Bukan Eks Bos, Sosok Ini yang Pertama Kenali Wajah Taufik Hidayat, Dadang Sampai Takut Ketemu KDM
Vivi Febrianti June 26, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mantan atasan Taufik Hidayat (30), Dadang Ahyar Ismail ternyata bukan satu-satunya sosok yang berperan dalam penangkapan tersangka penganiayaan dan penyekapan wanita asal Bandung Yuvita Tri Rezeki (29).

Dadang diminta bantuan oleh anggota polisi untuk memancing kemunculan Taufik Hidayat.

Sempat mengaku mengantarkan Taufik Hidayat menyerahkan diri, Dadang pun mendadak takut bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.

Apalagi Polda Jawa Barat menegaskan kalau Taufik Hidayat bukan menyerahkan diri, melainkan ditangkap.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan

"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay)," katanya.

Hendra juga mengatakan kalau Dadang Ayhar merupakan saksi kunci dalam kasus ini.

"Itu salah satu saksi dan akan kami lakukan pemeriksaan. Ini secara visual sudah dilakukan pemeriksaan tapi akan ada tindaklanjut lagi," katanya.

Taufik Hidayat diamankan oleh jajaran Polda Jabar di rumah Dadang Ahyar Ismail, Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).

Di rumah itu, kata Dadang, dirinya membujuk Taufik sebelum akhirnya menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

"Sebelum menyerahkan diri itu. TH itu sebenarnya sempat menelepon saya beberapa hari lalu. Dia bilang, dia viral se-Indonesia. Terus harus gimana, dia bilang ke saya minta bantuan perlindungan ke saya," ujarnya dikutip dari Tribun Jabar.

Dadang pun kemudian memberi masukan kepada Taufik untuk menyerahkan diri agar tidak terjadi hal yang lebih parah.

"Saya bilang ke TH, pertama, kamu misalkan mau terus lari sampai kapan, pasti capek. Kedua, karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan bisa dihakimi sampai mati. Ketiga, semisalnya ketangkap polisi, kayak di TV  bisa ditembak," katanya.

Meski begitu, lanjut Dadang, TH rupanya sempat tak kunjung menyerahkan diri.

Hingga akhirnya para Selasa (23/6/2026), Taufik tiba-tiba muncul di rumah Dadang.

"Pagi-pagi, saya mau berangkat kerja dia sudah di sini. Saya bingung karena saya mau berangkat kerja, dan belum nelfon polisi. Akhirnya saya bilang ke TH, 'kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri'," ujarnya.

Barulah pada sore harinya, Dadang mengatakan, pihak kepolisian sudah datang ke rumahnya.

Baca juga: Peran Ayah di Kejahatan Taufik Hidayat, Pria Potong Bibir Wanita, Bela Anak Meski Salah: Ganteng

Lalu, beberapa saat setelah itu, TH datang ke rumahnya dan langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian di Komplek Griya Pesona.

"Jadi perjanjiannya itu saya sama TH, dia menyerahkan diri, tapi saya ikut mendampingi. Akhirnya pada saat itu, saya ikut dari belakang saat TH dibawa. Dia kooperatif. Dia menyerahkan diri dan saya juga ikut mendampingi," katanya.

Soal sayembara yang dilakukan KDM, Dadang mengaku tidak mengharapkan uangnya.

"Kalau diberikan oleh Pak Dedi, uangnya saya berikan pada korban," ujar Dadang saat diwawancarai Tribun Jabar, Rabu (24/6/2026).

Dadang pun awalnya berjanji akan bertemu dengan Dedi Mulyadi, namun mendadak dibatalkan.

Padahal keduanya sudah janjian untuk bertemu di rumah KDM.

"Kemarin itu muncul Pak Dadang, saya hari ini sebenarnya ngundang Pak Dadang, tapi karena Pak Dadangnya waktu awal menyanggupi ketemu saya, tiba-tiba membatalkan tidak mau ketemu, ya tidak masalah," kata KDM di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (25/6/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, penangkapan Taufik ini ada peran besar dari pihak kepolisian.

"Karena kan menyangkut akses perbankan, ada transaksi yang dilakukan oleh Taufik, kemudian dia ngambil uang, dari ngambil uang kan terdeteksi wajahnya," ucap KDM.

Ada peran polisi

Fakta baru terungkap, bahwa penangkapan Taufik ternyata berawal dari kejelian Kanit Reskrim Polsek Jatinangor Ipda Hendi Setiawan saat melihat foto buronan yang beredar di media sosial.

Ia mengaku mengenali wajah pelaku dan berusaha memastikan ke sejumlah warga yang dikenalinya, termasuk Dadang Ahyar Ismail.

Kepada Hendi, Dadang pun membenarkan kalau pria yang jadi DPO itu benar adalah Taufik Hidayat.

Hendi mengaku kenal dengan Taufik saat masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

"Saya melihat foto pelaku yang viral di media sosial. Setelah saya perhatikan, wajahnya seperti orang yang saya kenal. Untuk memastikan, saya menanyakan kepada beberapa masyarakat yang dekat dengan saya, salah satunya Pak Dadang, dan ternyata benar itu Taufik," kata Hendi dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (26/6/2026).

Rupanya, Taufik diketahui sesekali menghubungi Dadang yang merupakan mantan atasannya dengan nomor berbeda-beda.

Baca juga: Alasan Dedi Mulyadi Tak Beri Uang Sayembara Taufik Hidayat ke Dadang : Peran Polda Paling Besar

"Setiap kali menghubungi, nomornya selalu berganti-ganti. Ketika nomor itu dihubungi kembali, sudah tidak aktif. Jadi hanya pelaku yang tiba-tiba menghubungi Pak Dadang," ujarnya.

Menyadari peluang itu, Hendi bersama Dadang menyusun strategi agar dapat mengetahui keberadaan Taufik Hidayat.

Hingga akhirnya pada Selasa (23/6/2026), Dadang menghubungi Hendi dan memberi tahu kalau Taufik mengajaknya bertemu.

Mendapat informasi tersebut, Hendi langsung mengarahkan Dadang agar mengikuti skenario yang telah disusun untuk memastikan pelaku datang ke lokasi yang mudah dipantau.

"Saya arahkan Pak Dadang untuk menemui pelaku dengan cara-cara tertentu yang sebelumnya sudah kami sepakati. Tujuannya agar keberadaan pelaku bisa diketahui dan dia mau datang ke lokasi yang kami tentukan," katanya.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Dadang kembali menghubungi Hendi dan memastikan Taufik bersedia datang ke lokasi yang telah diarahkan, yakni di sekitar kediaman Dadang.

Mendapat kepastian itu, Hendi segera menghubungi anggota Resmob Polda Jawa Barat untuk bergerak menuju lokasi yang sama. Ia juga langsung berangkat menuju titik pertemuan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang tiba bersama Taufik.

Saat itulah Hendi bersama anggota Resmob Polda Jabar langsung melakukan penangkapan.

"Begitu Pak Dadang dan Taufik datang, pelaku langsung kami amankan bersama anggota Resmob Polda Jabar," ujarnya.

Setelah diamankan, Taufik sempat dibawa terlebih dahulu ke rumah Dadang sebelum selanjutnya diserahkan dan dibawa ke Markas Polda Jawa Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peran Hendi dalam kasus tersebut menjadi salah satu kunci terungkapnya keberadaan Taufik yang sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat dan sulit dilacak aparat.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.