TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Sejak dipercaya memimpin Polres Gowa pada 2025, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menghadapi berbagai persoalan keamanan yang menyita perhatian publik.
Mulai dari kriminalitas jalanan, kasus viral di media sosial, hingga pengungkapan kejahatan ekonomi dan tambang ilegal.
Gaya kepemimpinan Aldy Sulaiman dikenal responsif dan aktif turun langsung ke lapangan.
Aldy beberapa kali menjadi sorotan karena penanganan cepat terhadap perkara yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Setahun di Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dimutasi jadi Kapolres Majalengka Polda Jawa Barat.
Posisi Kapolres Gowa dipercayakan kepada AKBP Dr. Muh. Yusuf Usman
AKBP Yusuf Usman sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagren Bagrenmin Korsabhara Baharkam Polri.
Mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi, pembinaan karier, serta kebutuhan organisasi di lingkungan Polri.
AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menjabat Kapolres Gowa sekira satu tahun dua bulan
Profil dan Rekam jejak Aldy Sulaiman
Jejak Karier Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman
AKBP Muhammad Aldy Sulaiman lahir di Medan pada September 1985.
Perwira menengah Polri ini resmi menjabat sebagai Kapolres Gowa usai menjalani serah terima jabatan pada 9 April 2025.
Ia menggantikan pejabat sebelumnya, AKBP Reonald Simanjuntak.
Aldy merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006, yang dikenal sebagai angkatan penuh semangat dan dedikasi.
“Dinas pertama di Polda Bengkulu. Di sana saya pernah menjabat beberapa posisi, termasuk Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian,” katanya saat menjadi narasumber podcast di Tribun-Timur.com, Selasa (29/4/2025).
Ia pernah dipercaya memimpin Unit Pidana Umum, lalu menangani bagian pembinaan dan operasional di Satuan Reserse Kriminal.
“Terakhir saya menjabat Kapolsek di Kecamatan Sukaraja, Polda Bengkulu,” ucapnya.
Tak lama setelah itu, kata dia, lulusan Akpol tahun 2006 masih dianggap belum setara dengan pendidikan strata satu.
“Kemudian alhamdulillah kami diberikan kesempatan mengikuti pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta,” ujarnya.
Usai menuntaskan pendidikannya, Aldy dipromosikan ke Polda Jawa Timur.
Ia dipercaya menjadi tenaga pendidik di Sekolah Polisi Negara Mojokerto selama lebih dari setahun.
Kemudian menjabat Kasat Reskrim di Polres Malang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Kediri.
“Kami kembali ditarik ke Polda Jawa Timur dan diberi amanah sebagai Kanit Asusila, Kanit Premanisme, dan terakhir Kanit Perjudian di Ditreskrimum Polda Jatim,” katanya.
Setelah itu, Aldy dipromosikan menjadi tenaga pendidik di Mabes Polri.
“Efektifnya kurang dari sebulan kami dipromosikan menjadi Kepala Subbagian Provost di Lemdiklat Polri. Tak lama kemudian, alhamdulillah kembali dipromosikan sebagai Koordinator Staf Pimpinan dari Pak Purn. Komisaris Jenderal Polisi Prof. Riko Amelza,” ucapnya.
Aldy juga pernah menjabat sebagai Sespri Kabaharkam Polri, Komjen Pol (Purn) Alistianto.
Setelah lulus pendidikan Sespimen di Lembang, ia kembali bertugas di Baharkam Polri sebagai Subdit Binkamsa Ditbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri.
“Setahun setelah dinas di sana, saya diangkat menjadi Kapolres Gowa. Jadi Kapolres harus menjadi teladan bagi anggota dan masyarakat,” bebernya.
Ia mengaku, setelah menjabat Kapolres Gowa, dirinya langsung silaturahmi dengan tokoh ulama dan masyarakat untuk mengetahui tantangan selama menjabat.
Berikut sejumlah kasus besar dan viral yang ditangani Polres Gowa di bawah kepemimpinannya.
1. Viral Oknum Polisi Diduga Minta Uang ke Pengendara
Kasus ini mencuat setelah video seorang anggota Satlantas Polres Gowa diduga meminta uang kepada pengendara perempuan beredar luas di media sosial. Video tersebut memicu reaksi publik karena dinilai mencoreng citra kepolisian.
Menanggapi hal itu, AKBP Aldy langsung mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara anggota yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan Propam.
“Kalau memang terbukti melanggar, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” ujar Aldy kepada wartawan.
Langkah cepat itu mendapat apresiasi publik karena dianggap menunjukkan keseriusan Polres Gowa menjaga disiplin internal dan kepercayaan masyarakat. Kasus tersebut terjadi di Jalan Poros Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa pada April 2026.
