Penjualan Seragam Sekolah Lesu di Pasar Raya Padang, Sehari Hanya Laku Dua Paket
Muhammad Iqbal June 27, 2026 06:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Sejumlah pedagang seragam sekolah di Pasar Raya Padang mengeluhkan minimnya penjualan jelang memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.

Diketahui saat ini, sekolah sedang memasuki masa libur dan pada Senin (13/7/2026) mendatang akan memasuki tahun ajaran baru.
 
Namun penjualan seragam sekolah belum menunjukan peningkatan di Pasar Raya Padang, sehingga hal ini dikeluhkan oleh pedagang.

Baca juga: Meski Pendaftaran SPMB SMP Padang Sempat Diperpanjang, Hasil Seleksi Tetap Diumumkan Hari Ini

Salah satu pedagang, Syafri (67) mengatakan bahwa penjualan seragam sekolah masih sepi jelang memasuki tahun ajaran baru.

"Penjualan sepi, masih seperti hari biasa, belum ada peningkatan yang terjadi," ucapnya saat memberikan keterangan di bangunan Fase VI Letter U Pasar Raya Padang, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, omset penjualan pada hari biasa hanya Rp1.000.000 hingga 2.000.000. Sedangkan setelah memasuki libur sekolah, penjualan seragam masih minim di tokonya.

Kata dia, omzet penjualan sebelum tahun 2024 bisa menembus angka Rp15.000.000 hingga 30.000 saat masa libur sekolah atau memasuki tahun ajaran baru.

"Tapi kini, mencapai Rp5.000.000 saja susah," tutur Syafri.

Baca juga: Sulit Buka Website SPMB Padang 2026? Disdikbud Sebut Bisa Jadi Karena Jaringan Pengguna

Bahkan ia menyebut, dengan omzet belasan hingga puluhan juta itu bisa melunasi sewa toko dan hutang piutang. Akan tetapi, kondisi saat ini berbeda.

Menurut Syafri, bisa bertahan dengan penjualan saat ini sudah lebih dari cukup. Jika tidak, ia mengaku bisa gulung tikar.

"Kini, masih bisa bertahan saja sudah bagus, susah berharap seperti tahun-tahun dulu, penjualan seragam secara online juga sangat banyak," sebutnya.

Senada, pedagang lainnya bernama Erni Yenti (54) mengaku hanya bisa menjual dua paket seragam sekolah per harinya menjelang memasuki tahun ajaran baru.

Ia menyebut penjualan belum terlalu ramai sejak libur sekolah diberlakukan. Selain itu, Erni juga mengaku penjualan tak seramai dulunya.

"Belum terlalu ramai, sehari baru bisa menjual dua paket seragam sekolah. Tapi penjualan memang tidak seramai dulu, yang bisa belasan paket seharinya," tutur Erni.

Harga Seragam Sekolah

Syafri dan Erni menjual berbagai model seragam sekolah di bangunan Fase VI Letter U Pasar Raya Padang. Mulai dari seragam merah-putih, pramuka, dan lain sebagainya.

Harga yang dipatok beragam, dimulai Rp50.000 khusus baju anak Sekolah Dasar (SD) hingga Rp80.000 untuk remaja Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Harga penjual saya beragam, khusus baju saha Rp50.000 untuk SD, SMP 70.000 dan SMA 80.000. Harga dipengaruhi kualitas pakaian dan ukuran," jelas Syafri saat memberikan keterangan.

Ia menjelaskan lebih detail, untuk satu paket seragam SD dijual di tokonya Rp110.000. Namun hanya untuk baju dan celana atau rok.

Dengan kata lain, Rp60.000 untuk satu rok atau celana dan 50.000 harga baju.

"Kalau paket celana dan baju anak SMP Rp150.000, 170.000 juga ada, tergantung bahannya. Sedangkan untuk SMA Rp180.000," tambahnya.

Sementara itu, Erni mengaku juga menjual seragam sekolah per paket Rp100-150.000, mulai untuk anak SD hingga remaja SMA.

Satu paket pakain merah putih SD yang terdiri dari baju dan celana, dijual Rp100.000. Lalu untuk bahan yang lebih bagus Rp110.000.

"Jadi saya ada beberapa bahan pakaian, ada yang goyang, lateks dan katun. Bahan katun lebih mahal, karena nyaman dipakai, harganya Rp110.000," pungkasnya.

Kemudian satu paket seragam sekolah SMP, dijual Rp140 dengan berbahan katun. Jika bahan pakaiannya goyang atau high twist, Erni hanya menjual Rp130.000.

Untuk satu paket pakaian SMA, kata Erni hanganya hampir sama dengan SMP. Hanya saja berbeda Rp10.000 hingga 20.000.

"Kalau untuk SMA, Rp140.000 sampai Rp150.000. Tapi yang paling laku itu seragam anak SD, karena mereka belum memiliki sama sekali, kalau SMP bisa dipakai yang dari SD, begitu juga dengan SMA," tutup Erni. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.