Beton Rigid Jalan Aroepala Sepanjang 1 Kilometer Selesai
Ansar June 26, 2026 02:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengerjaan Jalan Aroepala satu lajur dalam tahap rigid beton.

Pantauan Tribun-Timur.com, volume beton sudah kian tebal.

Pengerjaan fokus pada satu lajur dari arah Kota Makassar ke Kabupaten Gowa.

Struktur beton nampak sudah terlihat dua lapis.

Lapis bawah sebagai dasar nampak lebih tipis.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menyebut tahapan beton rigid sudah dilakukan sepanjang 1 Km.

"Rigid sudah 1 Km, kalau tidak ada halangan 2 pekan selesai rigidnya," kata Andi Ihsan saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6/2026). 

Dalam konstruksi ruas Jalan Aroepala, lapisan dasar atau lean concrete lebih dulu dikerjakan.

Lean concrete merupakan campuran beton yang memiliki proporsi yang lebih rendah dari semen dan air dibandingkan dengan beton biasa. 

Lapisan Ini sering digunakan sebagai dasar atau sub-base dalam konstruksi jalan.

Tujuan lean concrete memberikan kerapatan yang cukup mendukung struktur beton di atasnya.

Setelah itu lapisan atasnya disebut rigid beton yakni konstruksi jalan yang menggunakan pelat beton semen sebagai lapisan permukaan utama.

"Jadi rigid dasar 10 cm, rigid beton itu 30 cm," kata Andi Ihsan.

Andi Ihsan meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan jalan ini.

"Beton itu skala matangnya 28 hari, dalam siklus itu kita tidak bikin apa-apa selain siram," lanjutnya.

Sementara itu di sisi sebaliknya, pengerjaan fokus pada drainase.

Kontraktor melakukan betonisasi ruas sisi timur Jl Aroepala dan pengerjaan saluran air dengan konstruksi U-Ditch di sisi selatan arah barat kota.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas BMBK Sulsel Ahmad Wildani meminta masyarakat bersabar.

Dirinya menyayangkan apabila ada pengendara nekat menerobos proyek jalan tersebut.

Mengingat bahaya akan berdampak pada kualitas beton nantinya.

"Secara struktur tentunya beton baru mencapai kekuatan yang direncanakan itu saat berumur 21-28 hari, jadi apabila sudah diberikan beban sebelum umur rencana tentunya akan mengakibatkan kerusakan yang berdampak pada mutu dan ketahanan beton yang terpasang," jelasnya.

Dani menyebut ada dua jalur alternatif disiapkan.

Sementara satu lajur di Jl Aroepala khusus bagi warga sekitar.

"Bisa lewat Toddopuli keluar di Jembatan 3 di Jl Tun Abdul Razak, yang samping Coto Dg Aso. Bisa juga lewat Jl Sultan Alauddin,"  kata Dani.

Sebaliknya pengendara dari Kabupaten Gowa arah Kota Makassar diharapkan melintasi jalur alternatif di Patung Massa. 

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.