Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, membuat inovasi berbasis masyarakat melalui program unggulan Sistem Bank Data Kelurahan (Sibadak).
Sebelum ada Sibadak data tersimpan di masing-masing seksi, format data berbeda-beda, proses penyusunan laporan membutuhkan waktu lama, belum tersedia data terintegrasi, risiko publikasi dan inkonsistensi data.
Sibadak memiliki manfaat data tersimpan dalam satu sistem, data mudah dicari dan diakses, informasi lebih cepat dan akurat, mendukung pengambilan keputusan, mempercepat pelayanan publik, dan mendukung implementasi satu data Indonesia.
Dampak aksi perubahan dengan Sibadak ini yakni pencarian data yang sebelumnya lama menjadi lebih cepat, data tersebar menjadi terintegrasi, data yang awalnya tidak terstandar menjadi terstandar.
Alur pengelolaan data Sibadak yang pertama, perencanaan data, pengumpulan data, verifikasi dan validasi, input ke Sibadak, penyimpanan data, pemanfaatan dan publikasi, monitoring dan evaluasi.
Sedangkan produk yang dihasilkan Sibadak ini yakni Bank data kelurahan, metadata data, dashboard data, serta laporan monitoring dan evaluasi.
Inovasi itu hadir sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus memperkuat tata kelola data guna mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
Program berbasis aplikasi Sibadak ini merupakan inovasi yang lahir dari kebutuhan akan data yang terintegrasi dan mudah diakses untuk mendukung pelayanan publik.
Melalui Sibadak, berbagai data yang sebelumnya tersebar di banyak sumber akan dihimpun dalam satu sistem sehingga proses pelayanan dan pemenuhan kebutuhan data dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Pada tahap awal, Sibadak akan memuat 30 data dasar sebagai fondasi sistem. Selanjutnya, data yang tersedia dalam portal data dasar akan diintegrasikan secara bertahap ke dalam platform tersebut.
Kemudian Sibadak nantinya akan memasukkan data terbaru secara cepat, dan masyarakat juga bisa melihat melalui dashboard yang tersedia dan diharapkan semua bisa bergerak berdasarkan data.
Pengembangan sistem ini akan dilakukan secara bertahap. Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada penyempurnaan dashboard. Pada tahap menengah, implementasi akan diperluas ke dua kelurahan sebagai lokasi percontohan di Kecamatan Bandung Kulon.
Adapun dalam jangka panjang, data yang dikelola melalui Sibadak direncanakan terintegrasi dengan sistem data Kota Bandung melalui Diskominfo Kota Bandung.