Perbaikan Jalan Nasional Enang-enang Bener Meriah Swadaya Warga Capai 95 Persen, Rampung Pekan Depan
Sri Widya Rahma June 27, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Perbaikan swadaya Jalan Nasional Bireuen-Takengon di kawasan Enang-enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terus dipacu dan kini progresnya telah mencapai 95 persen.

​Meski demikian, akses jalan tersebut diperkirakan baru bisa dilalui sepekan lagi.

Hal ini disampaikan oleh inisiator pembukaan kembali jalur Enang-enang, Sahrial Abadi kepada wartawan TribunGayo.com, Bustami pada Sabtu (27/6/2026).

"Kalau proses pengaspalan, besok sudah rampung semua. Tapi kita belum membuka akses jalan secara umum, karena harus menunggu aspalnya kering dulu. Perkiraannya sekitar seminggu lagi baru bisa dilalui," ujarnya.

Baca juga: Rempak Arul Kumer Gotong Royong Percepat Pemulihan Jalan Enang-Enang Bener Meriah

Sahrial: Kendaraan yang Melintas akan Dibatasi 

Sahrial menambahkan, setelah pengaspalan selesai, pihaknya masih akan melakukan beberapa pengerjaan lanjutan, termasuk pembuatan dinding penahan (lining) jalan.

"Ada beberapa pengerjaan lagi, termasuk Kita akan buat lining jalan nantik agar lebih aman bila warga melintas," bebernya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa saat peresmian nanti, kendaraan yang melintas akan dibatasi dan dibagi menjadi tiga kelompok, di antaranya:

  • Pertama sepeda motor atau kendaraan roda dua
  • Kedua mobil pribadi penumpang
  • Ketiga kendaraan berukuran sedang seperti mobil sewa tipe L‑300 dan Haice

​Pembagian klasifikasi ini sengaja dilakukan untuk mempermudah pemahaman para pengendara yang melintasi jalur penghubung utama di kawasan tengah Gayo tersebut.

"Kalau mobil paling kencang yang bisa lewat l-300 dan Haice kalau mobil yang muatan lain tidak boleh, jadi mohon dimaklumi bersama," tegasnya.

Baca juga: Kepala BPJN Aceh Minta Maaf ke Warga Gayo Soal Polemik Jalur Enang-Enang di Bener Meriah

Pemerintah Tengah Mempersiapkan Pembangunan 2 Jembatan Permanen di Jalur Alternatif Werlah

Dilain sisi, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 3 Aceh, Azis mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan dua jembatan permanen di jalur alternatif Werlah, Bener Meriah. 

Kedua jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proses penanganan Jembatan Enang-enang berlangsung.

Menurut Azis, proses pelelangan pembangunan dua jembatan permanen itu sudah berjalan pada tahun 2026. 

Meskipun jalur Werlah berstatus jalan kabupaten, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tetap mengambil peran dalam mendukung konektivitas wilayah yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Walaupun statusnya bukan jalan nasional, kami tetap berkontribusi agar akses masyarakat tidak terganggu,” ujar Azis.

Selain menyiapkan pembangunan jembatan, BPJN juga telah melakukan sejumlah pekerjaan awal di jalur alternatif tersebut. 

Beberapa titik yang sebelumnya mengalami penyempitan telah diperlebar agar kendaraan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.

Azis menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan jalur Werlah. 

Bahkan, Bupati Bener Meriah telah mengusulkan agar jalur tersebut ditetapkan sebagai akses permanen melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026. 

Untuk peningkatan ruas jalannya, akan dimasukkan dalam program pembangunan jalan daerah yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

BPJN ACEH: Penanganan Permanen Jembatan Enang-enang Tetap Menjadi Perhatian Utama

Sementara itu, BPJN menegaskan bahwa penanganan permanen Jembatan Enang-enang tetap menjadi perhatian utama. 

Tahun ini, tahapan pra-desain telah mulai dikerjakan dengan beberapa alternatif rancangan yang sedang dikaji. 

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pelelangan konstruksi ditargetkan dapat dilakukan setelah tahap perencanaan rampung.

Sedangkan pekerjaan fisik masuk dalam rencana aksi tahun 2027 hingga 2028.

Azis juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait status jalan di kawasan Enang-enang. 

Ia menegaskan, bahwa secara administratif ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemkab Bener Meriah. 

Namun demikian, BPJN Aceh tetap turun tangan untuk membantu mencari solusi karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.

Pada 22 Juni 2026, BPJN bersama sejumlah instansi terkait, seperti Dinas PUPR, Asisten Daerah I, Dinas Perhubungan, serta Polres Bener Meriah, melakukan peninjauan lapangan untuk mengevaluasi kondisi terkini jembatan dan akses jalan di kawasan tersebut.

Dari hasil peninjauan, diputuskan bahwa aktivitas kendaraan di area Jembatan Enang-enang harus dihentikan sementara demi menghindari risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Meski demikian, warga sekitar yang menggunakan kendaraan roda dua maupun masyarakat yang hendak menuju lahan perkebunan masih diperbolehkan melintas dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

BPJN juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan jalur swadaya yang dibangun secara gotong royong. 

Jalur tersebut dinilai memiliki kerentanan terhadap amblas, terutama ketika dilintasi kendaraan secara terus-menerus atau saat kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Dengan pembangunan dua jembatan permanen di jalur Werlah dan rencana penanganan menyeluruh terhadap Jembatan Enang-enang, BPJN Aceh berharap konektivitas masyarakat Bener Meriah dapat tetap terjaga sekaligus memberikan solusi jangka panjang yang aman dan berkelanjutan. (*)

Baca juga: BPJN Aceh Beberkan Kronologi Penutupan Jembatan Enang-Enang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.