Iran ke Israel: Tinggalkan Lebanon atau Terusir dalam Kekalahan Memalukan
Ansari Hasyim June 26, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, melontarkan peringatan keras kepada Israel agar segera menarik seluruh pasukannya dari Lebanon.

Dalam pernyataannya pada Kamis (25/6/2026), Qaani menegaskan bahwa Lebanon merupakan "tanah keteguhan dan perlawanan" yang tidak akan pernah tunduk pada pendudukan.

Berbicara langsung kepada rakyat Israel, Qaani memperingatkan bahwa jika pasukan Israel tidak meninggalkan Lebanon secara sukarela, mereka akan dipaksa hengkang dengan cara yang lebih memalukan.

"Jika Anda tidak mundur dari Lebanon secara sukarela hari ini, maka besok Anda akan dipaksa melarikan diri dalam kehinaan dan kekalahan telak," ujar Qaani.

Baca juga: Netanyahu Terdesak, Trump Paksa Gencatan Senjata di Lebanon

Ia mengingatkan kembali peristiwa tahun 2000 ketika Israel terpaksa menarik pasukannya dari Lebanon Selatan setelah menghadapi tekanan perlawanan bersenjata.

Qaani juga mengutip pidato mendiang pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, di Bint Jbeil yang pernah menjanjikan kemenangan bagi kelompok perlawanan Lebanon.

"Sebagaimana saya selalu menjanjikan kemenangan kepada Anda, saya menjanjikan kemenangan sekali lagi," kata Qaani mengulang pernyataan Nasrallah.

Menurutnya, janji tersebut masih hidup dan sejarah bisa kembali terulang.

Pernyataan terbaru ini memperkuat sikap yang sebelumnya telah disampaikan Qaani awal pekan ini. Saat itu, ia menegaskan bahwa keberadaan pasukan Israel di Lebanon Selatan hanya akan membawa mereka pada nasib serupa seperti yang terjadi pada tahun 2000.

Iran dan AS Capai Kerangka Koordinasi soal Lebanon

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss menghasilkan sejumlah kesepahaman penting terkait Lebanon.

Menurut Ghalibaf, kedua pihak menyepakati mekanisme koordinasi yang mencakup isu Lebanon, keamanan maritim di Selat Hormuz, serta sejumlah langkah ekonomi yang berkaitan dengan sanksi dan aset Iran yang dibekukan.

Ia mengatakan kerangka koordinasi itu dirancang untuk mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon, sekaligus mengatur mekanisme pascakonflik di lapangan.

Salah satu hasil pembicaraan tersebut adalah rencana pembentukan pusat koordinasi yang bertugas memfasilitasi pemulangan warga Lebanon yang mengungsi serta mengawasi proses penarikan pasukan pendudukan dari wilayah Lebanon.

Selain itu, akan dibentuk mekanisme pemantauan khusus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran gencatan senjata dan memastikan setiap sengketa dapat ditangani melalui prosedur yang terstruktur.

Pernyataan Qaani dan hasil perundingan Iran-AS ini muncul di tengah dinamika keamanan yang masih rapuh di kawasan Timur Tengah, terutama setelah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok-kelompok perlawanan yang didukung Iran di Lebanon.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.