TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Harapan Timnas Bosnia dan Herzegovina untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 kembali terbuka lebar.
Bertanding dalam laga pamungkas Grup B di Stadion Lumen Field, Seattle, skuad berjuluk The Dragons tersebut sukses menghancurkan perlawanan Qatar dengan skor meyakinkan 3-1 pada Kamis 25 Juni 2026.
Pemain muda sensasional berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, menjadi bintang lapangan setelah mencetak gol pembuka yang spektakuler.
Kemenangan ini menempatkan anak asuh Sergej Barbarez di peringkat ketiga klasemen akhir Grup B dengan koleksi 4 poin.
Peluang mereka untuk lolos ke fase gugur kini bergantung pada hasil rekapitulasi peringkat ketiga terbaik dari grup lainnya.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Bosnia langsung tampil dominan dan terus menggempur pertahanan juara Piala Asia tersebut.
Tekanan beruntun berbuah manis pada menit ke-18 ketika Alajbegovic menusuk dari sisi sayap, melewati dua bek lawan, dan melepaskan tendangan kaki kanan melengkung ke pojok gawang Mahmud Abunada.
• Sengit! Hasil Akhir Swiss vs Kanada, Warga Pontianak: Jual Beli Serangan Berujung Tiket 32 Besar
Dominasi Bosnia kian tak terbendung ketika kapten tim Edin Dzeko, yang melakoni laga internasional ke-150-nya, melepaskan tendangan voli yang membentur bek Qatar Sultan Al-Brake pada menit ke-34, melahirkan gol bunuh diri.
Qatar sempat memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum melalui sontekan jarak dekat Hassan Al-Haydos pada menit ke-43.
Memasuki babak kedua, Qatar mencoba memasukkan penyerang andalan Almoez Ali untuk menambah daya gedor.
Namun, disiplinnya lini belakang Bosnia mementahkan seluruh peluang mereka.
Bosnia akhirnya mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-82 lewat gol Ermin Mahmic yang memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Keberhasilan Bosnia menumbangkan Qatar memicu respons menarik dari para pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Zaki, salah satu warga Pontianak yang menyaksikan jalannya laga, mengaku sangat puas dengan performa berkelas yang dipertontonkan Timnas Bosnia saat merontokkan perwakilan Asia tersebut.
"Puas sekali melihat penampilan Bosnia hari ini, mereka benar-benar menghancurkan Qatar secara taktik dan mental. Laga ini membuktikan bahwa Qatar sebenarnya memang selayaknya tidak pantas berada di panggung besar sekelas Piala Dunia. Apalagi kalau mengingat cara-cara tidak fair atau penuh kontroversi yang sering menguntungkan mereka di turnamen sebelumnya. Kalau mau dibandingkan, kualitas permainan mereka masih mending Timnas Indonesia yang main dengan determinasi tinggi dan perjuangan murni," ungkap Zaki dengan tegas saat diwawancarai pasca-pertandingan.
Dominasi mutlak Bosnia dan Herzegovina atas Qatar tergambar jelas melalui catatan statistik resmi pasca-pertandingan yang terlampir pada infografis:
Tembakan: Bosnia (15) – Qatar (9)
Tembakan ke Arah Gawang: Bosnia (5) – Qatar (3)
Penguasaan Bola: Bosnia (55 persen) – Qatar (45 % )
Operan: Bosnia (464) – Qatar (405)
Akurasi Operan: Bosnia (91 % ) – Qatar (88 % )
Pelanggaran: Bosnia (9) – Qatar (14)
Kartu Kuning: Bosnia (1) – Qatar (1)
Kartu Merah: Bosnia (0) – Qatar (0)
Offside: Bosnia (1) – Qatar (3)
Tendangan Sudut: Bosnia (5) – Qatar (5)
Berdasarkan statistik tersebut, Bosnia unggul mutlak dalam penciptaan peluang dengan melepaskan 15 tembakan (5 on target).
Akurasi operan yang menyentuh angka 91?ri total 464 aliran bola membuktikan bahwa lini tengah The Dragons bermain sangat rapi dalam mendikte permainan, memaksa Qatar melakukan hingga 14 kali pelanggaran akibat frustrasi.
Dengan hasil pertandingan krusial ini, berikut komposisi final di papan klasemen Grup B:
Swiss: 7 Poin (Main 3, Menang 2, Seri 1, Kalah 0, Gol 7-3) — Lolos Otomatis
Kanada: 4 Poin (Main 3, Menang 1, Seri 1, Kalah 1, Gol 8-3) — Lolos Otomatis
Bosnia dan Herzegovina: 4 Poin (Main 3, Menang 1, Seri 1, Kalah 1, Gol 5-6) — Menunggu Peringkat 3 Terbaik
Qatar: 1 Poin (Main 3, Menang 0, Seri 1, Kalah 2, Gol 2-10) — Resmi Tersingkir
Kekalahan telak ini memastikan Qatar terbenam di dasar klasemen sebagai juru kunci dengan hanya mengemas 1 poin dan kebobolan hingga 10 gol, sekaligus menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. (*)