Kreativitas seorang baker bisa terlihat dari deretan kue yang dihasilkan. Bagi Nurliza, kemampuannya jelas terlihat pada cake motif batik super detail dan cantik yang ia buat!
Motif batik tak hanya bisa dilukis atau dicetak di atas kain, tapi juga kue yang menjadi 'kanvas'nya. Hal inilah yang dilakukan baker Malaysia bernama Nurliza Mohd Jonis.
Dikutip dari (25/6), lewat merek Crazepop, Nurliza mengubah cake batik menjadi seni yang dapat dimakan. Ia menggambar desain rumit yang terinspirasi batik langsung di atas setiap kue.
Wanita 46 tahun asal Johor ini mulai hobi baking sejak 2013, sambil menekuni pekerjaan penuh waktu sebagai desainer grafis. Ia terinspirasi mendirikan Crazepop dari permintaan seorang pelanggan.
"Dengan serius, saya menantang diri sendiri untuk mengubah cake batik menjadi sebuah karya seni sejati, menciptakan desain yang mewujudkan esensi warisan Malaysia melalui kreativitas dalam seni kuliner," ujarnya.
Sekilas, cake batik buatan Nurliza sering kali dikira sebuah lukisan alih-alih kue yang benar-benar bisa dimakan. Setiap desainnya memiliki konsep yang dikembangkan selama sekitar 10 menit hingga beberapa jam, tergantung tingkat kerumitannya.
Nurliza melukis satu per satu motif batik di atas kue. Foto: Nurliza Mohd Jonis via Says
|
Setelah desain ditetapkan, ia menggambar semuanya dengan tangan langsung di atas kue. Untuk cake batik standar ukuran sekitar 17 cm, proses dekorasi saja bisa memakan waktu 1-2 jam. Durasi ini bakal lebih lama untuk motif yang lebih rumit.
Menariknya, kue Nurliza tidak akan pernah ada yang persis sama karena semua digambar dengan tangan. Butuh kemampuan dan ketelitian tingkat tinggi untuk melakukannya.
Menurut Nurliza, salah satu tantangan terbesar adalah membantu pelanggan memahami waktu, detail, dan keahlian di balik setiap karya.
"Harga mencerminkan keahlian, seni, dan bahan-bahan premium di balik setiap cake batik," jelasnya. Untuk kue ukuran 17 cm, Nurliza menjualnya mulai dari RM120 atau sekitar Rp525 ribu, tergantung kerumitan dan kustomisasi.
Salah satu cake batik buatannya bahkan sudah sampai ke keluarga kerajaan. Ia dapat pesanan kue perayaan ulang tahun Sultan Kedah.
Nurliza pernah membuat cake batik untuk perayaan ulang tahun Sultan Kedah. Foto: Nurliza Mohd Jonis via Says
|
"Di antara lebih dari 30 kue yang disajikan pada acara tersebut, kue ini adalah satu-satunya kue yang dipilih oleh istana untuk disajikan dan dinikmati," tuturnya. Ia pun merasa bangga akan hal ini.
Bicara soal mimpi, Nurliza ingin membuat cake pernikahan motif batik yang megah. "Mimpi saya adalah menciptakan kue pernikahan batik empat tingkat, yang dihiasi dengan indah dengan desain rumit yang terinspirasi batik dari atas hingga bawah," katanya.
Menurutnya, karya ini akan menjadi bentuk perayaan warisan Malaysia. Kue batik tradisional bakal jadi pusat perhatian yang megah dan layak untuk acara sekali seumur hidup.
Disinggung soal kariernya kini, Nurliza mengaku sebenarnya tidak pernah bercita-cita jadi seorang baker alias pembuat kue. Ia hanya terus menekuni seni tersebut.
"Di balik Crazepop ada seorang wanita yang tidak menikmati memasak, tetapi selalu menyukai menciptakan karya seni," katanya.
Hanya dengan modal microwave di rumah dan cokelat sebagai medianya, apa yang dimulai sebagai hobi perlahan-lahan berkembang menjadi bisnis seni kuliner yang lengkap.







