saya, dia mau menumpang berteduh, tahu-tahu sampai di sini menangis bertiga tadi. 

“Pak tolong pak," kata anak itu. Ada apa ni kata saya. “Itu ada kawan kami kena petir”. Berapa orang? "Dua orang". Satu budak Sememal, satu lagi budak Teluk Paku. Nah saya tidak ambil kesimpulan lagi, saya terus copot baju, saya naik Honda ini saya terus pergi ke TKP. 

Saya lihat memang betul ada dua anak tergeletak tersambar petir. Yang satu saya tengok kritis terbaring di atas pipa itu, yang satu posisinya di sebelah sini, mungkin dia berdekatan. 

Nah saya ambil kesimpulan, saya ambil dulu yang betul-betul terbaring di atas pipa saya amankan. Saat itu orang belum ramai. Saya panggil sekuriti kawan saya dua orang, Pak Tarmizi dan Pak Heri langsung bergegas ke sana. Begitu datang, saya cari pertolongan. 

Orang pertama yang saya cari Pak RT 01 Teluk Paku, namanya Feri. Dan saya cobe mencari pertolongan mobil. Memang ada, tapi orangnya tak ada. Dan saya ambil kesimpulan saya pergi ke Sememal, Karena kebetulan anak yang satu itu di wilayah Sememal. 

Dan saya lapor sama pak RT, kebetulan pak RT itu keponakan saya, dan beliau bergegas mengambil mobil langsung ke sini untuk evakuasi yang satu tadi, dan satunya lagi sudah dibawa pakai motor ke rumah sakit. 

Nah, korban yang meninggal itu sebelum dibawa ke rumah sakit, dibawa ke rumahnya dulu. Karena pada saat itu masih ada terasa sedikit denyutan, dan mungkin keluarganya untuk memuaskan hati, langsung dilarikan ke rumah sakit. 

Tapi menurut saya yang ke lapangan, ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) langsung, memang anak itu 99 persen tidak bakalan terselamatkan. 

Kemudian saya balik lagi ke sini sampai warga juga ke rumah duka, ke rumah sakit, dan saya dapat informasi, tahu-tahu anak itu tidak dapat tertolong akibat sambaran petir. 

Dan saya balik ke rumah duka dan ke sini lagi, dan pihak kepolisian datang juga untuk evakuasi di lapangan. Dan yang dapat saya bantu itu semampu saya

TB : Oke, pada saat bapak pergi ke TKP pertama kali, keadaan fisik kedua anak ini seperti apa? 

K : Kalau keadaan fisik saya lihat anak satu yang koma ini dia terlantar di tanah kuning itu dan satunya lagi sudah berubah berwarna kebiruan, yang korban meninggal dunia itu. Begitu saya sampai, warna badan sudah biru. 

TB : Apakah ada luka bakar pak ? 

K : Kalau luka bakar saya tidak melihat waktu itu karena saya panik, tapi saya lihat celana sebelah kanan atau kirinya ada kebakar, koyak. Apakah memang itu robek, tapi saya rasa akibat disambar petir itu

TB : Pada saat bapak tiba di TKP, kedua anak ini masih ada atau tidak pergerakannya, walaupun sedikit? 

K : Tak ada sama sekali

TB : Berarti bisa dikatakan pingsan ya pak? 

K : yang satu mungkin pingsan dan yang satu mungkin sudah meninggal 

TB : Kalau boleh tahu pak, pada saat mereka pergi berenang  di kawasan PT, kelihatan tidak mereka masuk? 

K : Saya lihat memang sudah ada masuk ke sini, dan saya sudah melarang. Jangan coba masuk karena cuaca kurang bagus, tapi ya namanya anak, itu lah tadi. 

Mungkin waktu itu cuacanya cerah, tidak ada juga yang menduga tiba-tiba angin kencang, ribut petir. Waktu itu cerah, mungkin sewaktu ke sana cuaca ini berubah, karena waktu ngukur di situ cuaca cerah pukul 13.00 WIB. Kejadiannyakan pukul 13.30 WIB. 

TB : Ada yang mengatakan, mereka dua orang ini duduk di bawah pohon. Tapi ada juga yang bilang mereka terkena (tersambar petir) waktu berenang, itu yang betul yang mana pak? 

K : Kalau saya lihat, mungkin dia habis berenang duduk di bawah pohon. Berarti dia sudah habis berenang naik ke situ, nah karena keadaan basah, dan mungkin di situlah petir itu menyambar waktu dia habis berenang. 

TB : Dan untuk ketiga kawannya ini pak, tahu tidak pak posisi mereka dimana yang minta pertolongan itu? 

K : kalau untuk posisi tiga kawannya ini saya tak tahu posisinya jauh atau tidak. Yang jelas dia lari kemari minta pertolongan bahwa ada temannya yang kena petir. Tapi yang dua orang ini jaraknya tidak jauh sekitar satu meteran

TB : Kalau untuk korban sendiri bapak kenal atau tidak? 

K : Kalau bapaknya saya kenal, kalau anaknya saya kurang tahu. Makanya saya datang ke TKP, saya bagi tahu masyarakat, Pak RT, ada anak saya tak kenal kena petir. Tahu-tahunya anak kawan saya sendiri. 

TB : Dengan adanya kejadian ini, pihak sekuriti di sini bagaimana responnya. Apakah mengimbau warga untuk tidak lagi masuk ke daerah sini atau seperti apa pak? 

K : kami sudah sampaikan ke pak RT setempat, RT Sememal dan semua RT saya sampaikan. Mungkin dalam keadaan saat ini kami sebagai keamanan di area perusahaan ini, yang anak di bawah umur kami tidak perbolehkan masuk lagi. 

Kami tida benarkan masuk lagi karena takut nanti hal-hal menyangkut fatal, kami disalahkan. Kami tidak mau lagi. Kami tidak benarkan lagi anak-anak berenang kalau tidak ada pendamping orang tua. 

TB : Pada saat melakukan evakuasi, apakah bapak melihat ada bekas sambaran petir itu, apakah di pohon, tanah atau apa begitu? 

K : Di TKP tidak ada satu pun, kemungkinan dia dari basah mepet di tepi pipa itu, atau mungin dia main hp mungkin bisa jadi, Informasinya lagi main hp. 

TB : Berarti petir itu tak langsung menyambar ke badan ya pak, karena katanya kalau menyambar bisa gosong? 

K : itu bisa jadi, tapi itu faktor alam kita tidak bisa menduga-duga, tapi saya lihat seluruh badan masih utuh. 

TB : Baik lah Pak Kadir selaku sekuriti di sini, mungkin itu aja yang saya tanyakan. Terima kasih informasinya, lebih kurang saya mohon maaf. Wassalamualaikum wr. wb

K : Waalaikumsalam. (TribunBatam.id/Fairozzamani

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.