Dedi Mulyadi Minta Keluarga Korban Penyekapan Tak Usah Galang Donasi, Ini Alasannya
Budi Sam Law Malau June 27, 2026 07:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BANDUNG — Drama pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap seorang wanita berinisial YTR, akhirnya kandas.

Menariknya, hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sempat dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk penangkapan sang buron kini resmi dialihkan untuk mengobati luka dan menata masa depan korban.

Keputusan humanis ini diambil langsung oleh Dedi Mulyadi setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang berhasil meringkus tersangka.

Baca juga: Berkaca Kasus Penyekapan Bandung, Tri Adhianto Akan Perketat Pengawasan Rumah Kost

Karena penangkapan dilakukan oleh aparat, hadiah seperempat miliar tersebut sepakat diserahkan seluruhnya kepada keluarga korban YTR.

Permintaan Kapolda Jabar demi Masa Depan Korban

Dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dialihkannya uang sayembara ini merupakan inisiatif mulia dari Kapolda Jabar.

"Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” ujar Dedi Mulyadi, Sabtu (27/6/2026).

Dedi menjelaskan, sayembara yang ia umumkan sebelumnya bukan sekadar pajangan.

Strategi tersebut berhasil memberikan tekanan psikologis yang luar biasa berat bagi tersangka selama pelariannya.

Taufik Hidayat dibuat paranoid, merasa setiap pasang mata di jalanan sedang memburunya.

“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” ungkap Dedi.

Hal itu berdasarkan pengakuan Taufik Hidayat kepada polisi usai dibekuk.

Pelarian buntu itu berakhir setelah polisi menciduk tersangka di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.

Pemprov Jabar Tanggung Biaya Medis Rp1 Miliar

Selain mengalihkan dana sayembara, Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir sepenuhnya untuk mengawal pemulihan fisik dan psikis YTR. Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran fantastis demi memastikan korban mendapat penanganan medis terbaik tanpa memikirkan biaya.

Berdasarkan perhitungan tim medis, kebutuhan biaya perawatan intensif YTR untuk dua pekan ke depan diestimasi mencapai sekitar Rp1 miliar.

Seluruh nominal tersebut dipastikan aman dan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

“Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” tegas Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Keluarga Diminta Fokus Merawat, Hidup Dijamin Pemerintah

Tragedi memilukan ini memaksa keluarga YTR mengorbankan mata pencaharian mereka demi mendampingi korban di rumah sakit.

Memahami situasi sulit tersebut, Dedi Mulyadi melarang keluarga korban untuk memikirkan urusan mencari nafkah atau melakukan penggalangan dana di media sosial.

Pemerintah daerah berkomitmen menjamin kebutuhan logistik dan biaya hidup sehari-hari keluarga selama masa kritis ini berjalan.

“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” kata Dedi.

Bagi masyarakat yang terlanjur atau ingin berdonasi, Dedi mempersilakannya untuk ditabung demi kelangsungan hidup jangka panjang dan masa depan YTR setelah pulih nanti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.