TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – APINDO Kalimantan Utara bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan melibatkan sejumlah pelaku UMKM, di antaranya Owner Balamok serta Owner Rumah Produksi Tenun Pakis Kaltara, untuk melaksanakan program Magang AUM (APINDO UMKM Merdeka) untuk pertama kalinya resmi dilaksanakan di Kalimantan Utara.
Program yang diinisiasi APINDO tersebut menjadi upaya membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebelum memasuki dunia kerja.
Apresiasi pelepasan peserta Program Magang AUM berlangsung di Tarakan, Sabtu (27/6/2026).
Program tersebut mengusung tema Membangun SDM Unggul, Profesional dan Siap Bersaing di Dunia Kerja. Ketua APINDO Provinsi Kalimantan Utara, Peter Setiawan, mengatakan program AUM sebenarnya telah lebih dulu berjalan secara nasional. Namun, tahun 2026 menjadi pelaksanaan perdana di Kalimantan Utara.
"Kalau program nasional sudah lama, cuma kita baru yang pertama di Kaltara," ujarnya.
Peter menjelaskan, persiapan pelaksanaan program di Kaltara dimulai sejak Maret 2026 hingga akhirnya memasuki tahap pelepasan peserta pada akhir Juni.
Baca juga: Kebijakan Ekspor Satu Pintu via Danantara Dinilai Riskan, Apindo Kaltim: Pemerintah Jangan Monopoli
Menurutnya, kehadiran program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya lulusan perguruan tinggi yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, APINDO ingin menghadirkan wadah yang dapat membekali mahasiswa dengan pengalaman praktik sekaligus kemampuan untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri.
"Berangkat dari kita ini banyak para mahasiswa yang sudah lulus kan belum dapat apa-apa kerja. Ini kita mengajar mereka supaya jadi entrepreneur-entrepreneur muda. Sebuah manusia yang bagus, dan mereka bisa usaha sendiri," katanya.
Ia menilai mahasiswa tidak hanya perlu dibekali teori di bangku kuliah, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan agar lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja.
Selain mengenal proses bisnis UMKM, peserta juga diharapkan memahami bagaimana membangun usaha sejak dini sehingga tidak hanya bergantung pada peluang menjadi karyawan setelah lulus.
Peter mengakui pelaksanaan perdana program tersebut masih akan menjadi bahan evaluasi.
Salah satu masukan yang diterima berasal dari pihak Universitas Borneo Tarakan agar pelaksanaan magang ke depan dapat disesuaikan dengan kalender akademik mahasiswa.
Menurutnya, penyesuaian tersebut penting agar program magang dapat terintegrasi dengan sistem perkuliahan, termasuk pengakuan Satuan Kredit Semester (SKS).
"Karena kita baru pertama masih evaluasi. Nanti akan disesuaikan dengan akademis, SKS-nya," ucapnya.
Ke depan, APINDO berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti Program Magang AUM karena manfaatnya dinilai sangat besar dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha.
Peter menyoroti jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah setiap tahun belum tentu sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak masih berstatus mahasiswa.
"Harapannya semoga banyak yang mau ikut program ini. Karena ini penting sekali. Karena saya lihat tadi dari kelulusan UBT itu seribu orang. Belum tentu bisa dapat kerja kan. Apalagi kan ada pengangguran. Dan banyak mahasiswa-mahasiswa kita yang pintar, yang pandai. Makanya kita ajak program ini supaya dia nanti begitu lulus, jadi bisa bekerja sendiri, membuat produk-produk UMKM," tuturnya.
Baca juga: Pengusaha China Protes ke Prabowo, Apindo sebut Dunia Usaha Lokal Rasakan Hal Serupa, Respons Kadin
Ia menambahkan, pengalaman kerja menjadi salah satu syarat penting yang banyak dibutuhkan di dunia kerja.
Melalui program magang ini, mahasiswa dapat memperoleh bekal tersebut sebelum benar-benar lulus dari perguruan tinggi.
"Dari pengalaman ini yang didapat melalui program ini bisa diimplementasikan," pungkasnya. (*)