TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, secara resmi dilantik menjadi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus untuk masa bakti 2026-2031.
Selama masa baktinya memimpin organisasi pendidikan kepanduan tersebut, Bellinda menyatakan akan lebih berfokus dalam menjalankan program peningkatan kompetensi, penguatan karakter para anggota, hingga aksi pengabdian kepada masyarakat luas.
“Fokusnya itu, jadi Pramuka itu harus aktif,” kata Bellinda memberikan penegasan.
Baca juga: Hasil Quick Count Pilkada Kudus, Samani-Belinda Unggul, Hartopo Legawa
Prosesi pelantikan Bellinda sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus ini dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris, yang juga tengah menjabat sebagai Bupati Kudus.
Agenda pelantikan yang berlangsung khidmat di Pendopo Kudus pada Rabu (24/6/2026) tersebut menjadi sebuah penanda awal bahwa selama masa bakti ke depan, Bellinda memikul amanah besar untuk terus memajukan muruah Gerakan Pramuka di wilayah Kabupaten Kudus.
"Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada kami. Terima kasih pula kepada seluruh pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. Kepada jajaran pengurus yang baru, mari kita menjaga soliditas organisasi, memperkuat komunikasi, menjalankan visi dan misi dengan baik, serta mengedepankan transparansi dalam setiap program dan kegiatan," kata Bellinda.
Sesaat setelah dilantik, Bellinda langsung mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota Pramuka agar semakin memperkuat kolaborasi serta kerja sama tim dalam memajukan Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus.
Melalui upaya kolektif tersebut, setidaknya Gerakan Pramuka di wilayah Kabupaten Kudus diproyeksikan bisa semakin berkontribusi nyata dalam mencetak sosok generasi muda yang berkarakter kuat, memiliki integritas mumpuni, dan berdaya saing tinggi.
“Kami meminta semua pengurus untuk bekerja secara transparan. Jadi harapan kami di kepengurusan yang baru bisa kerja solid lagi, intensifkan komunikasi lagi, bekerja transparan, sehingga kesalahan bisa diminimalisir, baik kesalahan disengaja maupun tidak disengaja,” kata Bellinda.
Hal yang tidak kalah penting, lanjut Bellinda, Pramuka sebagai wadah organisasi pendidikan kepanduan ke depannya bakal lebih intens dalam menjalin kerja sama dengan berbagai sekolah yang ada di penjuru Kudus.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mengeksekusi program edukasi yang berkaitan erat dengan kampanye masif mengenai bahaya peredaran narkoba dan upaya pencegahan perilaku seks bebas di kalangan anak-anak sekolah.
“Apalagi Pramuka ini sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah, jadi nanti bisa ada program itu di situ,” kata dia.
Sebagai salah satu pioner pendidikan nonformal, pungkas Bellinda, Gerakan Pramuka memang sudah semestinya terus menuntut diri untuk aktif terjun ke tengah-tengah masyarakat.
Mereka sangat diharapkan mampu menjalankan berbagai program yang berkaitan erat dengan agenda peningkatan kompetensi kepemudaan, pembentukan karakter, hingga aksi sosial pengabdian masyarakat. (Goz)