SURYA.o.id, SURABAYA - Personal branding bisa menjadi trust bagi orang lain.
Hal itu dirasakan Angger Diri Wiranata, founder dari Dus Duk Duk, brand furniture dan instalasi rumah dari kardus.
"Branding pertama kali yang saya lakukan adalah Dus Duk Duk ini. Kerdus yang image-nya buruk, hanya bisa dirombeng, tapi kami buat menjadi produk yang fun," kata Angger saat tampil sebagai narasumber dalam sharing season Graduation Apindo UMKM Merdeka 2026 yang digelar di gedung aula Fadjar Notonegoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Usaha ini dimulai Angger di tahun 2013 bersama beberapa rekannya dengan memantabkan kolaborasi membuka perusahaan kreatif yang mentransformasi kardus 100 persen menjadi produk yang bisa menciptakan momen kebahagiaan.
Project pertama adalah kardus menjadi tempat duduk.
"Karena itu namanya Dus Duk Duk, yang berarti kardus untuk duduk karena produk pertamanya kursi," jelas Angger.
Usaha mampu berkembang hingga pandemi covid 19 di tahun 2020 mendorong mereka untuk meluncurkan produk baru.
Mulai dari kemasan dari daur ulang, mainan, hingga paperoom atau interior untuk rumah.
"Branding terus kami lanjutkan dengan memanfaatkan platform media sosial. Dengan platform kampanye kami Bangga Membumi. Tidak hanya mengenalkan produk kami juga melakukan edukasi terkait bahan baku, pengolahan dan lainnya. Hasilnya respon positif cukup banyak dan kami pun mulai banyak berkolaborasi dengan banyak pihak," ungkap Angger.
Sementara itu dalam kegiatan ini, hadir membuka acara, Dwi Ken Hendrawanto, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur (Apindo Jatim).
Dalam sambutannya Dwi Ken mengatakan, kegiatan Apindo UMKM Merdeka 2026 ini merupakan program strategis dari Apindo yang menjembatani kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi (mahasiswa), mentor, dan pelaku UMKM.
"Program ini berfokus pada pendampingan bisnis, digitalisasi, dan perbaikan tata kelola agar UMKM dapat naik kelas dan berkelanjutan," kata Dwi Ken.
Sudah berlangsung sejak tahun 2023 dan di tahun 2026 ini sudah dilaksanakan sejak 4 bulan yang lalu.
"Dan ini merupakan graduation atau kelulusan bagi program Apindo UMKM Mandiri 2026. Kami ucapkan selamat, semoga bisa lebih berkembang luas lagi," terang Dwi Ken.
Di sela acara, Radit Suryo Hartanto sebagai pelaksana, menambahkan, program Apindo UMKM Merdeka telah digelar sebanyak 4 batch untuk di wilayah Jatim.
"Sementara untuk nasional sudah mencapai 10 batch. Konsep Apindo UMKM Merdeka ini ada lima tata kelola," beber Radit.
Yaitu Tata kelola usaha yang berkaitan dengan legalitas, pelaporan keuangan, administrasi bisnis, dan pengembangan usaha tata kelola perusahaan, perizinan, administrasi bisnis.
Kemudian Tata kelola produksi dan tata kelola pemasaran. Serta tata kelola keberlanjutan
"Dari tiga batch sebelumnya di Jatim sudah menghasilkan 113 mahasiswa, 10 perguruan tinggi. Di batch keempat ini diikuti 23 mahasiswa, dengan 4 mentor dari praktisi bisnis," pungkas Radit.