Santapan Rohani Amsal 4:20-27, Kaki Orang Benar
Alpen Martinus June 26, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Berjalan dengan Tuhan hidup akan lebih teratur.

Kita bisa menyelesaikan masalah hidup yang mendera.

Semuanya petunjuk ada dalam Alkitab.

Baca juga: Santapan Rohani Pengkhotbah 9:1-12, Tangan Orang Benar

Berikut renungan harian Kristen berjudul kaki orang benar.

Ditulis oleh Boy Borang dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Amsal 4:20-27

“Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” (Amsal 4:26-27).

Lionel Messi merupakan pesepakbola berkebangsaan Argentina yang lahir pada 24 Juni 1987.

Ia meraih popularitasnya sejak usia 21 tahun dan menjadi nominasi Ballon d’Or dan FIFA World Player of the Year.

Dan pada usia 24 tahun, Messi menjadi ujung tombak Barcelona dengan pencetakan score yang bisa dibilang fantastis.

Messi tercatat menjadi pesepak bola dunia pertama yang meraih empat penghargaan FIFA/Ballons d.Or dan 3 European Golden Shoe (breaktime.co.id).

Pertanyaannya, kalau coba dihitung, kira-kira sudah berapa kilometer kah yang ditempuh Messi dengan kaki bolanya yang hebat itu?

Tak ada yang tahu, bahkan Messi pun sendiri tentu tak menghitungnya.

Tetapi yang jelas, ia telah berusaha merawat kakinya dengan baik demi mencetak gol.

Bahkan konon Barcelona berani mengasuransikan kaki Messi seharga 8,4 triliun setiap tahunnya.

Raja Salomo juga berbicara soal kaki yang harus dijaga bukan karena untuk mencetak gol tetapi untuk menghindari kejahatan.

Kalau kaki Messi yang hanya sementara saja di dunia dihargai triliunan, maka seharusnya kaki orang benar lebih mahal lagi karena berurusan dengan kekekalan bukan?

Sebagai seorang raja yang bijaksana Salomo tentu juga mengamati banyak orang salah jalan, sehingga hidup mereka menjadi kacau balau.

Salomo juga mengingatkan dirinya sendiri, sebab terbukti bahwa ia pun sempat salah jalan, ketika integritasnya merosot oleh karena dosa (1 Raja-Raja 11:1-13), padahal tadinya ia seorang pendoa yang setia (1 Raja-Raja 8:22-58).

Tuhan Yesus juga mengingatkan pentingnya kerelaan menanggalkan segala hal termasuk keinginan-keinginan dosa.

Jangan sampai hanya gara-gara kaki berada di jalan dosa, akhirnya jiwa binasa (Matius 18:8).

Saudara, mari kita masing-masing melihat ke belakang dan bertanya, kemana saja kakiku selama hidup ini?

Adakah kaki saya ini telah menjadi berkat bagi banyak orang?

Kita bersyukur kita berada di era modern dengan infra-struktur yang memadai untuk dapat kemana-mana.

Bandingkan pada abad pertama, Yesus sendiri dan murid-murid-Nya banyak berjalan kaki dalam menjalankan misi-Nya.

Rasul Paulus juga, dapat menjelajahi kawasan kekaisaran Romawi dengan banyak jalan kaki.

Infra struktur/transportasi begitu minim, namun mobilitas misi pelayanannya berjalan maksimal.

Bukankah seharusnya kita sekarang lebih maksimal lagi untuk terus melangkah pergi menjadikan sekalian bangsa murid Kristus?

Kita diberkati dengan lirik lagu: “Jalan hidup orang benar diterangi oleh cah’ya firman Tuhan.

Jalan hidup orang benar, semakin terang hingga rembang tengah hari.

Apabila ia jatuh tidaklah dibiarkan sampai tergeletak.

S’bab tangan Tuhan jua yang menopangnya, dan membangunkan dia kembali.”

Ke mana kita mengarahkan langkah kita hari ini? Kita berdoa seperti pemazmur “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan tuntunlah aku di jalan yang rata, oleh sebab seteruku (Mazmur 27:11)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.