'Petarung dengan hati besar!' - Vozinha dan Tanjung Verde siap tantang Lionel Messi saat negara terkecil di Piala Dunia hadapi Argentina di babak gugur
Agus Firmansyah June 28, 2026 03:12 AM

Tanjung Verde mencatat sejarah besar dalam sepak bola dengan menjadi negara terkecil yang pernah mencapai babak gugur Piala Dunia. Setelah melalui fase grup yang penuh perjuangan, tim asal kepulauan Atlantik ini kini akan menghadapi laga impian di babak 32 besar melawan Lionel Messi dan juara bertahan, Argentina.

Pencapaian bersejarah bagi tim kecil

Negara kepulauan di Samudra Atlantik itu memastikan langkah bersejarah ke babak 32 besar setelah hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi di Houston. Para pemain berkumpul dengan tegang di tengah lapangan usai pertandingan, menonton melalui ponsel saat Spanyol mengalahkan Uruguay — hasil yang memastikan Tanjung Verde finis sebagai runner-up Grup H. Tim underdog yang tangguh ini tidak terkalahkan sepanjang fase grup, sebelumnya menahan Spanyol dengan skor 0-0 dan bermain imbang 2-2 melawan Uruguay.

Vozinha antusias hadapi Messi

Kiper veteran berusia 40 tahun sekaligus kapten tim, Vozinha, mengungkapkan kebanggaan luar biasa atas pencapaian timnya jelang pertemuan dengan ikon dunia tersebut. Ia menyoroti kualitas teknis dan dominasi taktis yang ditunjukkan timnya dalam laga terakhir fase grup.

Vozinha mengatakan: "Tak seorang pun dari kami pernah bermimpi sampai sejauh ini, tetapi kami tahu kami punya kualitas, dan ketika kami lolos ke Piala Dunia, mungkin banyak yang berpikir kami tidak akan memenangkan satu pun pertandingan. Kami punya tim hebat dan pemain berkualitas. Sangat menyenangkan bisa lolos ke fase berikutnya, dan menghadapi Argentina akan menjadi pengalaman luar biasa. Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah impian bagi setiap pesepak bola.

"Kami tidak datang ke sini untuk mencari hasil imbang. Kami selalu ingin menang. Kami tahu itu tidak akan mudah. Arab Saudi juga memiliki kualitas dan pengalaman dalam pertandingan seperti ini. Kami mencoba segala cara untuk mencetak gol, tetapi tidak berhasil. Semua orang bisa melihat bahwa kami memiliki lebih banyak penguasaan bola, lebih banyak peluang, dan lebih banyak serangan. Kami layak mendapatkan pujian."

Negara kepulauan tunjukkan ketangguhan

Lolosnya Tanjung Verde ke babak gugur menjadi bukti kuat semangat budaya dan identitas global diaspora Tanjung Verde. Vozinha berharap perjalanan luar biasa ini akan menginspirasi generasi pemain muda di seluruh sepuluh pulau dalam kepulauan tersebut.

Vozinha menambahkan: "Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu cara bersaing. Mungkin banyak orang berpikir pemain Tanjung Verde tidak cukup bagus, tetapi kami telah membuktikan bahwa kami punya kualitas, kami datang untuk bersaing, dan kami bisa bersaing di kompetisi besar mana pun.

"Kami tumbuh dalam kesulitan besar, dan orang tua serta kakek-nenek kami telah berkorban dan mengajarkan kami untuk menghargai segala sesuatu. Kami menunjukkan ketangguhan rakyat Tanjung Verde, kecintaan kami pada negara kami, dan juga bahwa kami di sini bukan hanya mewakili para pemain, tetapi juga seluruh rakyat Tanjung Verde di seluruh dunia. Kami memiliki hati besar dan kami adalah para petarung.

"Ketika seorang anak menangis di depan kami, tak ada kata-kata yang bisa menggambarkannya. Kami di sini untuk menjadi teladan bagi anak-anak, dan bukan hanya bagi mereka. Siapa tahu, mulai sekarang anak-anak akan memiliki panutan dan berkata bahwa suatu hari mereka ingin menjadi seperti Stopira, Ryan Mendes, atau pemain lain dari tim nasional Tanjung Verde."

Ujian terbesar menanti

Tanjung Verde kini bersiap menghadapi pertandingan terbesar dalam sejarah mereka melawan juara bertahan Argentina di babak gugur. Setelah berhasil menahan Spanyol di fase grup, tim underdog yang tak kenal takut ini memiliki disiplin pertahanan yang cukup kuat untuk menguji pasukan Lionel Scaloni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.