TRIBUNNEWS.COM - Timnas Portugal memiliki rute 'jalur neraka' pada fase gugur Piala Dunia 2026, melihat lawan potensial yang akan dihadapi Cristiano Ronaldo cs dalam usahanya menggapai pertandingan final.
Portugal harus puas bermain imbang 0-0 melawan Kolombia dalam laga Piala Dunia 2026 di Florida, Minggu (28/6). Hasil itu membuat Portugal berjumpa Kroasia di 32 besar.
Apakah cukup sampai di situ? Tidak. Sekalipun skenario Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi hanya bisa terjadi di laga final karena perbedaan bracket, tetapi Portugal dihadapkan lawan-lawan berat untuk menyentuh partai puncak.
Sebagai tambahan informasi, timnas Portugal pada Piala Dunia 2026 masuk daftar kandidat juara.
"Kalau untuk kandidat juara memang enggak akan jauh-jauh dari Top 10-nya FIFA, ada Prancis, Inggris, Portugal, Brasil ya termasuk, juara bertahan Argentina, ada Belgia juga, termasuk juga Belanda sama Jerman," kata Arnan Binafsihi dalam podcast Super Taktik berjudul: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia, di Kantor Tribunnews, Karanganyar, Jawa Tengah.
Hanya saja untuk merealisasikannya bukan perkara yang mudah.
Di babak 32 Besar, timnas Portugal besutan Roberto Martinez sudah harus menghadapi Kroasia.
Tanpa mengecilkan arti Luka Modric cs, Kroasia untuk saat ini bukan lawan sepadan bagi Portugal. Alasannya jelas bukan karena keberadaan Ronaldo semata.
Tetapi melihat dari kedalaman skuad, Portugal saat ini banyak dihuni talenta berbakat, bahkan bisa dilabeli sebagai generasi emas barunya Selecao das Quinas.
Jika melaju ke 16 Besar, lawan potensial yang dihadapi adalah Spanyol. Sama seperti Portugal, La Furia Roja juga kategori favorit juara Piala Dunia edisi 23 ini.
Secara komposisi pemain dan kekuatan, duel Portugal vs Spanyol, jika terealisasi akan berlangsung sengit. Ada bentrok superstar beda generasi, yakni Cristiano Ronaldo melawan Lamine Yamal.
Baca juga: Portugal Gagal Juara Grup K seusai Tahan Imbang Kolombia, Ronaldo Kembali Tak Terlihat
Di babak 8 Besar, Portugal kemungkinan akan melawan antara Amerika Serikat atau Belgia.
Amerika Serikat pada 32 Besar akan meladeni Bosnia. Sementara Belgia yang tengah menjalani masa transisi skuad, akan bersua wakil Afrika, Senegal.
Diskenariokan Portugal lolos ke semifinal, ini yang akan menjadi masalah besar. Portugal yang berada di bracket bawah kiri, akan menghadapi para jagoan bracket atas.
Pada bracket atas sebelah kiri, di sana ada Belanda, Prancis, dan Jerman yang tergolong kandidat juara World Cup 2026. Melihat situasinya, Prancis paling realistis tembus semifinal.
Menjadi rahasia umum bagaimana kualitas Les Bleus khususnya di lini serang. Didier Deschamps selaku pelatih tak akan kesulitan untuk mencari tukang gedor haus gol.
Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Marcus Thuram, hingga Michael Olise, merupakan deretan penghuni lini serang Prancis di Piala Dunia 2026.
Ini yang menjadi tantangannya. Apakah Portugal sanggup mengatasi Prancis dengan kemampuan mencetak gol mumpuni, untuk sampai ke laga final.
Seperti disinggung awal, Portugal berada di bracket yang berseberangan dengan Argentina. Artinya, duel Ronaldo vs Messi hanya bisa terjadi jika Portugal dan Argentina sama-sama menjejak ke laga final.
Lain cerita jika Portugal lolos ke 32 Besar sebagai juara Grup K, maka duel Ronaldo vs Messi bisa terjadi lebih cepat.
Hal itu mengacu kepada Kolombia yang menapak ke 32 Besar sebagai juara Grup K.
James Rodriguez dkk. akan menghadapi Ghana pada perebutan tiket lolos ke 16 Besar. Jika berhasil melaju mulus dari 16 Besar, baru Kolombia akan menghadapi Argentina pada perempat final.
Argentina sendiri terbilang memiliki rute mudah sejak fase gugur. Setelah melewati hadangan Cape Verde, Lionel Messi dkk. akan menantang antara Australia atau Mesir di 16 Besar.
Andai bisa tukar posisi Portugal dengan Kolombia di bracket fase gugur Piala Dunia 2026, bentrokan Ronaldo vs Messi mungkin akan terjadi lebih cepat di 8 Besar.
(Tribunnews.com/Giri)