Viral Warga Maluku Utara Tewas Diterkam Ular Piton 7 Meter
Desy Selviany June 26, 2026 05:33 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Viral seorang pria di Kecamatan Taliabu Utara, Pulau Taliabu, Maluku Utara tewas diterkam ular piton sepanjang 7 meter. 

Dalam video terlihat seorang warga kaget menemukan seorang pria tengah dililit ular piton besar. 

Pria tersebut juga sudah dalam keadaan tidak bernyawa saat ditemukan. Sementara motornya tergeletak di dekat semak-semak tak jauh dari korban. 

Dari video yang dibagikan terlihat korban sudah dalam keadaan biru. 

Warga pun berupaya mengevakuasi korban dan melepaskan lilitan ular piton tersebut dengan membacoknya dengan golok.

Namun meski sudah berdarah dan terpotong, lilitan ular tidak mau terlepas. 

Dimuat Tribun Ternate peristiwa itu terjadi Selasa (23/6/2026) pagi.

Kapolsek Siap Gela Iptu Imran Husaleka mengatakan berdasarkan keterangan istri korban, suaminya berangkat sekitar pukul 06.00 WIT menuju Air Pala (Kompleks kebun) untuk mengambil uang saudara om kondo.

Pada saat korban melintas di jalan Air Pala, tiba-tiba korban diserang ular piton sepanjang 7 meter.

"Binatang buas itu menggigit kaki sebelah kiri dan langsung melilit korban," ungkap Imran Husaleka, dihubungi Tribunternate.com, Selasa (22/6/2026).

Lanjut cerita, salah satu saksi nama Reju (39) menemukan korban pada saat itu dalam posisi dililit ular.

Saksi tak berani membantu korban dalam cengkeraman ular, lantas meminta bantuan kepada security PT BMI yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Setibanya disana, security PT BMI pun meminta bantuan 6 orang warga Desa Ufung agar sama-sama ke lokasi kejadian membantu korban.

Di TKP, warga langsung menebas ular piton.

"Setelah itu, korban di evakuasi menuju rumahnya di Desa Padang dengan menggunakan ambulance PT BMI dan anggota PAM Obvit BMI bersama masyarakat. korban rencana akan dimakamkan menunggu pihak kesehatan melakukan visum," pungkasnya.

Dimuat Kompas.com ini bukan kali pertama warga Pulau Taliabu diserang ular piton.

Sebelumnya seorang wanita bernama Elizabeth Yamalau (44) di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, pada Selasa (9/6/2026) malam.

Baca juga: Panik, Plafon Rumah Nurlaela di Duren Sawit Jakarta Timur Jadi Tempat Sembunyi Ular Sanca 5 Meter

Insiden itu bermula saat Elizabeth pamit pergi ke kebun yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya pada siang hari sekitar pukul 15.00 WIT. Korban pergi seorang diri dengan maksud memindahkan sapi ternak peliharaan keluarganya.

Hingga menjelang waktu magrib atau sekitar pukul 18.15 WIT, Elizabeth tak kunjung kembali ke rumah. Merasa khawatir dengan kondisi istrinya, sang suami, Benyamin Lanto (52), memutuskan untuk menyusul ke area perkebunan. 

Karena khawatir, suaminya menyusul ke kebun. Setibanya di sana, ia mendapati istrinya sudah dalam kondisi diterkam ular piton besar.

Saat ditemukan pertama kali oleh suaminya, separuh tubuh Elizabeth sudah berada di dalam mulut ular piton tersebut dan dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Melihat pemandangan mengerikan itu, Benyamin bertindak cepat mengambil senjata tajam untuk memotong kepala ular. 

Setelah tubuh ular tersebut terputus, Benyamin segera menarik jasad istrinya keluar dari mulut satwa tersebut. 

Setelah dievakuasi, Elizabeth dipastikan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, sehingga dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka dengan dibantu oleh sejumlah warga Desa Ratahaya yang menyusul ke lokasi perkebunan.

Menanggapi rentetan tragedi mematikan tersebut, Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh, terutama saat hendak beraktivitas ke area hutan atau perkebunan.

(Wartakotalive.com/DES/Kompas.com/TribunTernate)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.