TRIBUNJAKARTA.COM - Tiga karyawan diduga disekap di percetakan kawasan Kalibaru, Jakarta Pusat.
Dugaan penyekapan itu diunggah akun instagram @fpkb_jakarta dikutip Tribun Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Penyekapan itu berawal dari salah seorang orangtua korban dugaan penyekapan kepada LBH Forum Pemuda Kalimantan Barat.
Pengurus LBH itu menerima klien dari Purwokerto, Jawa Tengah berinisial K yang melaporkan anaknya menjadi korban penyekapan di tempat percetakan.
K mengaku anaknya berinisial A disekap dan diminta pembayaran sebesar Rp 50 juta.
Ia mengaku telah membayar uang yang diminta tetapi anaknya belum dibebaskan.
Tak hanya itu, K mengklaim sang anak dipukul satu kali
LBH Forum Pemuda Kalimantan Barat lalu mendatangi lokasi kejadian.
Mereka lalu mendapati A sedang dipasung di gudang.
Dalam video yang diunggah, Pengurus LBH bertanya kepada pemuda yang sedang dipasung tersebut.
A menuturkan terdapat dua temannya lagi yang mengalami nasib serupa di lantai 2.
A mengaku telah dipasung kurang lebih tiga minggu.
"Nunggu dari Polres," kata pengurus LBH untuk membuka rantai yang membelenggu kaki tersebut.
Anggota LBH lalu naik ke lantai 2. Mereka mendapati dua pemuda yang dirantai kakinya.
Salah satu dari pemuda itu mengakui dirinya mencuri barang percetakan.
Sedangkan kedua rekannya menjadi kurir untuk mengantar barang curian.
Saat dipasung, mereka mendapatkan makan sebanyak dua kali.
Bila ke toilet, A mengaku diantar oleh mandor.
Meski satu dari pemuda itu mengaku melakukan penggelapan, namun Pengurus LBH menilai tindakan pelaku pemasukang tidak manusiawi.
Seharusnya, para pemuda itu dilaporkan ke pihak kepolisian.
Selain itu, kedua pemuda yang menjadi kurir hanya dibayar Rp 50 ribu-Rp 100 ribu saat mengantarkan barang.
Tetapi, ketiganya harus menanggung uang pengganti puluhan juta. Selain itu, satu pemuda mengaku BPKB dan sepeda motor disita oleh pemilik.
"Ya kau melibatkan banyak orang, korban kau kasih berapa," kata pengurus LBH kepada salah satu pemuda pelaku penggelapan.
Pengurus LBH sempat berbicara kepada seseorang yang diduga pemilik percetakan.
"Kalau memang kita salah kita siap," ujar satu pria.
Tak beberapa lama, rantai dan gembok yang mengikat kaki para pemuda dilepaskan.
Pengurus LBH lalu menemani ketiga pemuda itu untuk membuat laporan di kepolisian.
Hingga kini, TribunJakarta.com masih mencoba mengonfirmasi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
Baca juga: Menilik Sosok Pria yang Sekap dan Siksa Wanita di Bandung Selama 3 Tahun, Terkuak Profesinya
Baca juga: WNA China Bandar Narkoba Sekap Remaja di Ancol Jakut, Dering HP Gagalkan Aksi Pemerkosaan
Baca juga: WNA Bandar Narkoba Sekap Wanita di Bawah Umur dalam Apartemen di Ancol, Kini Ditangkap Polisi