Tak Cuma Off-Road, Ratusan Rider dari Berbagai Provinsi Nikmati Keindahan Alam Kabupaten Cirebon
Muhamad Syarif Abdussalam June 27, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON – Tak cuma memacu motor di jalur off-road, sebanyak 700 rider dari berbagai daerah diajak menjelajahi sejumlah destinasi yang selama ini menjadi surga tersembunyi di Kabupaten Cirebon.

Mulai dari Setu Patok hingga lokasi yang dijuluki Grand Canyon Cirebon, menjadi bagian dari rute TS Jabar Ngahiji #16 yang digelar di kawasan Berti Gronggong, Sabtu (27/6/2026).

Melalui kegiatan bertajuk TS Jabar Ngahiji #16 Megamendung Cirebon, para peserta diajak menikmati bentang alam sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah.

Ketua panitia kegiatan, Zezen mengatakan, acara tersebut merupakan agenda rutin enam bulanan komunitas motor Suzuki TS 125 se-Jawa Barat. 

Tahun ini, Cirebon mendapat mandat menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

"Ini event per enam bulanan TS Jabar Ngahiji ke-16 yang diadakan di Cirebon. Alhamdulillah sampai hari ini sudah 700 peserta yang ikut," ujar Zezen saat diwawancarai media, Sabtu (27/6/2026). 

Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi.

Tak hanya berasal dari berbagai kota di Jawa Barat, sejumlah pendaftar juga datang dari luar provinsi.

"Terjauh sebetulnya ada yang registrasi dari Lampung dan Kalimantan, meskipun tidak hadir. Kalau yang hadir ada dari Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, Garut, Wonosobo, Kudus, Jepara dan daerah lainnya," ucapnya.

Rute yang disiapkan panitia tak hanya menawarkan tantangan medan. 

Jalur tersebut sengaja dirancang agar peserta dapat menikmati berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Cirebon.

Untuk jalur off-road, peserta menempuh lintasan sepanjang sekitar 25 kilometer.

Sementara jalur wisata mencapai sekitar 45 kilometer pulang-pergi dengan titik awal dan akhir di kawasan Berti Gronggong.

Zezen menjelaskan, promosi wisata menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut.

"Betul, kita memperkenalkan potensi wisata seperti Setu Patok. Kemudian ada juga Sumur Tujuh dan kita melewati Grand Canyon Cirebon. Jadi peserta bisa melihat langsung potensi wisata yang ada di sini," jelas dia.

Destinasi yang disebut Grand Canyon Cirebon menjadi salah satu titik yang menarik perhatian peserta.

Lokasi tersebut merupakan bekas jalur kereta api yang kini membentuk lanskap tebing batu dan perbukitan yang unik, sehingga oleh komunitas setempat dijuluki Grand Canyon.

Ratusan peserta diberangkatkan secara bergelombang berdasarkan komunitas masing-masing.

Cara itu dipilih agar perjalanan lebih tertib sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan antarklub.

"Kalau teknisnya per komunitas. Jadi Tasik keluar, Bandung keluar, Garut keluar. Biar lebih seru dan tidak menimbulkan kemacetan," katanya.

Meski menggunakan lintasan off-road, kegiatan ini tidak mengedepankan unsur kompetisi.

Panitia tidak menyiapkan sistem penilaian maupun perlombaan kecepatan.

Sebagai gantinya, peserta akan mengikuti berbagai permainan dan pembagian door prize setelah kembali ke lokasi finis.

Kegiatan TS Jabar Ngahiji #16 dibuka secara simbolis oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, serta sejumlah tamu undangan sekitar pukul 08.00 WIB.

Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi komunitas TS Megamendung Cirebon bersama Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota dan IJTI Cirebon Raya dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Melalui kegiatan itu, Cirebon kembali menunjukkan bahwa pesonanya tidak hanya berada pada wisata sejarah, kuliner, atau keraton.

Di balik perbukitan dan jalur-jalur yang biasa dilalui para rider, tersimpan panorama alam yang perlahan mulai dikenal luas oleh para pecinta petualangan dari berbagai daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.