Dukung Kesehatan Perempuan, Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Hadirkan Seuramoe Inong Aceh
Ansari Hasyim June 26, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Sejumlah dosen Poltekkes Kemenkes Aceh menghadirkan program Seuramoe Inong Aceh sebagai wadah pendampingan dan skrining kesehatan bagi perempuan, khususnya yang memasuki masa menopause.

Program tersebut digagas untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan sederhana serta memberikan pendampingan kepada perempuan yang memasuki masa menopause.

Kegiatan bertajuk Inisiasi Pembentukan Seuramoe Inong Aceh: Wadah Skrining Penyakit Penyerta Masa Menopause itu berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Aula Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 20 kader kesehatan yang mewakili 20 desa di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang mengikuti pelatihan tersebut.

Baca juga: Aceh Barat Perkuat Sistem Pendampingan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Kegiatan dipimpin oleh Juliastuti bersama anggota tim, yakni Fithriany, Cut Yuniwati, Nurbaiti, dan Burdah.

Acara dibuka oleh Camat Blang Bintang, Subhan, SE., MM, yang didampingi Kepala Puskesmas Blang Bintang, Teuku Muhammad Jakfar, MM.

Dalam sambutannya, Subhan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

Sementara itu, Teuku Muhammad Jakfar menyambut positif terpilihnya Puskesmas Blang Bintang sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan kompetensi kader sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi dan tenaga kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengelolaan wadah Seuramoe Inong Aceh, pemahaman tentang masa menopause, skrining keluhan menopause, edukasi gaya hidup sehat, hingga alur rujukan dan kolaborasi dengan puskesmas.

Ketua tim pengabdian, Juliastuti, mengatakan materi tidak hanya disampaikan oleh tim dosen, tetapi juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Blang Bintang.

“Selain sesi teori, kader juga mengikuti praktik simulasi skrining kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut, hingga wawancara keluhan menopause menggunakan instrumen terstruktur,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan pada perempuan menopause sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan puskesmas.

Juliastuti menjelaskan, pembentukan Seuramoe Inong Aceh merupakan langkah awal untuk menghadirkan wadah yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan perempuan usia menopause.

“Di sini kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini dan edukasi kesehatan di tingkat desa,” katanya.

Ia bersama tim dosen Poltekkes Kemenkes Aceh berharap Seuramoe Inong Aceh dapat berkembang menjadi wadah pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan serta memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan pada masa menopause di Kabupaten Aceh Besar.

Salah seorang kader peserta pelatihan mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kemampuan kader dalam memberikan edukasi dan melakukan skrining kesehatan semakin meningkat. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.