TRIBUNKALTIM.CO - Penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR di Kabupaten Bandung, bermula dari kejelian seorang anggota kepolisian yang mengenali wajah pelaku dari foto yang beredar luas di media sosial.
Temuan itu kemudian menjadi titik awal pengungkapan keberadaan buronan tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Jatinangor Ipda Hendi Setiawan lantas berupaya memastikan identitas pria dalam foto tersebut dengan menghubungi sejumlah warga yang dikenalnya.
Informasi yang diperoleh mengarah pada Taufik Hidayat, yang diketahui pernah dikenal Hendi saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kecamatan Pacet.
Baca juga: Siapa Dadang? Mantan Bos yang Berperan dalam Penangkapan Taufik Hidayat, Ikhlas Lepas Rp250 Juta
Setelah identitas pelaku dipastikan, polisi menyusun langkah untuk melacak lokasi persembunyiannya.
Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan komunikasi antara Taufik dan mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail, yang masih sesekali dihubungi pelaku meski menggunakan nomor telepon berbeda setiap kali menghubungi.
"Saya melihat foto pelaku yang viral di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya seperti orang yang saya kenal. Untuk memastikan, saya menanyakan kepada beberapa masyarakat yang dekat dengan saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar itu Taufik," kata Hendi saat ditemui Tribun Jabar.id, di Mapolsek Jatinangor, Kamis (25/6/2026).
Setelah memastikan identitas pelaku, Hendi mulai membangun jaringan informasi untuk melacak keberadaan Taufik yang saat itu masih dalam pencarian polisi.
Ia intens berkomunikasi dengan Dadang dan sejumlah warga. Dari informasi yang diperoleh, Taufik diketahui sesekali menghubungi Dadang, yang pernah menjadi atasannya di sebuah perusahaan.
Namun komunikasi itu berlangsung tidak menentu karena pelaku selalu menggunakan nomor telepon berbeda.
"Setiap kali menghubungi, nomornya selalu berganti-ganti. Ketika nomor itu dihubungi kembali, sudah tidak aktif. Jadi hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang," ujarnya.
Baca juga: Terlibat Penangkapan Taufik Hidayat, Dadang Minta Uang Sayembara Rp250 Juta Dedi Mulyadi untuk YTR
Menyadari peluang tersebut, Hendi bersama Dadang menyusun strategi agar dapat mengetahui keberadaan Taufik. Ia meminta Dadang segera memberi kabar setiap kali dihubungi pelaku.
Kesempatan itu akhirnya datang pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dadang menghubungi Hendi dan memberi tahu bahwa Taufik mengajaknya bertemu.
Mendapat informasi tersebut, Hendi langsung mengarahkan Dadang agar mengikuti skenario yang telah disusun untuk memastikan pelaku datang ke lokasi yang mudah dipantau.
"Saya arahkan Pak Dadang untuk menemui pelaku dengan cara-cara tertentu yang sebelumnya sudah kami sepakati. Tujuannya agar keberadaan pelaku bisa diketahui dan dia mau datang ke lokasi yang kami tentukan," katanya.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah diarahkan, yakni di sekitar kediaman Dadang.
Mendapat kepastian itu, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat untuk bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung berangkat menuju titik pertemuan.
Baca juga: Geram! DPR Desak Taufik Hidayat Dihukum Maksimal dan Usut Keterlibatan Pihak Lain
Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik.
Saat itulah Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar langsung melakukan penangkapan.
"Begitu Pak Dadang dan Taufik datang, pelaku langsung kami amankan bersama anggota Resmob Polda Jabar," ujarnya.
Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa terlebih dahulu ke rumah Dadang sebelum selanjutnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peran Hendi dalam kasus tersebut menjadi salah satu kunci terungkapnya keberadaan Taufik yang sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat dan sulit dilacak aparat. (*)