TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, memastikan calon murid yang tidak diterima di sekolah negeri saat Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026, dapat langsung mendaftar ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).
Berbeda dengan sekolah negeri, kata dia, pendaftaran ke SSK tidak menggunakan jalur khusus, dan calon murid dipersilakan memilih sekolah sesuai keinginan.
Purwanto mengatakan, pendaftaran SSK akan dibuka bersamaan dengan pelaksanaan SPMB tahap dua, mulai 30 Juni 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui sistem yang telah disiapkan.
"Nanti di tahap dua. Sudah bisa daftar di tahap dua nanti, sudah bisa langsung milih SSK. Kalau mereka daftar ke negeri sudah enggak penuh kuotanya karena jaraknya terlalu jauh, dia sudah melihat kemungkinannya kecil, dia bisa langsung daftar ke SSK gitu," ujar Purwanto, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, calon murid dapat langsung memilih sekolah swasta kerja sama yang diinginkan dari daftar sekolah yang tersedia dalam sistem. Saat ini jumlah SSK di Jawa Barat telah mencapai 1.128 sekolah.
"Iya, bisa langsung milih. Dia mau sekolah swasta di mana yang dekat, ya tergantung pilihan. Kalau itu mah tidak berdasarkan jalur-jalur lagi, kalau ke swasta mah. Dia milih swasta mana, bisa langsung klik, masuk," katanya.
Purwanto menegaskan, pendaftaran ke sekolah swasta kerja sama tidak mensyaratkan jalur domisili, jalur prestasi, maupun jalur nilai rapor sebagaimana berlaku pada sekolah negeri.
"Kalau swasta enggak ada. Langsung mereka pilih, klik, langsung bisa masuk ke sekolah itu. Jadi langsung ke sekolah tujuan, tidak harus menyertakan jalur domisili, jalur rapor gitu, enggak," katanya.
Purwanto menjelaskan, pendaftaran SSK akan berlangsung mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2026 bersamaan dengan tahapan kedua SPMB Jawa Barat.
"Dari tahap dua aja nanti tanggal 30 Juni," katanya.
Terkait potensi jumlah calon murid yang akan mendaftar ke SSK, Purwanto menyebut masih mengacu pada data peserta yang belum terpetakan dalam proses penerimaan sebelumnya.
"Kita kemarin kan yang tidak terpetakan itu ada sekitar 76 sampai 80 ribu ya. Di atas angka 70 ribu itu," katanya.
Purwanto memastikan kesempatan bagi sekolah swasta yang ingin bergabung dalam program SSK sudah ditutup. Menurutnya, pemerintah telah memberikan waktu yang cukup bagi sekolah swasta untuk mendaftar sebagai mitra program tersebut.
"Sudah ditutup kemarin. Kan lama kita memberikan kesempatan untuk bergabung," ucapnya.
Sementara itu, proses daftar ulang bagi calon murid yang telah dinyatakan diterima pada SPMB tahap pertama masih berlangsung hingga 29 Juni 2026.
"Jadi mereka yang sudah daftar begitu ya, itu sedang melakukan daftar ulang hari ini sama besok tanggal 29," ucapnya.