Pejabat Bangkalan Ruly Yunis Diduga Dianiaya Sebelum Tewas di Juanda, Dokter: Ada Tanda Mati Lemas
Sarah Elnyora Rumaropen June 27, 2026 07:35 PM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, M Taufik/Ahmad Faisol

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Penyidik kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas PRKP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yang ditemukan tewas di dalam mobil Innova di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu (24/6/2026). 

Muncul dugaan kuat korban mengalami penganiayaan sebelum mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.

Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil autopsi tim dokter Forensik yang menemukan indikasi korban mengalami asfiksia atau kekurangan oksigen akut.

Hasil Uji Laboratorium

Setelah dilakukan autopsi, sejumlah sampel organ korban langsung dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna menjalani uji toksikologi.

Hasil pemeriksaan laboratorium tersebut sangat diharapkan dapat memastikan apakah kondisi asfiksia yang dialami korban terjadi akibat pengaruh zat tertentu, penyumbatan saluran napas, atau faktor klinis lainnya.

Kepala Tim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini mengungkapkan tim dokter forensik menemukan sejumlah tanda khas asfiksia saat melakukan pemeriksaan jenazah.

Baca juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 5,6, Getaran Terasa Kuat hingga Warga Ponorogo Keluar Rumah

"Ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata, yang ketiga ditemukan kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah. Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," katanya, Sabtu (27/6/2026).

Pemeriksaan pada organ dalam pun turut memperkuat dugaan medis tersebut.

Bagian lidah, epiglotis, saluran napas atas, hingga dinding lambung korban ditemukan berwarna merah kehitaman akibat kongesti atau pembendungan darah.

Kondisi perubahan warna organ dalam itu mengarah kuat pada fakta bahwa korban memang mengalami kekurangan oksigen sebelum meninggal dunia.

Hasil Pemeriksaan Luar dan Kondisi Fisik Korban

AKBP Ni Made Wiatini menambahkan tanda-tanda kekerasan fisik juga ditemukan pada bagian luar tubuh korban berdasarkan hasil visum dan autopsi tim dokter.

“Sedangkan terkait pemeriksaan luar terhadap korban, ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tumpul," imbuhnya.

Baca juga: Duka Staf PRKP Bangkalan Tanpa Sosok Ruly yang Tewas di Juanda: Beliau Supel dan Bertanggung Jawab

Di sisi lain, tim dokter juga memastikan korban tidak dalam kondisi mengandung atau sedang hamil.

Perihal perut korban yang tampak membesar saat ditemukan, tim dokter memastikan hal tersebut murni merupakan akibat dari proses pembusukan alami tubuh.

Korban sendiri diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum tindakan autopsi dilakukan, sementara hasil swab vagina dinyatakan negatif dari jejak sperma.

Jejak Terakhir Ruly

Almarhumah Ruly meninggalkan rumahnya di kawasan Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Kamis (18/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Malam sebelumnya, Rabu (17/6/2025), Ruly masih terlihat di Pendapa Agung dalam kesempatan Pisah Sambut Dandim 0829 Bangkalan. 

Sejak meninggalkan rumah pada Kamis, Ruly baru menghubungi adik dan anak semata wayangnya melalui layanan video call.

Baca juga: Antrean Pertalite di Bangkalan 1 Jam hingga Polisi Stop SPBU Sementara, Pertamina Proses Mitigasi

Dalam video call tersebut, Ruly mengabarkan ada urusan di Malang, lalu membagikan lokasi di sebuah toko buah kawasan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat (19/8/2026) malam. 

Ruly mengatakan akan pulang pada Sabtu (20/6/2026), sebagaimana disampaikan Kuasa Hukum Risang Bima Wijaya.

Akan tetapi pada hari itu, mobil dinas tersebut terpantau memasuki loket parkir terminal Bandara Juanda pada pukul 16.00 WIB. 

Ruly ke Malang Bukan untuk Dinas

Menurut keterangan Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemkab Bangkalan, Roniyun Hamid, perjalanan Ruly ke Malang bukan dalam rangka tugas dinas. 

Bahkan Ruly juga tidak berpamitan atau izin hendak ke luar kota menggunakan mobil dinas. 

"Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak," terang Roniyun Hamid,  Jumat (26/6/2026). 

Baca juga: Ada Luka di Area Telinga Jasad ASN Bangkalan yang Meninggal dalam Mobil di Parkiran Bandara Juanda

Kendaraan dinas level jabatan sekretaris di lingkungan instansi Pemkab Bangkalan itu, kini dalam pangamanan Posek Sedati, Polres Sidoarjo sebagai barang bukti. 

"Mobil dinas itu sekarang masih di Juanda untuk barang bukti" kata Roniyun.

Lebih lanjut, Roniyun menyebut pihaknya baru bisa mengambil mobil tersebut setelah polisi menyelesaikan urusannya terhadap penyelidikan kasus ini. 

"Setelah nanti ada informasi dari pihak kepolisian, kami akan berkomunikasi untuk mengambil mobil tersebut," lanjutnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.