Kabupaten Indramayu Langka Gas Melon, Lucky Hakim Khawatir Turut Ancam Produktivitas Pertanian
Kemal Setia Permana June 27, 2026 05:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengakui kerap menerima keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon.

Dalam beberapa hari terakhir, menurut dia, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan gas melon paling banyak dilaporkan warga di wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Bahkan, sejumlah warga dari kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Indramayu juga turut menyampaikan keluhan serupa, sehingga diduga terdapat permasalahan serius dalam proses distribusinya.

"Kondisi ini tidak hanya menyulitkan kebutuhan rumah tangga, tetapi turut mengancam produktivitas pertanian di Indramayu," kata Lucky Hakim kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (27/6/2026).

Pasalnya, saat ini sebagian petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu telah memasuki musim tanam gadu atau musim tanam pada musim kemarau.

Baca juga: Persiapan Rekonstruksi Wajah, RSHS Perketat Besuk YTR untuk Cegah Infeksi

Lucky mengatakan hingga kini banyak petani di Kabuparen Indramayu yang masih mengandalkan gas melon untuk mengoperasikan mesin pompa air di areal persawahan.

Terlebih pada awal musim tanam kebutuhan air di areal persawahan relatif cukup tinggi untuk keperluan pengolahan tanah, penyemaian bibit, hingga kebutuhan harian tanaman padi.

Menurutnya, jika gas melon masih langka maka dikhawatirkan mengancam para petani gagal tanam pada musim tanam gadu, sehingga berdampak pada produktivitas pertanian di Indramayu.

"Apabila petani gagal tanam akan berpotensi menjadi masalah, karena di awal musim tanam gadu ini sawah butuh pasokan air, dan mesin pompanya juga membutuhkan gas melon," ujar Lucky Hakim.

Ia memastikan Pemkab Indramayu tidak akan tinggal diam melihat fenomena kelangkaan gas melon di sejumlah kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Selain itu, Pemkab Indramayu pun langsung mengambil langkah preventif untuk memperketat pengawasan di lapangan, dan menggandeng aparat penegak hukum demi mencegah penyalahgunaan wewenang distribusi.

"Ini persoalan serius, sehingga kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengawasi distribusinya, dan memastikan kuota gas elpiji bersubsidi ini tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak," kata Lucky Hakim. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.