Penampakan Wajah Pria Misterius yang Diduga Antar Ruly di Bandara Juanda Terungkap, Polisi Dalami
Rendy Nicko Ramandha June 26, 2026 10:39 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo kini mendalami sosok pria misterius yang terekam kamera CCTV mengendarai mobil dinas tempat jasad Ruly Yunis Setiawati, 50, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman PRKP Kabupaten Bangkalan, ditemukan di parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima keluarga dan kuasa hukum, pria tersebut terlihat mengenakan masker abu-abu, kacamata bingkai hitam lensa bening, dan kaus lengan pendek biru dengan garis merah-putih di bagian tengah. Ia duduk di kursi pengemudi, tangan kiri memegang setir yang melingkar jam tangan, tangan kanan menjulur keluar lewat jendela yang terbuka, lalu menoleh ke arah kamera.

Mobil Toyota Innova hitam nopol M 1090 GP itu diketahui milik Pemkab Bangkalan dan masuk area parkir T1 sejak Sabtu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB. Jenazah Ruly ditemukan di kursi penumpang depan kiri empat hari kemudian dalam kondisi pembusukan lanjut.

“Kita masih selidiki, mohon waktu,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma.

Baca juga: Sosok Perempuan yang Meninggal dalam Mobil di Bandara Juanda Terungkap, Bukan Orang Sembarangan

Jejak Terakhir dan Keterangan Kuasa Hukum

Kuasa hukum keluarga Risang Bima Wijaya menyebut pria dalam rekaman tidak dikenal keluarga maupun rekan kerja korban. “Keluarga tidak ada yang mengenal atau mengetahui sosok dalam CCTV. Dipastikan bukan teman kerja korban,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Risang, setelah memarkir mobil, pria itu meninggalkan bandara menggunakan taksi online. “Setelahnya pria misterius naik taksi online tinggalkan lokasi,” katanya.

Jenazah Ruly pertama kali dicurigai pengemudi ojek online karena bau menyengat dan cairan yang menetes dari bawah mobil. Setelah didekati, jasad terlihat di kursi depan penumpang. Evakuasi dilakukan tim gabungan SAR Bandara Juanda, Inafis Polda Jatim, dan Polsek Sedati sebelum dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk autopsi.

Hasil Autopsi Luar: Indikasi Asfiksia dan Luka Akibat Benda Tumpul

Hasil pemeriksaan luar dari RS Pusdik Bhayangkara Porong, Kamis 25/6/2026 sore, mencatat sejumlah temuan. Kuasa hukum Risang membeberkan adanya luka robek pada cuping telinga kiri diduga akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah.

“Lazim pada kematian yang dipicu mati lemas. Ada juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama, ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia,” jelas Risang.

Dokumen autopsi luar juga memperkirakan korban meninggal lebih dari 2x24 jam atau hingga tiga hari sebelum dievakuasi. Pemeriksaan dinding lambung menunjukkan warna merah kehitaman dan tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh. Uji kosmalin pada otot tangan kanan tampak merah pucat. Swab vagina negatif sperma dan korban tidak dalam kondisi hamil, membantah spekulasi yang beredar di media sosial.

Risang menegaskan keluarga masih menunggu hasil autopsi menyeluruh termasuk uji toksikologi dari Laboratorium Forensik Surabaya untuk memastikan sebab, cara, dan mekanisme kematian. 

“Sebelum ada hasil autopsi menyeluruh, saya tidak bisa menyimpulkan. Namun hasil pemeriksaan luar disebutkan di situ korban mati lemas yang disebabkan banyak hal, bisa dibekap, ada kekerasan benda tumpul yang diduga dipukul dengan tangan hingga anting di telinga kiri hilang. Jadi meski lemah, namun ada indikasi ada sebab kematian yang tidak wajar,” pungkasnya.

Polisi saat ini mengamankan rekaman CCTV pintu masuk bandara, data transaksi parkir, dan barang bukti ponsel serta dompet korban. Penyidikan diarahkan untuk menelusuri identitas pria misterius dan rangkaian peristiwa sebelum mobil di parkiran di Juanda.

(Tribun Jatim Network)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.