Sopir Ngantuk, Truk Muatan Baja 65 Ton Tabrak Jembatan Kali Bodri 
M Syofri Kurniawan June 26, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebuah truk trailer bermuatan baja seberat 65 ton menabrak tiang jembatan Kali Bodri di jalan pantura Cepiring, Kabupaten Kendal, arah Semarang, Kamis (25/6/2026) subuh.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun bagian kabin truk trailer berpelat nomor B 9065 PEO ringsek parah dan hampir terbalik ke badan jalan.

Terlihat pula beton pelindung tiang baja jembatan remuk akibat benturan keras.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro mengatakan, sopir truk trailer, Sundarto (33), warga Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, itu diduga mengalami microsleep.

"Tidak ada korban jiwa, sopir mengantuk," kata Heru kepada Tribun Jateng, Kamis.

Heru menerangkan, kejadian bermula ketika truk melaju dari arah Jakarta membawa muatan baja seberat 65 ton.

Rencananya, muatan baja itu akan dibawa ke Surabaya. 

Namun setiba di jalan pantura Cepiring Kendal, sopir nekat berkendara meski dalam keadaan mengantuk.

Sopir yang tak bisa menguasai laju kendaraannya lalu menabrak tiang jembatan Kali Bodri sisi utara arah Semarang.

"Pengakuan sopir, ngantuk, lalu nabrak tiang jembatan," tutur Heru.

Dia menduga, sopir hendak menghindari pembatasan kendaraan berat di pantura Kendal sehingga memaksa berkendara meski dalam kondisi mengantuk.

Aturan pembatasan kendaraan itu sebelumnya telah diterapkan mulai pukul 06.00-08-00.

"Biasanya sopir beristirahat di pinggiran jalan pantura Kaliwungu, ada rumah makan di sana yang bisa digunakan untuk parkirm" paparnya.

Hingga siang ini, jalur Pantura Cepiring menuju Semarang mengalami ketersendatan akibat kabin truk trailer yang masuk ke badan jalan.

Heru menambahkan, saat ini proses pemindahan kendaraan masih menunggu pihak perusahaan yang akan memindahkan muatannya ke truk lain.

"Kami sudah koordinasi, dari pihak perusahaan akan segera evakuasi karena kan itu muatan berat," imbuhnya.

Heru berpesan agar para sopir tak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika dalam keadaan mengantuk.

"Setiap empat jam harus istirahat karena rawan mengantuk," tandasnya. (Agus Salim Irsyadullah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.