Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Di balik kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, terselip kisah tentang kepedulian yang menyentuh.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku memilih mendatangi rumah seorang anak penyandang tuna netra sejak lahir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarganya.
Anak itu adalah Sofia Raysa Elmira, putri dari personel Biddokkes Polda Maluku, Pengda Sri Hartati.
Sejak dilahirkan, Sofia hidup tanpa kemampuan melihat. Meski demikian, ia terus tumbuh di tengah kasih sayang dan perjuangan kedua orang tuanya yang tak pernah berhenti mendampinginya.
Kunjungan berlangsung di kediaman keluarga Sofia di kawasan Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kota Ambon, Kamis (25/6/2026).
Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku dan pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, Kapolda menyerahkan santunan sekaligus berbincang langsung dengan keluarga mengenai perjalanan Sofia menjalani kesehariannya.
Baca juga: Prancis Bungkam Norwegia 4-1, Wakapolda Maluku: Saya Sudah Prediksi Les Bleus Menang
Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara, Wakapolda Maluku Kunjungi Anak Anggota Polri Berkebutuhan Khusus
Suasana hangat begitu terasa. Bagi keluarga Sofia, kehadiran Kapolda bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan perhatian dan keyakinan bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Kapolda Maluku mengatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
"Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin berbagi kasih, perhatian, dan semangat kepada keluarga yang sedang menghadapi tantangan hidup. Setiap anak adalah anugerah yang memiliki potensi luar biasa. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang cerah apabila didukung oleh keluarga, lingkungan, dan masyarakat," kata Dadang Hartanto.
Menurutnya, Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum refleksi pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai kemanusiaan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
"Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar bangsa yang memiliki tanggung jawab moral untuk saling membantu dan menguatkan. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian tidak merasa sendiri," ujarnya.
Kapolda juga mengapresiasi keteguhan kedua orang tua Sofia yang selama ini dengan penuh kesabaran mendampingi putrinya menghadapi berbagai keterbatasan.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap tumbuh percaya diri dan optimistis menyongsong masa depan.
Sementara itu, Sri Hartati mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku kepada keluarganya.
"Kami sangat bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan Bapak Kapolda dan Ibu Ketua Bhayangkari. Kehadiran beliau-beliau di rumah kami bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat dan kekuatan bagi kami sebagai orang tua untuk terus mendampingi Sofia dengan penuh optimisme," ujarnya.
Ia mengakui, membesarkan anak penyandang tuna netra memiliki tantangan tersendiri.
Namun perhatian dari lingkungan, keluarga, dan institusi tempatnya mengabdi menjadi sumber kekuatan untuk terus memberikan yang terbaik bagi putrinya.
"Sebagai orang tua, tentu ada banyak tantangan yang kami hadapi. Tetapi perhatian dan kepedulian seperti ini membuat kami merasa tidak sendiri. Kami percaya Sofia memiliki masa depan yang baik dan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya," katanya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Melalui kegiatan itu, Polda Maluku ingin menunjukkan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum.
Juga lewat aksi kemanusiaan yang menghadirkan harapan bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian hidup.
Menutup kunjungannya, Kapolda berharap kepedulian terhadap penyandang disabilitas terus tumbuh di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menggapai masa depan tanpa dibatasi oleh kondisi fisik yang dimiliki.