Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Di balik nyalanya lampu di rumah-rumah warga, aktivitas usaha yang terus berjalan, hingga layanan rumah sakit yang tak boleh terhenti, ada kerja sunyi para teknisi PLN yang mempertaruhkan keselamatan demi memastikan pasokan listrik tetap andal.
Kisah itu tergambar dalam aktivitas Tim Pemeliharaan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang pada Selasa, 23 Juni 2026. Sejak pagi, tim sudah bersiaga di bawah Tower 86 yang berada pada jalur transmisi 70 kV Maulafa–Naibonat #1.
Misi mereka hari itu sangat penting, yakni mengganti isolator pecah pada Fasa R yang ditemukan saat inspeksi rutin.
Bagi masyarakat umum, retakan pada sebuah isolator mungkin tampak sepele. Namun dalam sistem kelistrikan, kerusakan sekecil apa pun pada komponen vital tersebut bisa menjadi ancaman serius.
Jika dibiarkan, kerusakan itu berpotensi memicu gangguan besar yang dapat menyebabkan pemadaman listrik bagi ribuan pelanggan, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga memengaruhi layanan publik di Pulau Timor.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel mengikuti briefing keselamatan secara ketat. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama.
Baca juga: PLN dan Pemkab Rote Ndao Perkuat Kolaborasi Pengembangan EBT
Jalur listrik terlebih dahulu dibebaskan, alat pendeteksi tegangan digunakan untuk memastikan area benar-benar aman, dan kabel grounding lokal dipasang sebagai pengaman tambahan.
Setelah semua prosedur keselamatan terpenuhi, para teknisi mulai memanjat menara transmisi dengan penuh kehati-hatian.
Manager ULTG Kupang, Patricko Valentino Radjah, mengaku bangga dengan dedikasi tim di lapangan.
Menurutnya, kerja teknisi menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat.
“Masyarakat mungkin hanya tahu listrik itu harus selalu menyala. Namun di balik sakelar yang kita tekan di rumah, ada keringat dan keberanian luar biasa dari rekan-rekan di lapangan. Penggantian isolator ini adalah bukti bahwa kami tidak menunggu lampu padam baru bergerak. Kami menjemput potensi gangguan agar kenyamanan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono.
Ia menegaskan, pekerjaan pemeliharaan preventif seperti yang dilakukan di Tower 86 menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik di NTT.
“Apresiasi tertinggi untuk seluruh tim yang telah bekerja dengan profesional, disiplin, dan tanpa kompromi terhadap keselamatan kerja. Pemeliharaan preventif seperti ini adalah kunci utama kami dalam mempertahankan keandalan pasokan energi,” katanya.
Menurut Eko, kehadiran listrik yang andal dan aman bukan sekadar tugas operasional, tetapi wujud komitmen PLN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di seluruh pelosok NTT.
Sementara itu, salah satu personel pelaksana, Lazarus Yordan Pickel Mendi, mengungkapkan pekerjaan di ketinggian puluhan meter bukan hanya soal profesi, tetapi bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Ada rasa tanggung jawab yang besar setiap kali kaki saya melangkah naik ke tower. Saya selalu membayangkan rumah-rumah warga, rumah sakit yang membutuhkan listrik tanpa putus, dan para pelaku usaha di Kupang. Kami memastikan setiap detail dikerjakan dengan sempurna,” tuturnya.
Setelah proses penggantian selesai, sistem kelistrikan berhasil dinormalkan kembali secara bertahap.
Melalui kerja senyap di atas menara transmisi, PLN UPT Kupang dan PLN UIW NTT kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga Pulau Timor tetap terang.
Bukan hanya dengan pasokan listrik yang andal, tetapi juga melalui dedikasi, keberanian, dan pengabdian para teknisi yang bekerja tanpa lelah di balik layar. (uan)