TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT- Komitmen Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), membangun sinergi dengan pemerintah pusat kembali membuahkan hasil bagi sektor pertanian di Bumi Nyiur Melambai.
Di sela pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 di Gorontalo, Sulawesi Utara memperoleh tambahan dukungan besar dari Kementerian Pertanian RI.
Bantuan tersebut menjadi bukti kuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulut dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat pembangunan pertanian.
Baca juga: Gubernur Sulut Yulius Selvanus Janji Bantuan dari Kementerian Pertanian Bakal Segera Disalurkan
Salah satu capaian terbesar adalah peningkatan alokasi pengembangan jagung.
Dari sebelumnya hanya 15 ribu hektare, kini Sulawesi Utara memperoleh kuota hingga 50 ribu hektare.
Tak hanya itu, pemerintah pusat juga mengalokasikan berbagai bantuan strategis berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, traktor roda crawler, pembangunan dam parit, embung, long storage, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga program optimalisasi lahan sawah.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan tambahan bantuan tersebut diberikan karena melihat keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mengembangkan sektor pertanian.
"Silakan ajukan lagi kebutuhan lain. Tadi minta jagung 15 ribu hektare, langsung kami setujui karena pemerintahannya bagus," ujar Amran.
Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat kepada Sulawesi Utara.
Menurutnya, seluruh bantuan yang diberikan merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas dukungan dan kepercayaan kepada Sulawesi Utara. Bantuan ini akan kami kawal agar benar-benar dirasakan petani. Kami ingin produksi meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan kesejahteraan petani terus membaik," kata YSK.
Ia menegaskan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan terus diperkuat agar semakin banyak program strategis yang dapat dibawa ke Sulawesi Utara.
Momentum PENAS XVI KTNA 2026 juga menjadi panggung keberhasilan Sulawesi Utara membangun semangat petani.
Sebanyak 1.754 petani asal Sulut hadir secara swadaya di Gorontalo, menjadikan Sulawesi Utara sebagai kontingen terbesar dari seluruh provinsi di Indonesia.
Atas capaian tersebut, Sulawesi Utara menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian RI sebagai provinsi dengan jumlah peserta terbanyak pada ajang nasional tersebut.
Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, menilai tingginya partisipasi petani merupakan bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinan Gubernur YSK yang dinilai konsisten memperjuangkan kepentingan petani.
"Para petani datang dengan biaya sendiri. Ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap komitmen Pak Gubernur dalam membangun sektor pertanian Sulawesi Utara," ujar Tahlis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Nova Wilhelmina Pangemanan, mengatakan tambahan bantuan dari pemerintah pusat akan segera direalisasikan di berbagai kabupaten dan kota.
Menurutnya, peningkatan kuota jagung dan bantuan infrastruktur pertanian menjadi peluang besar untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi yang terjalin antara Gubernur YSK dan Menteri Pertanian melalui momentum PENAS XVI KTNA diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani Sulawesi Utara.
MAKNA
1) Sinergi antara Gubernur YSK dan Menteri Pertanian menghasilkan dukungan nyata bagi pembangunan pertanian Sulawesi Utara.
2) PENAS KTNA menjadi momentum strategis yang memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan sektor pertanian.
3) Kenaikan kuota jagung dari 15 ribu menjadi 50 ribu hektare menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap Sulawesi Utara.
4) Bantuan alsintan dan infrastruktur pertanian menjadi fondasi percepatan modernisasi pertanian di Sulut.
5) Kehadiran 1.754 petani Sulut secara swadaya membuktikan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur YSK.
6) Penghargaan sebagai kontingen petani terbesar di PENAS memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai daerah yang serius membangun sektor pertanian.
7) Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat dan Pemprov Sulut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (REN/ADV)