- Komando Pusat AS (CENTCOM) dilaporkan menyerang Iran menyusul serangan Teheran yang menyasar kapal dagang di Selat Hormuz.
Dalam laporan CENTCOM, AS mengklaim bahwa pesawat militernya telah menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai.
Serangan ini sebagai balasan atas aksi Iran yang menyerang M/V Ever Lovely pada Kamis (25/6/2026) dengan drone serang.
CENTCOM pun merespons dengan memberikan koordinasi dan dukungan jalur aman pada kapal komersil yang melintasi selat tersebut
Pejabat Iran mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata yang sembrono.
Sebagai balasan atas serangan AS, Teheran juga mengumumkan bahwa pasukan Angkatan lautnya telah menargetkan lokasi di wilayah tempat pasukan AS berada.
Namun IRGC tidak menyebutkan secara spesifik di mana lokasi serangan terhadap markas AS itu.
IRGC juga mengutuk keras serangan AS terhadap Iran.
Ia pun menegaskan bahwa Washington telah secara terbuka melanggar gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan melancarkan seranan terhadap Iran.
“Menurut Pasal 5 Berdasarkan Nota Kesepahaman, Islamabad memiliki pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz dengan Republik Islam Iran,” kata IRGC.
CENTCOM mengkliam, serangannya terhadap lokasi vital Iran lantaran Iran dianggap telah lebih dulu melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Seperti diketahui, Washington dan Teheran sedianya sudah menandatangani nota kesepahaman awal soal gencatan senjata pada 17 Juni lalu.
Namun sampai saat ini, finalisasi kesepakatan tersebut belum terjadi.
Pasalnya, Iran mendesak agar AS menuntut Israel agar tak lagi menyerang Lebanon.
Namun Israel menolak permintaan tersebut.
Israel mengaku bahwa konflik yang terjadi di Lebanon Selatan antara Zionis dan Hizbullah tak ada kaitannya dengan kesepakatan damai AS dan juga Iran.
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Valencia Frida
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Sumber: Viory