Pembongkaran Sekretariat RW01 Cikini Demi SPPG, Warga Menolak, Ketua RT: Dibuat Lebih Layak Lagi
ninda iswara June 26, 2026 05:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Penolakan terhadap rencana pembongkaran Sekretariat RW01 Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mulai terlihat dari spanduk yang dipasang warga di lokasi.

Spanduk tersebut terbentang tepat di depan gedung sekretariat dengan tulisan, "Kami Warga RW01 Cikini MENOLAK Pembongkaran/Penggusuran Kantor Sekretariat RW01".

Keberadaan spanduk itu menjadi bentuk protes sebagian warga yang merasa keberatan dengan rencana penggusuran bangunan tersebut.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, Sekretariat RW01 yang berada di Jalan Kalipasir, Cikini, berdiri tepat di depan area pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pembangunan fasilitas pendukung program pemerintah itu kini hampir selesai dikerjakan.

Baca juga: BGN Cilacap Buka-Bukaan Soal Status Asli 114 SPPG yang Disebut Fiktif: Semua Punya ID Resmi Pusat!

Sejumlah bagian bangunan telah rampung, sementara akses masuk menuju lokasi masih berupa jalan berbatu yang tengah dalam tahap penyelesaian.

Rencana pembongkaran sekretariat RW disebut berkaitan langsung dengan keberadaan proyek SPPG tersebut.

Bangunan sekretariat dinilai berada di titik yang berdekatan dengan area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Posisi gedung yang membelakangi area dapur SPPG disebut menjadi salah satu alasan munculnya wacana penggusuran.

Langkah itu diduga dilakukan untuk memperlancar akses keluar-masuk menuju fasilitas pelayanan gizi tersebut.

Namun, rencana tersebut memicu penolakan dari sebagian warga yang menilai keberadaan sekretariat RW masih dibutuhkan sebagai pusat kegiatan lingkungan.

Karena itu, warga memilih menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka melalui pemasangan spanduk penolakan.

Aksi tersebut menjadi sorotan di tengah hampir rampungnya pembangunan SPPG di kawasan Cikini.

Perbedaan pandangan antara kebutuhan proyek dan kepentingan warga kini menjadi perhatian di lingkungan setempat.

TribunJakarta.com kemudian meminta keterangan kepada Ketua RT08 RW01, Helen, selaku pengurus lingkungan yang bertanggung jawab di area pembangunan SPPG dan Sekretariat RW tersebut.

"Saya kenapa bisa menceritakan hal ini karena sebenarnya saya sangat terlibat di dalamnya," kata Helen, Kamis (25/6/2026). 

Helen menegaskan, tidak ada rencana relokasi sekretariat RW01 akibat pembangunan SPPG. 

Yang ada justru pihak SPPG meminta "tukar guling", kantor sekretariat RW ke lokasi yang sebenarnya hanya bergeser sekitar satu meter dari lokasi semula. 

"Kita harus garis bawahi, tidak dibongkar dan tidak digusur. Bahasa relokasi itu adalah membuat posisi yang lebih stabil sehingga bisa mendukung keberadaan lingkungan ini," ungkapnya. 

Helen bahkan menunjukkan langsung lokasi gedung sekretariat RW baru yang sudah dibangun, lokasinya berada di belakang dari gedung lama. 

Pemindahan lokasi kantor sekretariat RW ini dimaksudkan untuk mempermudah akses masuk SPPG, tetapi tidak menghilangkan fasilitas publik uang sudah ada. 

"Dengan relokasi yang baru ini itu sudah dibuat lebih layak lagi, ada terasnya, kantor sekretariat itu memang biasanya digunakan untuk kegiatan posyandu," ujar dia. 

Helen memastikan, proses "tukar guling" ini dipastikan sudah melalui tahapan yang panjang dan melibatkan seluruh ketua RT dan RW setempat. 

Baca juga: Pemilik & Pegawai SPPG Resah, Tak Ada Pemasukan Selama MBG Libur, DPRD Banyumas Bantu Lapor ke BGN

RELOKASI SEKRETARIAT RW - Muncul penolakan relokasi Sekretariat RW01 Cikini untuk Pembangunan SPPG, Ketua RT01, Helen, memberikan penjelasan bahkan relokasi hanya pemindahan sekitar satu meter. Kamis (25/6/2026). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Bahkan lanjut dia, tokoh masyarakat setempat juga dilibatkan untuk meminta persetujuan sebelum dilakukan pembangunan. 

Sebagai informasi, kantor sekretariat RW01 dibangun oleh pengurus RW sebelumnya bernama Erwandi. 

Lahan yang digunakan merupakan hibah dan sudah dijadikan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) warga. 

Untuk itu, proses pemindahan lokasi kantor sekretariat pun dilakukan melalui prosedur persetujuan yang panjang. 

"Dan kita tidak tinggal diam dengan hal itu. Kita perkuat dengan surat pernyataan beliau (Erwandi), bahwasanya beliau sangat mendukung program ini di mana bisa menyerap tenaga kerja di lingkungan ini," tegas dia. 

Helen menyebut, riak penolakan yang muncul belakangan dianggapnya sebagai sesuatu yang dilebih-lebihkan. 

Orang-orang yang menolak pun sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan pertemuan, tetapi ketika pengurus lingkungan telah sepakat baru muncul penolakan. 

"Tujuannya sih kalau menurut saya positif (pemindahan sekretariat RW demi SPPG), cuma kalau memang ada pun orang-orang di luar pemikiran saya, berhak saja tapi kita punya dasar pemikiran lho, hidup ini bukan hanya pribadi. Kita harus memikirkan orang lain juga," tegas dia. 

(TribunTrends/TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.