TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan makna logo menuju 5 abad Jakarta yang resmi diluncurkan pada malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Sabtu (27/6/2026) malam.
Logo tersebut mengusung tema "Abad Jakarta, Kota Global dan Berbudaya".
Desainnya menampilkan angka 5 yang dipadukan dengan ilustrasi lima jari tangan berwarna merah, kuning, biru, hijau, ungu, dan putih.
Angka 5 berwarna putih menyatu dengan simbol lima jari, sementara tulisan "Abad Jakarta" ditampilkan dalam warna hitam.
Peluncuran logo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan menuju usia 500 tahun atau lima abad Kota Jakarta pada 2027.
Menanggapi pertanyaan mengenai makna logo tersebut, Pramono mengatakan Jakarta kini tidak lagi membandingkan diri dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan kota-kota besar di dunia.
"Jakarta sepenuhnya benchmarking-nya bukan lagi dengan kota-kota di Indonesia. Benchmarking-nya adalah kota-kota dunia," kata Pramono kepada wartawan.
Pramono mengklaim berdasarkan hasil survei terbaru dari sebuah lembaga kredibel yang berbasis di Brussels, Jakarta kini menempati peringkat ke-53 dari 100 ibu kota dunia.
"Bagi saya yang paling penting, Jakarta lebih bagus dari Washington DC, termasuk Abu Dhabi. Saya dulu membayangkan Abu Dhabi lebih bagus daripada kita, ternyata dalam survei Jakarta lebih bagus," ujarnya.
Menurut Pramono, capaian tersebut menjadi pemicu bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Hal itu juga tercermin dalam simbol yang diusung pada logo 5 abad Jakarta.
Ia menambahkan, Pemprov DKI terus membuka akses dan kemudahan bagi masyarakat internasional untuk datang ke Jakarta. Salah satunya melalui pembukaan rute penerbangan baru.
"Sekarang Jakarta akan memberikan berbagai kemudahan. Kemarin kita baru membuka penerbangan dari Kelantan. Sebelumnya hanya Penang dan Kuala Lumpur, sekarang Kelantan juga sudah ada dan beberapa tempat lain," tuturnya.
Selain membuka diri terhadap dunia internasional, Pemprov DKI juga menyiapkan tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.
Pramono menyebut sekitar 800 orang telah dipersiapkan untuk bekerja di berbagai negara, seperti Jepang, Malaysia, dan Jerman.
Menurutnya, salah satu keunggulan tenaga kerja Indonesia adalah dikenal pekerja keras dan loyal.
Namun, kemampuan berbahasa asing masih menjadi tantangan.
"Karena salah satu kelebihan orang Indonesia adalah pekerja keras dan loyal. Tetapi salah satu kelemahannya adalah bahasa. Karena itu sebelum mereka berangkat melalui Jakarta, kita latih dulu kemampuan bahasanya," kata Pramono.
Baca juga: Yuk Ikuti Lomba Konten Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta: Hadiah Menarik, Simak Syaratnya