TRIBUN-BALI.COM – Big match babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Timnas Brasil kontra Jepang dipastikan menjadi salah satu duel paling dinanti.
Di atas kertas, Selecao memang lebih diunggulkan.
Namun menjelang laga panas tersebut, kepercayaan diri justru datang dari kubu pendukung Samurai Biru, termasuk dari Pulau Dewata.
Seorang warga negara Jepang yang tinggal di Denpasar, Bali, Yutaka Tokunaga, meyakini negaranya memiliki peluang besar untuk membuat kejutan saat menghadapi Brasil.
Menurut Yutaka, reputasi besar Brasil memang membuat banyak tim enggan berhadapan dengan mereka.
Namun ia menilai kondisi serupa juga berlaku untuk Jepang yang kini berkembang menjadi tim yang sangat kompetitif.
“Tidak ada negara yang ingin bermain melawan Brasil. Tetapi tidak ada negara yang ingin bermain melawan Jepang di babak 32 besar juga. Kami solid dan kuat,” kata Yutaka saat ditemui di Denpasar Bali.
Pernyataan tersebut menjadi semacam psywar menjelang laga hidup mati di fase gugur.
Ketika ditanya apakah dirinya tetap optimistis meski Jepang harus menghadapi salah satu favorit juara, Yutaka menjawab singkat namun penuh keyakinan.
Baca juga: Big Match Brasil vs Jepang, Belanda vs Maroko di 32 Besar Piala Dunia 2026, De Oranje Bali Totalitas
“Of course,” katanya.
Optimisme itu bukan tanpa dasar.
Jepang tercatat pernah memberi luka kepada Brasil dalam laga uji coba internasional pada Oktober 2025.
Saat itu, Samurai Biru tampil impresif dan membalikkan keadaan untuk menang 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
Kemenangan tersebut menjadi modal psikologis penting karena sebagian besar materi pemain kedua tim tidak banyak berubah dibanding skuad yang tampil di Piala Dunia 2026.
Tak hanya Brasil, Jepang juga pernah menunjukkan kapasitasnya menghadapi tim besar Eropa.
Samurai Biru sempat mencuri perhatian setelah mengalahkan Inggris dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wembley.
Di sisi lain, Brasil tetap datang dengan status unggulan.
Tim asuhan Carlo Ancelotti tampil meyakinkan di fase grup dengan keluar sebagai juara Grup C.
Selecao mengoleksi tujuh poin, mencetak tujuh gol, dan hanya sekali kebobolan.
Kekuatan lini depan yang dihuni para pemain cepat dan kreatif masih menjadi senjata utama Brasil.
Namun catatan pertemuan terakhir menunjukkan mereka tak bisa menganggap enteng Jepang.
Jepang sendiri lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia dan mengumpulkan lima poin.
Secara permainan, Jepang tampil disiplin, agresif saat transisi, dan efektif memanfaatkan peluang. Karakter itu membuat mereka berpotensi menjadi lawan yang merepotkan bagi Brasil.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Jepang bisa memberi perlawanan, melainkan apakah Samurai Biru mampu kembali mengulang kejutan seperti saat menumbangkan Brasil pada laga uji coba sebelumnya.
(*)