Bela Program Prabowo, Jeritan Relawan & Petani di Banyumas Desak Pengusutan Korupsi MBG Sampai Akar
Sinta Darmastri June 27, 2026 02:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Halaman depan Kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, mendadak riuh pada Sabtu pagi (27/6/2026). Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Banyumas Bersatu, termasuk di dalamnya para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), berbondong-bondong memadati area tersebut untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Massa membawa satu visi besar, mendesak pemerintah agar tidak menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan menyapu bersih para koruptor yang menggerogoti program pro-rakyat tersebut.

Aksi damai ini dimulai tepat pukul 09.30 WIB. Di bawah terik matahari, para orator bergantian menaiki mimbar orasi, membakar semangat massa yang hadir.

"Tangkap koruptornya, bukan hentikan MBG-nya" seru salah satu orator diikut massa.

Suasana kian hidup dengan bentangan berbagai poster tuntutan yang dibawa oleh peserta aksi. Beberapa di antaranya bertuliskan, "Kami Bersama Prabowo", "Akan Saya Lawan Koruptor MBG", serta "Teruskan MBG, Tangkap Koruptornya". Tidak sekadar berorasi, massa juga menggelar doa bersama serta menyajikan aksi teatrikal yang menggambarkan betapa besarnya dampak positif program MBG bagi masa depan siswa-siswi sekolah.

Baca juga: Pengelola SPPG Cilacap Tanggapi Isu Dapur MBG di Hutan & Kuburan, Bantah Fiktif: Memang Pelosok

Suara dari Lapangan: Rakyat Menjadi Korban

Koordinator lapangan aksi, Imam Muntaufik, menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari keresahan masyarakat yang merasakan langsung manfaat program MBG. Mereka tidak ingin program yang baik ini tumbang hanya karena ulah segelintir oknum penyeleweng uang negara.

"Hari ini kami melakukan aksi damai dalam rangka mendukung program pemerintah, yang pro rakyat. Beberapa program yang baik tentunya kami dukung, yang tidak baik juga kami akan kritisi," kata Imam di sela aksi.

Lebih lanjut, aksi ini menyoroti tajam dugaan kasus korupsi yang tengah membelit Badan Gizi Nasional (BGN). Bagi para pengunjuk rasa, praktik rasuah inilah yang menjadi biang kerok tersendatnya penyaluran makan bergizi untuk anak-anak sekolah.

"Salah satu yang kami sampaikan itu pemberantasan korupsi sampai akar-akarnya. Tidak boleh ada koruptor yang dibiarkan bebas begitu saja, salah satunya di BGN. Kami menjadi korban atas tindak pidana mereka, karena gara-gara korupsi MBG ini mulai tersendat-sendat," ujar Imam dengan nada kecewa.

Baca juga: Efek Domino Libur Program MBG, Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Lamongan Kompak Turun

Efek Domino Penghentian Program

Kebijakan menghentikan sementara program MBG memicu efek domino yang memukul ekonomi arus bawah. Imam membeberkan, ribuan relawan SPPG kini kehilangan mata pencaharian utama mereka secara mendadak.

"Mereka menjerit karena selama tiga minggu ini program dihentikan. Sementara kebutuhan mereka sedang banyak karena bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah," kata Imam.

Sektor pertanian dan pelaku UMKM lokal pun ikut terpuruk. SPPG yang biasanya menjadi penyerap utama hasil panen lokal, kini berhenti beroperasi. Akibatnya, pasokan komoditas di pasar melonjak dan membuat harga jual anjlok drastis.

"Para petani, para UMKM tidak bisa menjual hasil taninya ke SPPG. Harga jual di pasar juga turun drastis, contohnya harga timun, silakan cek di pasar, harganya turun drastis," ujar Imam.

Baca juga: Tak Sekadar Soal Gizi, Ribuan Aksi Massa di Mojokerto Ungkap Alasan Program MBG Wajib Berlanjut

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi gelombang aspirasi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Banyumas sekaligus Wakil Satgas MBG Banyumas, Nungky Harry Rachmat, langsung turun menemui massa. Didampingi oleh anggota DPRD Banyumas, Bobby Listyo Widjatmoko, pihak pemkab berjanji tidak akan tinggal diam.

"Kami siap menerima dan menampung aspriasi semuanya. Kami akan meneruskan apriasi ini ke pemerintah pusat karena tata kelola MBG menjadi kewenangan pemerintah pusat," kata Nungky di hadapan para demonstran.

Massa berharap, pemerintah pusat segera mendengar jeritan dari daerah agar program pemenuhan gizi anak bangsa ini bisa berjalan kembali dengan bersih tanpa bayang-bayang korupsi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.