TRIBUNNEWS.COM - Great American State Fair yang digelar di National Mall, Washington D.C., untuk memperingati ulang tahun ke-250 Amerika Serikat kini sedang berlangsung. Namun, tidak semua berjalan mulus sejak awal.
Mengutip USA Today, acara tersebut segera menghadapi sejumlah masalah, mulai dari pemadaman listrik, es krim yang meleleh, hingga absennya beberapa negara bagian dan wilayah teritorial yang memilih tidak mengirim delegasi.
Meskipun penyelenggara meyakinkan pengunjung bahwa seluruh wilayah Amerika akan terwakili, setidaknya 10 negara bagian dan teritori menolak berpartisipasi. Banyak di antaranya menyebut biaya pengiriman staf untuk acara yang berlangsung selama 16 hari sebagai alasan utama.
Stan milik Connecticut, Oregon, Washington, Maine, Alaska, dan Kepulauan Virgin AS hanya berisi latar belakang dekorasi, kursi, atau karpet tanpa aktivitas berarti.
Namun, beberapa negara bagian lain tampil maksimal dalam perayaan setengah milenium tersebut. Stan Texas memungkinkan pengunjung berfoto dengan replika Alamo, mencoba instalasi interaktif acara musik legendaris "Austin City Limits", serta duduk di dalam wahana berbentuk pesawat luar angkasa.
Sementara itu, stan Nevada mengusung tema Las Vegas, sedangkan California menawarkan kesempatan mengikuti undian berhadiah liburan gratis.
USA TODAY mengunjungi pameran tersebut pada Jumat, 26 Juni, dan mencatat berbagai kesan dari para pengunjung.
Baca juga: Regime Change: Trump Curi Furnitur Melania dan Meletakkannya di Kamarnya Sendiri di Gedung Putih
William Connor (49), warga Eldersburg, Maryland, mengaku terkejut dengan keputusan sejumlah negara bagian yang tidak ikut serta.
“Perayaan 250 tahun hanya terjadi sekali. Mereka seperti kehilangan kesempatan,” katanya. “Kalau mereka datang dan melihat suasananya, ini bukan festival Trump, melainkan perayaan Amerika.”
Meski Massachusetts tidak mengirim staf resmi, Donna (72), seorang pensiunan guru dari wilayah barat Massachusetts yang hanya ingin disebut dengan nama depannya, memutuskan untuk bertindak sendiri.
Ia mengemudi selama sembilan jam dari rumahnya sambil membawa beberapa kotak sirup maple dan buku mewarnai anak-anak dari Massachusetts Maple Producers Association untuk menjadi sukarelawan di stan negara bagiannya.
Donna mengatakan kepada USA TODAY bahwa dirinya merupakan satu-satunya sukarelawan dari Massachusetts dan bekerja setiap hari dari sekitar pukul 08.00 hingga 21.00 waktu setempat.
“Saya tidak langsung memikirkan ide ini,” ujarnya. “Lalu saya berpikir, ‘Wah, saya bisa pergi ke sana sendiri.’”
Selain sejumlah stan yang kosong, acara ini juga terganggu oleh masalah kelistrikan.
Pada Kamis, 25 Juni, pengunjung melaporkan adanya gangguan pada generator yang menyebabkan bianglala, salah satu atraksi utama pameran, berhenti beroperasi selama sekitar dua jam.
Sehari kemudian, para pekerja di area kuliner masih menunggu pasokan es krim baru karena seluruh stok sebelumnya meleleh akibat gangguan listrik yang berkelanjutan.
Beberapa menu makanan juga sempat tidak tersedia saat jam makan siang, termasuk boneless wings.
Beberapa atraksi lain juga tidak beroperasi pada Jumat. Stan West Virginia yang memiliki simulator mengemudi—di mana pengunjung dinilai berdasarkan kemampuan mengemudi dan seberapa baik mereka menyanyikan lagu hit tahun 1971 milik John Denver, “Take Me Home, Country Roads”—terpaksa ditutup karena masalah pendingin udara.
Sejumlah layar pada pameran National Geographic juga dilaporkan tidak berfungsi.
Meski berbagai kendala terus terjadi, jumlah pengunjung yang tidak terlalu padat tetap menikmati berbagai wahana interaktif.
Mereka dapat mengenakan kostum mantan Presiden George Washington atau berbincang dengan seorang aktris yang memerankan Betsy Ross. Sebuah bar sementara milik Budweiser juga menjadi tempat favorit pengunjung yang ingin menghindari panasnya musim panas di Washington.
Michelle Catan dan suaminya, Paul, yang keduanya berusia sekitar 60 tahun, datang dari Oneonta, New York, untuk menghadiri acara yang mereka sebut sebagai “kesempatan sekali seumur hidup”.
Pasangan yang menikah di Las Vegas pada 1998 itu menikmati kesempatan berfoto dengan replika papan tanda terkenal “Welcome to Fabulous Las Vegas” di stan Nevada.
“Saya senang mengunjungi setiap stan negara bagian dan melihat apa yang mereka tampilkan,” kata Michelle Catan. “Kami sangat beruntung bisa tinggal di negara ini.”
Namun, pengunjung memiliki waktu lebih singkat dari yang diperkirakan untuk menjelajahi seluruh pameran pada Jumat karena acara ditutup beberapa jam lebih awal akibat hujan.
(*)