Dugaan Mayat di Kebun Sawit Air Bulin Dibunuh, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
Asmadi Pandapotan Siregar June 26, 2026 04:25 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penyelidikan kasus penemuan mayat seorang pria di kebun sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat ( Babar ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) terus berlanjut. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban yang ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali jaket hoodie dan masih dalam posisi berdiri di bawah pohon sawit.

Korban diketahui berinisial YM (33), warga asal Cianjur, Jawa Barat, yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026). Jenazah korban sebelumnya telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Muncul dugaan bahwa mayat tersebut merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Namun hingga saat ini, Jumat (26/6/2026), pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hal itu.

Kasatreskrim Polres Bangka Barat, AKP Raja Taufik Ikrar Bintani, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban sebelum hasil autopsi diterima.

"Kemungkinan besar seperti itu bang. Tapi saya belum berani statement sebelum hasil autopsi keluar," kata AKP Raja kepada Bangkapos.com, Jumat (26/6/2026), saat ditanya mengenai dugaan korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.

Ditanyai lebih lanjut soal kapan hasil autopsi tersebut keluar, dirinya tidak lagi memberikan respon.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha menyebut bahwa tim masih bekerja di lapangan.

“Kita masih berupaya mengoptimalkan langkah-langkah yang kemarin sekiranya perlu dilakukan upaya penguatan baik dari segi penyelidikan manual atau konvensional maupun upaya dengan menggunakan IT,” jelasnya.

Lebih lanjut, ditanyai hasil penyelidikan sementara dari penemuan mayat tersebut apakah bunuh diri atau pembunuhan, Kapolres menyebut bahwa kemungkinan ke arah upaya pembunuhan.

MAYAT DI KEBUN — Penemuan dan evakuasi mayat di kebun sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat pada Kamis, 11 Maret 2026 lalu.
MAYAT DI KEBUN — Penemuan dan evakuasi mayat di kebun sawit Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat pada Kamis, 11 Maret 2026 lalu. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

“Tapi kita masih upaya penyelidikan dulu ya. Mudah-mudahan saja segera terungkap supaya bisa kita rilis untuk menjamin keamanan masyarakat kita yang lainnya,” ungkapnya.

Kemudian, disinggung soal hasil autopsi apakah ada terdapat luka benda tumpul atau benda tajam pada jenazah, Kapolres mengatakan bahwa itu lebih masuk ke dalam materi penyelidikan.

“Pokoknya intinya mudah-mudahan saja bisa segera terungkap oleh tim kita yang bekerja di lapangan saat ini,” sambungnya.

Sementara di dalam garis polisi, sejumlah anggota kepolisian tampak sibuk mengevakuasi mayat seorang pria yang terlihat bersandar menghadap ke pohon sawit dengan posisi tubuh sedikit mirik ke kiri

Kaki mayat tersebut yang masih menyentuh tanah dan di sebelahnya, terdapat sepasang sandal jepit warna putih dengan tali warna kuning.

Anggota kepolisian yang melakukan evakuasi secara perlahan memotong tali yang menjerat leher mayat pria tersebut dan diikatkan ke sela salah satu pelepah pohon sawit.

Ada pula anggota polisi yang menahan bagian tubuh mayat yang langsung bergerak ketika tali tersebut dipotong.

Pantauan Bangkapos.com, pada bagian kaki dan punggung tangan mayat tersebut terdapat luka lecet. 

Setelah dievakuasi, mayat tersebut langsung dimasukan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Kelapa untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Berdasarkan identitas pada KTP yang ditemukan pada dompet milik mayat tersebut. Identitas mayat tersebut merupakan seorang pria berinsial YM berumur 33 tahun.

KTP tersebut menunjukan asal korban yang diketahui berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Kapolsek Kelapa, Iptu Dahri saat diwawancarai Bangkapos.com mengatakan bahwa adanya informasi penemuan mayat tersebut sebelumnya dilaporkan oleh warga sekira pukul 10.00 WIB tadi.

Pihaknya kemudian langsung menuju TKP untuk mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Bangka Barat.

“Memang benar tampak luka-luka pada bagian tubuhnya, khususnya pada kaki dan mungkin beberapa area lainnya yang akan kami lakukan visum,” jelas Iptu Dahri.

Kendati demikian, pihaknya dari kepolisian belum bisa menyimpulkan sebab kematian dari pria tersebut termasuk dugaan pembunuhan. 

“Kami sementara ini belum bisa berandai-andai. Kami akan memastikan dulu seperti apa dari hasil visum,” tambahnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.