Penggerebekan Tambang Ilegal yang Berujung Kecelakaan Rombongan Kapolres
Operasi penindakan tambang ilegal di wilayah Bontonompo menjadi perhatian publik setelah mobil rombongan Kapolres Gowa mengalami kecelakaan saat menuju lokasi penggerebekan.
Meski sempat terjadi insiden di perjalanan, operasi tetap dilanjutkan. AKBP Aldy diketahui turun langsung memimpin tim gabungan dalam penindakan aktivitas tambang ilegal yang diduga merusak lingkungan.
“Kami akan menindak tegas segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Kasus ini semakin viral karena memperlihatkan keterlibatan langsung Kapolres dalam operasi lapangan berisiko tinggi. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa pada Mei 2025.
Kasus Oknum Polisi Digerebek Istri di Rumah Kos
Publik Sulawesi Selatan sempat dihebohkan dengan viralnya video penggerebekan seorang oknum anggota polisi oleh istrinya sendiri di sebuah rumah kos di Gowa.
Kasus itu menjadi perbincangan luas di media sosial karena melibatkan anggota kepolisian aktif. AKBP Aldy memastikan Propam turun tangan melakukan pemeriksaan etik terhadap oknum tersebut.
“Siapa pun anggota yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan,” katanya kepada wartawan.
Penanganan cepat perkara internal itu disebut penting untuk menjaga integritas institusi Polri di tengah sorotan publik. Kasus tersebut terjadi di Kabupaten Gowa pada April 2026.
Penanganan Kasus Main Hakim Sendiri terhadap Terduga Pelaku Rudapaksa
Salah satu kasus paling menyita perhatian publik terjadi ketika seorang pria yang diduga sebagai pelaku rudapaksa tewas setelah diamuk massa dan diseret keliling kampung oleh warga yang emosi.
Video kejadian tersebut menyebar luas dan memicu perhatian nasional. Polres Gowa langsung menerjunkan personel untuk mengamankan situasi sekaligus melakukan penyelidikan terhadap aksi main hakim sendiri tersebut.
“Kami memahami emosi masyarakat, tetapi penanganan tindak pidana tetap harus melalui proses hukum,” ujar AKBP Aldy.
Kasus ini menjadi ujian besar bagi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meredam emosi warga. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa pada Desember 2025.
Pengungkapan Penyelundupan BBM Subsidi
Polres Gowa juga mengungkap praktik penyelundupan BBM subsidi jenis solar dalam jumlah besar. Modus pelaku yakni membeli BBM subsidi berulang kali di sejumlah SPBU menggunakan kendaraan berbeda, lalu menjual kembali dengan harga lebih tinggi.
Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan penyalahgunaan subsidi pemerintah. AKBP Aldy menegaskan praktik tersebut sangat merugikan masyarakat dan negara.
“BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk disalahgunakan demi keuntungan pribadi,” tegasnya.
Pengungkapan tersebut memperlihatkan fokus Polres Gowa tidak hanya pada kriminalitas jalanan, tetapi juga kejahatan ekonomi yang berdampak luas terhadap masyarakat. Kasus itu diungkap di wilayah Kabupaten Gowa pada September 2025.
Operasi Pekat dan Penangkapan Ratusan Pelaku Kriminal
Pada awal masa kepemimpinannya, AKBP Aldy menggencarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di berbagai wilayah rawan kriminalitas di Gowa.
Dalam operasi itu, ratusan pelaku berhasil diamankan dari berbagai kasus, mulai dari premanisme, pencurian, peredaran miras, hingga gangguan keamanan jalanan.
Operasi tersebut menjadi sorotan karena masyarakat sebelumnya mengeluhkan meningkatnya keresahan akibat aksi kriminal malam hari. Aldy menegaskan kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat.
“Polisi harus hadir memberikan rasa aman, bukan sekadar terlihat,” ujarnya.
Ia juga memperkuat program “Strong Point” dengan menempatkan personel di titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat sebagai langkah pencegahan kejahatan. Operasi tersebut berlangsung di wilayah Kabupaten Gowa pada Mei hingga Juni 2025.
Figur Polisi Lapangan
Di tengah berbagai kasus besar yang ditangani, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dikenal sebagai figur polisi lapangan yang aktif turun langsung memimpin operasi.
Dalam sejumlah kesempatan, ia kerap menekankan bahwa polisi harus dekat dengan masyarakat dan cepat merespons persoalan publik.
Pendekatan itu membuat namanya semakin dikenal luas di Sulawesi Selatan, terutama setelah sejumlah kasus viral berhasil ditangani dengan cepat dan terbuka di hadapan publik.