Inggris akan berhadapan dengan Panama di New Jersey pada hari Sabtu dalam laga terakhir fase grup Piala Dunia mereka, sebuah pertandingan yang meskipun lawannya sudah tersingkir, tetap memiliki makna besar bagi arah perjalanan The Three Lions di fase gugur.
Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Ghana di Boston, tim asuhan Thomas Tuchel masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengamankan jalur terbaik mereka di turnamen ini. Berikut lima poin penting menjelang laga tersebut.
Meskipun Inggris hampir pasti lolos, posisi akhir mereka di klasemen grup masih belum ditentukan.
Jika mampu finis di puncak grup, Inggris akan menghadapi tim peringkat ketiga di babak 32 besar yang berlangsung di Atlanta — skenario ini dapat tercapai jika mereka menyamai hasil Ghana saat melawan Kroasia.
Namun kegagalan meraih kemenangan bisa memperumit situasi; kekalahan disertai kemenangan dari Kroasia atau Ghana akan membuat Inggris turun ke posisi kedua.
Pelatih Thomas Tuchel tentu akan mendorong timnya untuk meraih kemenangan meyakinkan agar tidak perlu bergantung pada perhitungan selisih gol.
Masalah cedera menjadi kekhawatiran utama, dengan Reece James dan Declan Rice sama-sama menjalani pemeriksaan setelah mengalami masalah saat menghadapi Ghana.
James tampak menjadi kekhawatiran terbesar karena mengalami cedera hamstring, sehingga kecil kemungkinan dirinya tampil di New Jersey.
Rice, meskipun terlihat pincang setelah pertandingan, menyatakan dirinya “baik-baik saja”, membuat Tuchel harus mempertimbangkan apakah akan menurunkannya, terutama dengan jadwal padat di fase gugur yang menanti. Pelatih asal Jerman itu memiliki banyak opsi alternatif jika memilih berhati-hati.
Sementara itu, persiapan Elliot Anderson menuju pertandingan ini terbilang tidak biasa.
Gelandang berusia 23 tahun tersebut menjalani tes medis menjelang transfer besar dari Nottingham Forest ke Manchester City. Bagaimana perkembangan besar dalam kariernya ini memengaruhi fokusnya akan menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan.
Anderson telah menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk ketika bermain di semifinal Liga Europa sehari sebelum pemakaman ibunya, menunjukkan bahwa ia kemungkinan akan menghadapi laga ini dengan profesionalisme yang sama seperti biasanya.
Secara taktis, Inggris diperkirakan akan menghadapi tantangan yang serupa dengan saat melawan Ghana, yaitu pertahanan Panama yang bermain sangat dalam.
Setelah kesulitan menembus pertahanan rapat Ghana di Boston, pertanyaan utama bagi tim Tuchel adalah apakah mereka dapat meningkatkan efektivitas serangan.
Panama, meskipun sudah tersingkir, kemungkinan akan tetap berusaha membuat frustrasi Inggris, meski tanpa ancaman serangan berarti. Tuchel akan menuntut pergerakan bola yang lebih cepat dan peningkatan kualitas di sekitar area penalti.
Meskipun Panama telah berkembang sejak kekalahan 6-1 dari Inggris di Piala Dunia 2018, gaya bermain agresif mereka pada waktu itu — yang menghasilkan dua penalti — bisa saja kembali diterapkan, dengan tekel-tekel keras untuk mengganggu konsentrasi pemain Inggris.
Tuchel juga dihadapkan pada dilema dalam menentukan komposisi pemain sayapnya.
Bukayo Saka, yang tengah membangun kembali kebugarannya dan ingin tampil sejak awal setelah memberikan dampak besar sebagai pemain pengganti melawan Ghana, berpeluang menggantikan rekan setimnya di Arsenal, Noni Madueke, yang tampil kurang mengesankan.
Dua penampilan kurang menonjol dari Anthony Gordon di sisi kiri membuat posisinya terancam.
Marcus Rashford, yang mencetak gol saat masuk dari bangku cadangan melawan Kroasia, menjadi kandidat kuat untuk tampil sejak awal, atau Tuchel bisa saja mempertimbangkan Morgan Rogers maupun Eberechi Eze untuk mengisi peran di sayap kiri.