Turki Tersingkir dari Piala Dunia dengan Perlawanan Sengit, Sementara AS Mendapat Peringatan Keras untuk Harapan Lolos Babak Gugur
Hendra Wijaya June 27, 2026 01:35 AM

Di atas kertas, pertandingan ini merupakan laga tak berpengaruh pertama di Piala Dunia FIFA 2026.


Turki sudah dipastikan tersingkir, sementara Amerika Serikat telah mengamankan posisi puncak grup mereka.


Hal itu terlihat dari susunan pemain Mauricio Pochettino, di mana hanya Weston McKennie yang tersisa di susunan utama tim nasional AS di antara para starter reguler. McKennie seharusnya diistirahatkan jika Cristian Roldan tidak mengalami cedera otot, atau jika Pochettino membawa lebih dari empat gelandang tengah. Namun, pada akhirnya ia tetap turun dengan ban kapten di lengannya.


Namun di lapangan, laga ini berubah menjadi lebih dari sekadar formalitas. Pertandingan berlangsung menegangkan selama 90 menit antara satu tim yang berjuang mengakhiri penantian pahit selama seperempat abad, dan tim lainnya yang ingin membuktikan kedalaman skuad mereka untuk bersaing di turnamen delapan laga ini.


Dari Will Ferrell hingga Leonardo DiCaprio, dari Matthew Stafford hingga Dwayne Wade, hampir setiap ikon Hollywood dan bintang olahraga memadati Stadion SoFi — atau lebih tepatnya, Stadion Los Angeles — untuk menyaksikan AS menutup fase grup mereka.


Meski susunan pemain awal Amerika Serikat tidak menunjukkan urgensi tinggi, permainan mereka justru penuh semangat. Seperti saat menghadapi Paraguay dan Australia, AS memulai dengan cepat ketika Sebastian Berhalter mengirim umpan sudut melengkung ke Auston Trusty, yang mengontrol bola di tiang jauh sebelum menembakkan gol pembuka.


Namun, Turki tidak menyerah begitu saja; mereka segera membalas dengan intensitas tinggi. Arda Güler berkolaborasi mulus dengan Barış Alper Yılmaz, dan pemain Real Madrid itu memanfaatkan kelemahan lini belakang kedua AS dengan mencetak gol penyama kedudukan.


Setelah 63 tembakan dalam turnamen ini, tim asuhan Vincenzo Montella akhirnya mampu menjebol gawang lawan. Lebih dari itu, mereka menemukan kembali rasa percaya diri mereka.


Mereka sepakat bahwa meski harus angkat koper malam ini, mereka tidak akan meninggalkan Piala Dunia pertama mereka dalam 24 tahun tanpa perlawanan.


Laga pun berubah menjadi duel berintensitas tinggi di California Selatan, dengan kedua tim tampak melupakan bahwa hasil akhir pertandingan ini sebenarnya tidak berpengaruh besar. Pertarungan berlangsung fisik dan emosional, dengan tekel-tekel keras dan tembakan-tembakan berani yang terus terjadi.


Berhalter nyaris diganjar kartu merah setelah tekel keras dengan kaki terangkat terhadap Salih Özcan, namun hanya menerima kartu kuning — keputusan yang kemudian berbalik merugikan tim tamu.


Keputusan tersebut justru memicu semangat Turki, yang segera berbalik unggul setelah Orkun Kökçü menuntaskan kerja sama tim yang brilian.


Namun AS tidak menyerah begitu saja, dengan tuan rumah menekan balik setelah jeda dan menyamakan kedudukan dari lemparan jauh. Berhalter melepaskan tembakan keras jarak jauh yang menghujam gawang, membuat skor kembali imbang.


Pertandingan tampak akan berakhir seri hingga detik terakhir, ketika Özcan mengirimkan umpan silang melambung melewati para bek AS dan menemukan Can Uzun, yang kemudian mengarahkan bola melewati sela kaki Matt Turner. Meskipun ada tiga bek di area tersebut, justru bek Turki — Kaan Ayhan — yang menyentuh bola terakhir dan menembakkannya ke gawang.


Secara keseluruhan, kemenangan ini pantas bagi Turki. Meski tidak sepenuhnya mendominasi jalannya laga, mereka menunjukkan efisiensi di lini depan yang tidak terlihat pada dua pertandingan sebelumnya. Mereka membuat para pendukung bangga dan membuktikan bahwa Piala Dunia ini bukanlah akhir, melainkan awal dari generasi berbakat yang menjanjikan.


Bagi Amerika Serikat, hasil ini tidak terlalu mengkhawatirkan, kecuali cedera betis yang dialami Trusty di menit-menit akhir. Mereka bermain dengan semangat tinggi, dan meski tidak cukup untuk meraih poin, penampilan tersebut cukup untuk mempertahankan momentum positif mereka.


Amerika Serikat akan melanjutkan perjalanan ke Santa Clara pada 1 Juli untuk menghadapi Bosnia & Herzegovina di babak 32 besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.