Sosok Siswanto, Wakil Rektor UNY Cekcok dengan Mahasiswa gegara Aksi, Tegaskan Kampus Tak Punya SPPG
ninda iswara June 27, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Video yang memperlihatkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Siswanto, terlibat adu argumen dengan sejumlah mahasiswa menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Perdebatan tersebut terjadi saat Aliansi Mahasiswa UNY menggelar aksi unjuk rasa di halaman Rektorat UNY pada Rabu (24/6/2026).

Dalam demonstrasi itu, para mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.

Suasana memanas ketika perhatian Siswanto tertuju pada spanduk yang dibentangkan para peserta aksi.

Menurutnya, spanduk tersebut justru mengganggu kebersihan dan pemandangan di area rektorat.

Spanduk berwarna putih itu memuat tulisan, “REKTOR KAMPUS PENDIDIKAN TIDAK PAHAM PENDIDIKAN. KAMPUS DIJADIKAN TEMPAT MEMASAK MAKANAN BUKAN MEMASAK PIKIRAN. KAMI MAHASISWA UNY MENOLAK SPPG.”

Baca juga: Kronologi Alumni UNY Diduga Palsukan Riset AI, Manfaatkan Konferensi Internasional ke Luar Negeri

Menanggapi keberadaan spanduk tersebut, Siswanto melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi sorotan publik.

“Sampah itu, Mas. Sampah,” kata Siswanto sembari menunjuk-nunjuk spanduk.

Ucapan itu langsung memicu respons dari mahasiswa yang berada di lokasi.

Siswanto kemudian kembali menegaskan penilaiannya terhadap spanduk yang dibawa massa aksi.

“Tanya aja sama teman-teman, itu bersih atau kotor. Kotor. Hanya orang yang mengatakan bersih itu yang enggak waras menurut saya."

Mahasiswa lantas meminta penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pernyataan "kotor" yang disampaikan oleh Siswanto.

Permintaan itu dijawab dengan penegasan bahwa yang dimaksud adalah dampak keberadaan spanduk di area kampus.

“Kotor. Lihat, mengotori lantai, mengotori pandangan. Enggak pantas untuk ditaruh di sini," ucap Siswanto.

Aliansi Mahasiswa Kritik Sikap Siswanto

Perwakilan Aliansi Mahasiswa UNY Andri mengatakan aksi protes itu bertepatan dengan acara wisuda.

"Kami pikir itu ketika wisuda ada lebih banyak orang sehingga ketika kita melakukan aksi, pesan yang kita sampaikan bisa tersampaikan ke lebih banyak orang," kata Andri, Jumat, (26/6/2026), dikutip dari Tribun Jogja.

Para mahasiswa menolak kampus mengelola SPPG karena menurut mereka program Makan Bergizi (MBG) memiliki perencanaan yang sangat buruk, berisiko menjadi celah korupsi, dan berpotensi menyebabkan keracunan.

"Kampus seharusnya sebagai kekuatan moral, sebagai kontrol sosial dari kebijakan publik karena kampus itu kan isinya para intelektual. Ketika kampus tidak menjadi ruang kritik atau penghasil gagasan untuk menjaga kepentingan publik, yang ada kampus hanya menjadi stempel penguasa untuk mendukung program-programnya," katanya.

Andri menyesalkan sikap Siswanto. Dia menilai Siswanto sebagai perwakilan universitas seharusnya bisa berkomunikasi dengan baik dengan mahasiswa.

"Kita kaget aja sih, khususnya saya sendiri syok dan diam gitu. Harusnya kan misal nggak boleh, bisa berkomunikasi lah dengan baik. Jangan sampai menghina aksi kami atau menghina peraga aksi. Itu (peraga aksi) juga kita buat, kita lelah, dan mengeluarkan biaya juga," katanya.

Siswanto Sebut Aksi Mahasiswa Tanpa Izin

Sementara itu, Siswanto mengklaim aksi yang dilakukan mahasiswa di Rektorat UNY tidak disertai izin. Dia juga menyebut spanduk mengotori lantai.

"Kemarin ada beberapa mahasiswa yang mau melakukan teatrikal di hall Rektorat tanpa izin, padahal hall Rektorat sedang banyak mahasiswa dan orang tua setelah wisuda. Material teatrikal mengotori lantai dan ada tulisan tidak pantas. Nggih (pernyataan sampah merujuk pada atribut yang mengotori lantai)," katanya.

Menurut Siswanto, para mahasiswa menuduh UNY memiliki SPPG. Padahal, menurut dia, hingga saat ini UNY tidak mengelola SPPG.

"Mereka menuduh UNY punya SPPG padahal sampai saat ini belum ada. Foto mobil SPPG itu sedang mengantar MBG ke TPA ( tempat penitipan anak) UNY yang memang diberi MBG," ujarnya.

Baca juga: Dua Bocah Cilik Madura Guncang Demo MBG di Depan DPRD Sampang: Kami Butuh Gizi Bukan Basa-basi

SOSOK SISWANTO - Wakil Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum Siswanto. Siswanto cekcok dengan mahasiswa perihal spanduk penolakan SPPG di UNY. (Istimewa/Laman UNY | Threads)

Profil Siswanto

Menurut informasi pada CV dia yang diunggah di Scribd, Siswanto lahir di Klaten pada tanggal 20 September 1978.

Dia menamatkan pendidikan S-1 Akuntansi di UNY pada tahun 2001. Lalu, dia meneruskan ke jenjang S-2 bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan di UNY (lulus tahun 2006). Gelar doktor bidang Ilmu Pendidikan didapatkannya di kampus yang sama pada tahun 2017.

Siswanto mulai mengajar di almamaternya sejak tahun 2002 di Jurusan Akuntansi (D-3 dan S-1) dan Jurusan Pendidikan Akuntansi.

Riwayat jabatan

  • Staf Ahli Wakil Rektor 1 Universitas Negeri Yogyakarta
  • Sekretaris Bidang I UNY Universitas Negeri Yogyakarta Kampus Wates 2016–2017
  • Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi 2011–2015
  • Kaprodi Akuntansi D3 2006–2011
  • Tim Evaluasi Diri Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi 2009
  • Pembimbing Kegiatan Kemahasiswaan Prodi Pendidikan Akuntansi 2004–2006
  • Ketua Dewan Redaksi JPAI Jurusan Pendidikan Akuntansi 2005-2016
  • Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
  • Direktur Direktorat Umum, Sumber Daya, dan Hukum dari tahun 2023–April 2025.
  • Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum mulai dari 2 Mei 2025 hilang sekarang.

Harta kekayaan

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp904.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 156 m2/76 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HASIL SENDIRI Rp402.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 788 m2/135 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, HASIL SENDIRI Rp502.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp156.500.000

1. MOBIL, RUSH MINIBUS Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp125.000.000

2. MOTOR, MEGA PRO KENDARAAN RODA 2 Tahun 2009, HASIL SENDIRI Rp6.500.000

3. MOTOR, SUPRA X 125 BEBEK Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp8.000.000

4. MOTOR, VARIO 125 Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp17.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp3.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp100.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp130.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp----

Sub Total Rp1.293.500.000

III. UTANG Rp15.000.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp1.278.500.000

(TribunTrends/Tribunnews/Febri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.