Ucapan "Adikku Sayang" Jadi Pemicu FP, Pria Aniaya Caddy Golf di Tangerang, Ditangkap di Lampung
Weni Wahyuny June 27, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota meringkus FP (38), pria yang menganiaya caddy golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang, Banten.

FP ditangkap di Kota Bandar Lampung, Jumat (26/6/2026).

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, polisi resmi menetapkan pria tersebut sebagai tersangka.

Pihak kepolisian membeberkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku didasari oleh motif asmara dan rasa cemburu yang mendalam.

Baca juga: Sosok FP Pelaku Penganiayaan Caddy Golf Modernland Tangerang Ditangkap, Punya Hubungan Dengan Korban

DIANIAYA - Seorang caddy golf di Tangerang dianiaya seorang pria di Tangerang, Banten. Hotman Paris turun tangan mencari pelaku.
DIANIAYA - Seorang caddy golf di Tangerang dianiaya seorang pria di Tangerang, Banten. Hotman Paris turun tangan mencari pelaku. (Youtube/@kompas.com)

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan, mengungkapkan bahwa insiden berdarah di area lapangan hijau ini bermula dari interaksi antara tersangka dengan kru lapangan lainnya.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan dipicu persoalan kecemburuan," ungkap AKP Iwan Heristiawan, Sabtu (27/6/2026), dilansir dari Tribunjakarta.com.

Saat itu, FP meminta seorang marshall golf perempuan berinisial VD untuk membelikan makanan dan minuman.

Ketika menerima bantuan tersebut, FP spontan melontarkan kalimat manis yang dinilai korban menggoda VD.

"Tersangka meminta seorang marshall lapangan golf berinisial VD membelikan minuman dan mengucapkan kalimat 'terima kasih adikku sayang'," tutur Kasi Humas.

Ucapan mesra tersebut ternyata didengar langsung oleh korban.

Selama ini, korban merupakan caddy golf yang selalu setia melayani keperluan pelaku setiap kali bermain di lokasi tersebut.

Merasa posisinya "tergeser" dan terbakar api cemburu, korban tidak mampu membendung emosinya hingga menegur pelaku.

Teguran dari korban rupanya memicu ketegangan baru di antara keduanya.

Situasi di lapangan golf dengan cepat memanas hingga terjadi adu mulut hebat yang tak terbendung.

"Korban kemudian tersulut emosi hingga terjadi adu mulut yang berujung pada aksi penganiayaan," ujar Iwan.

Baca juga: Fakta Baru Penganiayaan Caddy Golf Modernland, Polisi Ungkap Hubungan Korban dan Pelaku

Tersangka FP yang gelap mata kemudian melakukan tindakan fisik secara brutal kepada korban. Akibat amukan tersangka, korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera serius di bagian wajah dan kepala.

"Korban mengalami beberapa luka, di antaranya luka robek pada kepala, luka lebam di bagian kening, pipi, dan bibir," kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (26/6/2026).

Korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum guna mendukung proses penyidikan.

Selain itu, penyidik juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut serta melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi yang berada di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Iwan, sempat ada upaya damai yang dilakukan oleh terlapor dengan mendatangi korban dan keluarganya.

Meski diketahui sempat terdapat upaya penyelesaian secara musyawarah antara kedua belah pihak, Polres Metro Tangerang Kota tetap melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meski sempat ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan atau musyawarah antara kedua belah pihak, Polres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Isu Pejabat

Sebelumnya, sempat beredar isu di media sosial yang menyebutkan bahwa FP merupakan seorang pejabat.

Menanggapi hal tersebut, AKP Iwan Heristiawan belum bisa membenarkan atau membantah rumor tersebut secara detail karena proses pemeriksaan masih berjalan.

Iwan hanya menyebut sampai saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan dari pihak Satreskrim Polres Tangerang Kota.

Selain itu, untuk pelaku juga masih dalam proses penyelidikan pihak Reskrim.

“Masih menunggu dari pihak Reskrim. Belum ada perkembangan lagi,” ucap Iwan saat dihubungi Jumat siang, dikutip dari Tribuntangerang.com.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.